Kita Anggap Merawat, Nyatanya Kebiasaan Ini Mempercepat Kerusakan HP dan Laptop

Menutup aplikasi sampai bersih dan menghabiskan baterai sampai nol persen selalu terasa sebagai tanda pemakai gadget yang teliti. Dua kebiasaan ini diam-diam membebani perangkat jauh lebih keras dari yang kita kira.

Bagikan cerita ini:
Meja kerja modern dengan laptop dan smartphone yang dipakai sehari-hari

Ada kepuasan tersendiri saat menutup semua aplikasi di layar recent setelah selesai memakai HP. Layar terlihat bersih, seolah-olah perangkat ikut beristirahat. Lalu ada juga kebiasaan memakai laptop sampai baterainya benar-benar habis, baru colokkan charger. Dua hal ini sudah dianggap sebagai tanda pemakai yang teliti dan merawat barang. Sayang, kenyataannya persis sebaliknya.

Kebiasaan yang Terlihat Teliti tapi Membebani Perangkat

Menutup aplikasi secara paksa adalah yang paling banyak dilakukan. Niatnya supaya HP tidak berat dan baterai tidak terkuras. VIVA merangkum mitos yang masih dipercaya banyak orang, dan kebiasaan ini masuk di dalamnya. Sistem operasi modern justru harus memulai ulang seluruh proses aplikasi setiap kali dibuka kembali, dan sejumlah aplikasi memang didesain untuk tetap berjalan di latar belakang supaya responsif saat dibuka. Membunuhnya satu per satu membuat HP bekerja lebih keras, bukan lebih ringan.

Menghabiskan baterai sampai nol persen adalah saudara kembar kebiasaan di atas. Baterai jenis Lithium-ion yang dipakai laptop dan HP saat ini tidak memiliki memori pengisian seperti baterai generasi lama. Membiarkannya benar-benar kosong justru memberi tekanan lebih pada sel di dalamnya. Kompasiana merekomendasikan mulai mengisi daya saat kapasitas tersisa sekitar 20 hingga 30 persen, bukan menunggu sampai perangkat mati sendiri.

Mengisi daya semalaman adalah kasus yang berbeda. Banyak yang takut baterai jadi rusak atau menggembung karena terlalu lama dicolok. HP modern sudah dilengkapi proteksi overcharge yang otomatis menghentikan pengisian saat baterai penuh. Yang tetap perlu dijaga adalah suhu perangkat saat dicas, karena panas berlebih memengaruhi kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Handphone sedang diisi daya, kebiasaan menghabiskan baterai sampai nol justru memberi tekanan pada sel
Foto oleh John (Giannis) Tekeridis di Pexels

Mitos yang Masih Dipegang Erat

Menyalakan mode pesawat lalu mematikannya lagi sudah jadi jawaban otomatis setiap kali sinyal melemah. Langkah ini memang menyegarkan koneksi jaringan. Tapi VIVA mencatatnya sebagai mitos, sebab kekuatan sinyal tetap ditentukan oleh lokasi dan jarak dari pemancar jaringan. Mode pesawat membuat HP mencari ulang jaringan terbaik di area tersebut, bukan menciptakan sinyal baru dari tipis udara.

Keyakinan bahwa kualitas foto hanya soal megapiksel juga masih sering muncul saat memilih HP baru. Sensor kamera, teknologi lensa, dan pengolahan gambar memegang peran yang sama penting. HP dengan megapiksel besar bisa saja menghasilkan foto yang mengecewakan ketika komponen pendukungnya tidak sebanding.

Laptop Butuh Perlakuan yang Berbeda dari HP

Laptop kerap dipakai di atas kasur atau sofa saat kerja santai di rumah. Posisi ini terasa nyaman, tapi ventilasi di bawah badannya tertutup permukaan empuk. Panas adalah musuh utama baterai Lithium-ion. Saat laptop kepanasan, sel di dalamnya terdegradasi lebih cepat. Alas keras atau cooling pad adalah pilihan yang lebih bersahabat untuk sesi kerja panjang.

Pengguna yang bekerja dengan laptop selalu tercolok ke listrik punya pertimbangan lain. Beberapa merek menyediakan fitur pembatasan pengisian di aplikasi bawaan mereka, biasanya bernama Battery Health Charging atau Conservation Mode. Fitur ini menahan pengisian sampai 80 persen saja, supaya baterai tidak mengalami overcharge seharian. Kebiasaan ini lebih masuk akal daripada sengaja menghabiskan baterai setiap kali menggunakan perangkat.

Kompasiana juga mencatat tanda-tanda saat baterai harus diganti. Bodi baterai yang menggembung adalah peringatan paling jelas. Indikator lain adalah persentase baterai yang melonjak secara acak, misalnya dari 50 langsung turun ke 10 persen. Kedua hal ini menandakan sel sudah rusak, dan menunda penggantian hanya memindahkan risiko ke komponen laptop lainnya.

Laptop di atas alas keras agar ventilasi dan suhu baterainya tetap stabil
Foto oleh Adam Sondel di Pexels

Saat Sinyal Lemah, Bukan Selalu Salah Operator

Sinyal yang tiba-tiba hilang sering membuat kita menyalahkan operator. KompasTekno merangkum sejumlah penyebabnya, dan beberapa ternyata ada di tangan kita sendiri. Casing pelindung yang tebal bisa memblokir antena di bodi HP. Dinding beton dan benda logam di dalam ruangan juga menjadi penghalang. Pergi ke area terbuka atau sekadar mendekati jendela sering lebih ampuh daripada mencari sinyal di pojok kamar.

Mencari sinyal adalah pekerjaan berat bagi HP. Proses ini membuat perangkat bekerja lebih keras dan menguras baterai lebih cepat. KompasTekno menyarankan memastikan baterai dalam kondisi cukup sebelum mulai mencari. Jika sinyal tetap tidak muncul, keluarkan kartu SIM dan periksa kondisinya. Cacat fisik pada kartu sering jadi biang keroknya, dan untuk HP yang memakai eSIM, restart sudah cukup.

Langkah yang jarang terlintas adalah memeriksa pembaruan pengaturan operator. Operator rutin mengirimkan pembaruan untuk meningkatkan konektivitas panggilan, internet, dan fitur seperti 5G atau panggilan Wi-Fi. Beberapa HP membutuhkan konfirmasi manual di menu pengaturan jaringan. Kalau semua gagal, reset pengaturan seluler biasanya menjadi opsi terakhir sebelum memutuskan memakai penguat sinyal.

Memasang penguat sinyal juga punya aturannya sendiri. Menurut Undang-undang Telekomunikasi Nomor 36 Tahun 1999 Pasal 32 ayat 1, alat penguat sinyal wajib terverifikasi secara resmi dan hanya untuk pemakaian pribadi, bukan keperluan komersial. Membeli sembarang alat di pasar online tanpa memeriksa statusnya berisiko merugikan diri sendiri.

Mulai Hari Ini dengan Kebiasaan yang Benar

Biarkan Aplikasi Istirahat di Latar Belakang

Sistem operasi sudah pintar mengelola aplikasi yang sedang tidak dipakai. Menutupnya secara paksa hanya membuat perangkat memulai ulang proses setiap kali aplikasi dibuka. Keluarkan kebiasaan ini dari rutinitas harian.

Isi Daya Sebelum Baterai Benar-Benar Habis

Ambil kebiasaan mengisi daya saat baterai menyisa 20 hingga 30 persen. Kalau laptop selalu menempel di stop kontak, aktifkan fitur pembatasan pengisian sampai 80 persen. Dan jangan biarkan ventilasi tertutup alas empuk.

Periksa Pengaturan Operator Saat Sinyal Bermasalah

Sebelum menyalahkan operator, coba lepas casing tebal, dekati jendela, pastikan baterai cukup, dan restart perangkat. Kalau masalah berulang, periksa pembaruan pengaturan operator dan kondisi kartu SIM.

Merawat gadget sebenarnya berarti membiarkannya bekerja sesuai cara dirancang. Tidak perlu mengontrol setiap aplikasi atau menghabiskan setiap persen baterai. Dengan mengubah beberapa kebiasaan kecil, umur HP dan laptop bisa lebih panjang tanpa harus selalu waswas setiap memakainya.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar