Earbuds Pengganti In-Ear Mulai Ramai, Telinga Terbuka Tapi Suara Tetap Melejit

Earbuds open-ear ninggalin karet penyumbat telinga dan tetap ngalirin suara jernih. Pelari dan pekerja kantoran jadi yang paling antusias.

Bagikan cerita ini:
Earbuds nirkabel bersarang di atas meja gelap, desain modern tanpa karet penyumbat

TWS in-ear warna-warni dengan karet putih yang ditarik keluar dari kotak hitamnya memang sudah jadi pemandangan khas gerai gadget. Model begitu masih jadi andalan, tapi bentuk itu yang membuat banyak orang berhenti memakai earbuds setengah jam pertama. Telinga terasa sesak, berat di bagian dalam, dan karet penyumbat bikin suara dari luar menghilang sepenuhnya. Sekarang ada pendatang baru yang memilih jalan berbeda, dan telinga pelari adalah yang paling cepat menyambutnya.

Earbuds dengan desain terbuka atau open-ear memang sedang mendapat momentum. Bose baru saja merilis Sport Open Earbuds di Indonesia pada 1 Oktober 2026 lalu, dan Samsung memperkenalkan Galaxy Buds On, TWS open-ear pertamanya, di Korea. Kedua produk ini meninggalkan karet penyumbat dan menempel di bagian luar telinga, bukan masuk ke dalamnya. Bagi pelari, perbedaan kecil ini menjawab masalah besar yang sudah lama mengganggu.

Karet Penyumbang Telinga Itu Bukan Tanpa Alasan

Desain in-ear populer karena satu hal, yaitu isolasi. Karet yang masuk ke kanal telinga menciptakan segel kedap, dan segel itulah yang membuat bass terasa lebih dalam serta suara lebih tertutup dari keramaian. Inilah alasan earbuds in-ear mendominasi pasar selama lebih dari satu dekade sejak AirPods mempopulerkan kategori ini pada 2016.

Tapi segel yang sama menjadi masalah saat kamu berlari di trotoar atau menyeberang jalan. Suara kendaraan, orang berbicara, hingga bel sepeda teredam semua, dan reflex kamu terhadap situasi sekitar menurun drastis. Tidak sedikit pelari yang akhirnya cuma memakai satu sisi earbuds, atau malah berhenti memakai sama sekali, karena merasa tidak aman. Karet penyumbat juga memicu rasa tidak nyaman bahkan nyeri setelah dipakai lebih dari satu jam, terutama saat berkeringat.

Sepasang earbuds terbuka didekatkan ke telinga, menunjukkan desain open-ear
Foto oleh elif s. di Pexels

Masalah inilah yang ingin dijawab oleh desain open-ear. Earbuds jenis ini memancarkan suara ke arah kanal telinga tanpa menutupnya, sehingga kamu tetap mendengar musik sekaligus suara lingkungan. Teknologi OpenAudio yang dipakai pada produk-produk baru ini memang masih kalah dalam meredam kebisingan dibanding in-ear, tapi justru di situ letak kelebihannya untuk aktivitas di luar ruangan.

Dua Pendekatan Berbeda dari Bose dan Samsung

Bose memilih desain cuff-style yang mengait di bagian luar telinga dengan bantalan silikon. Masing-masing earbud hanya 10 gram dan sudah dibekali sertifikasi IP54, artinya tahan keringat dan cipratan air. Baterainya bertahan hingga 7 jam pemakaian, dan dengan charging case totalnya mencapai 22 jam. Fitur Quick Charge-nya mengisi daya setara 1 jam pemakaian hanya dalam 10 menit cas.

Samsung mengambil jalur berbeda dengan Galaxy Buds On. Produk ini menggunakan driver berbentuk bulat dengan teknologi TwinBoost speakers untuk memperkuat frekuensi rendah, plus fitur Audio Leakage Reduction agar suara tidak terdengar orang lain. Baterainya mencapai 9,5 jam nonstop, didukung amplifier Class-D khusus dan chip Snapdragon S7 Gen 1. Harganya dibanderol 299.000 won atau sekitar Rp3,9 jutaan di Korea, dan baru dijual mulai 27 Oktober di sana.

Bose Sport Open Earbuds sendiri dibanderol Rp2,699 juta selama masa peluncuran, dengan harga normal Rp3,099 juta. Tersedia warna Black dan White Smoke, dan penjualan resminya sudah dimulai 1 Oktober 2026 melalui gerai Bose serta Bose Official Store di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Blibli.

Pelari memakai earbuds di taman kota sambil tetap mendengar suara sekitar
Foto oleh Ahmet Yüksek ✪ di Pexels

Pelari Bukan Satu-Satunya yang Diuntungkan

Pelari emang segmen pertama yang disasar, dan jelas alasannya. Lari menjadi salah satu olahraga yang paling diminati di Indonesia, dan banyak pelari butuh musik untuk menjaga tempo sekaligus tetap waspada terhadap kondisi jalan. Tapi desain open-ear sebenarnya menjawab kebutuhan yang lebih luas dari itu.

Bagi pelari, fungsi ini bukan sekadar pemanis. Playlist dengan tempo 120 hingga 140 BPM jadi penjaga ritme langkah, dan pelari yang sudah mencoba earbuds ini mengaku lagu bertempo cepat terdengar lebih menggigit saat diputar di luar ruangan. Lari di car free day atau trotoar ramai tetap aman karena suara kendaraan dan orang yang berbicara tidak hilang.

Yang juga menarik, desain terbuka ini membuat earbuds tetap nyaman dipakai berjam-jam. Tidak ada karet yang menekan kanal telinga, dan bobot ringan membuatnya hampir tidak terasa. Untuk sesi lari jarak jauh atau marathon, kenyamanan seperti ini jauh lebih penting daripada sekadar bass yang dalam.

Bayangkan kamu bekerja di kantor terbuka dan perlu mengikuti meeting virtual tanpa harus sumpek telinga saat kolega memanggil. Atur volume otomatis yang menyesuaikan kebisingan lingkungan, seperti fitur Auto Volume pada produk-produk ini, menghilangkan repot mengatur volume manual tiap kali pindah ruangan. Untuk kamu yang sering bekerja sambil mendengarkan podcast atau musik sepanjang hari, ini perubahan yang sangat membantu.

Baterai dan Kenyamanan Tetap Jadi Penentu

Baterai tetap jadi penentu utama, terutama untuk kamu yang memakai earbuds dari pagi sampai malam. Rentang 7 sampai 9,5 jam pemakaian yang ditawarkan produk baru ini cukup untuk seharian penuh, dan case tambahan memberi cadangan hingga 22 jam total. Bobot ringan di sekitar 10 gram per earbud juga penting, karena beban kecil di telinga beda jauh dengan kenyamanan pemakaian jangka panjang.

Satu hal yang perlu kamu pahami, open-ear tidak akan menggantikan in-ear untuk semua orang. Kalau kamu sering bekerja di lingkungan sangat bising atau menempuh perjalanan jauh dengan transportasi umum, earbuds dengan active noise cancelling masih jadi pilihan lebih masuk akal. Tapi untuk aktivitas yang menuntut kesadaran terhadap sekitar, mulai dari lari pagi, jalan santai, hingga angkut-angkut barang di taman kota, desain terbuka ini layak kamu pertimbangkan.

Permainan earbuds lama-kelamaan memang tidak lagi cuma soal suara terbaik atau fitur paling banyak. Yang diburu sekarang adalah produk yang paling cocok dengan rutinitas harian, dan produsen yang berhasil memahami hal itu akan memenangkan telinga kamu.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar