Notifikasi Update Selalu Kita Tunda, dan Itu Kabar Baik Buat Peretas

Setiap kali HP meminta pembaruan, jempol kita otomatis cari tombol nanti. Padahal 32% serangan siber memanfaatkan celah perangkat lunak yang belum diperbarui, dan satu celah zero-day Android sudah dieksploitasi tanpa perlu kita klik apa pun.

Bagikan cerita ini:
Notifikasi pembaruan perangkat lunak di layar HP yang kerap ditunda pengguna

Hampir semua orang punya refleks yang sama tiap kali HP meminta pembaruan. Jempol langsung mencari tombol Nanti sebelum mata sempat membaca baris pertamanya. Alasannya sering masuk akal. Kuota lagi tipis, baterai tinggal 40 persen, atau kita sedang buru-buru balas pesan. Update terasa seperti gangguan, bukan urgensi. Tapi justru di jeda singkat itulah peretas paling sabar menunggu.

CNBC Indonesia merangkum kajian The Hidden Dangers of Outdated Software yang menyebut sekitar 32 persen serangan siber memanfaatkan celah pada perangkat lunak yang belum diperbarui. Setiap penundaan menambah satu hari masa berlaku celah yang sudah ditambal.

1,35 Miliar HP Android yang Diam-Diam Jadi Target

Skalanya sulit dibayangkan. Teknologi.id mengutip data GlobalStats StatCounter per November 2025 yang mencatat sekitar 1,35 miliar perangkat Android di dunia berada dalam posisi rentan, hampir 35 persen dari total 3,9 miliar pengguna aktif Android. Penyebabnya bukan malware baru, melainkan sistem operasi lawas yang tidak lagi menerima perlindungan optimal.

Hampir sepertiga pengguna Android masih menjalankan Android 13 atau lebih lama. Sebagian besar vendor hanya menjamin pembaruan sistem dan patch keamanan selama 2 hingga 3 tahun. Setelah masa dukungan berakhir, pengembang berhenti mengirim obat untuk celah-celah baru. Sepanjang Desember 2025 saja, Google merilis pembaruan yang menutup setidaknya 107 kerentanan keamanan. Bagi pengguna OS lawas, celah itu akan tetap terbuka selamanya.

Akar masalahnya adalah fragmentasi. Android dipakai ratusan produsen dengan ribuan model berbeda, dan setiap produsen punya kebijakan pembaruan sendiri. Pengguna ponsel kelas menengah ke bawah sering ditinggalkan setelah satu tahun pembelian. Teknologi.id menilai ketidakpedulian pada versi OS adalah pintu masuk utama bagi pencurian data skala masif.

Celah yang Menyerang Tanpa Perlu Kita Klik

Jenis ancaman yang paling tidak adil adalah zero-day, celah keamanan yang sudah dieksploitasi peretas sebelum pengembang sempat membuat perbaikannya. Kompas Tekno melaporkan buletin keamanan Android Juni 2026 memuat perbaikan untuk celah berkode CVE-2025-48595, sudah dikonfirmasi dimanfaatkan dalam serangan nyata, dan memengaruhi seluruh versi Android yang masih didukung, yaitu Android 14, 15, 16, dan 16 QPR2.

Celah ini berada di Android Framework, berisiko tinggi, dan termasuk jenis elevation of privilege. Penyerang menjalankan kode berbahaya lewat celah integer overflow, lalu menaikkan hak akses hingga berpotensi menguasai sistem sepenuhnya, membaca data sensitif, atau melumpuhkan perangkat. Bagian paling tidak menyenangkan, Google menegaskan eksploitasinya tidak butuh interaksi pengguna sama sekali. HP bisa diserang tanpa kita klik apa pun. Perlindungannya baru ada pada security patch level 2026-06-05. Perangkat yang level patch-nya di bawah angka itu masih menyimpan pintu yang sengaja tidak ditutup.

Teknologi.id mencatat dua celah zero-day lain di Desember 2025, CVE-2025-48633 dan CVE-2025-48572, plus kerentanan kritis pada Framework Android, CVE-2025-48631, yang memungkinkan serangan Remote Denial of Service. Peretas bisa melumpuhkan perangkat atau mengambil alih kendali sistem tanpa izin fisik pemiliknya.

Apa yang Sebenarnya Dimakan Peretas

Sekali peretas masuk lewat celah yang tidak tertambal, aksesnya luas. Teknologi.id mendaftar risikonya, mulai dari pencurian kredensial aplikasi bank digital, peretasan akun media sosial dan email lewat keylogging, hingga pengambilan foto dan riwayat lokasi untuk pemerasan. Mikrofon dan kamera bisa diaktifkan diam-diam. HP yang masih terlihat bagus secara fisik, secara digital ibarat rumah tanpa kunci.

Akses peretas ke data pribadi lewat celah keamanan yang belum ditambal
Foto oleh Sora Shimazaki di Pexels

Tiga Tanda HP Sudah Disusupi

Panas Dan Baterai Anjlok

detikInet mengingatkan, HP yang tiba-tiba panas padahal tidak sedang membuka aplikasi berat adalah tanda bahaya. Malware bisa membebani prosesor atau mekanisme pengisian daya. Baterai lalu cepat habis karena ada aktivitas tak kasat mata yang mengirim data ke server pelaku. Kuota ikut cepat habis.

Iklan Dan Pulsa Yang Menghilang

Iklan yang muncul tiba-tiba dan mengganggu menandakan adware, malware yang memanen klik dan uang dari korban. Jika ada SMS atau panggilan yang tidak pernah kita lakukan, waspada. Hacker bisa membebani panggilan atau pesan untuk memotong pulsa, dan ada malware yang memang dirancang menyedotnya.

Aplikasi Tak Dikenal

Aplikasi yang ada di HP padahal kita tidak ingat kapan memasangnya adalah alarm paling jelas. detikInet menyarankan segera menghapus aplikasi tidak jelas asalnya, termasuk ekstensi Chrome pihak ketiga dan apa pun yang diunduh di luar Play Store.

Aplikasi Usang Punya Harga Sendiri

Bukan hanya sistem operasi yang rapuh. Readers.id menyoroti kebiasaan mengabaikan notifikasi pembaruan aplikasi. Pembaruan rutin biasanya membawa patch untuk celah keamanan versi sebelumnya. Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat atau CISA menyarankan pengguna langsung memasang pembaruan saat notifikasi muncul, terutama untuk aplikasi yang menyimpan data sensitif seperti info login, pesan, dan foto.

Dua ancaman spesifik menyasar perangkat yang jarang diperbarui. Readers.id menyebut Coruna exploit kit mengeksploitasi iPhone model lama, sementara Rafel RAT kerap menyasar Android yang tidak pernah diperbarui. Aplikasi usang juga kehilangan akses ke fitur terbaru, dan lama-kelamaan bisa berhenti berfungsi total.

Kapan boleh menunda? Cek dulu rincian catatan pembaruan di Google Play Store atau Apple App Store. Kalau isinya cuma perubahan minor, penundaan masih wajar. Kalau mencakup perbaikan keamanan, segera pasang. Jika HP sudah tidak mampu menerima pembaruan sistem dan aplikasi utama gagal jalan, itu penanda kuat untuk mengganti perangkat.

HP panas dan baterai cepat habis sebagai tanda aktivitas malware di latar belakang
Foto oleh DEBRAJ ROY di Pexels

Update Bikin Error, Boleh Kembali ke Versi Lama?

Jujur, ketakutan pada update bukan halu. Kadang pembaruan justru membawa tampilan kurang nyaman atau bug. Liputan6 menjelaskan cara mengembalikan aplikasi ke versi lama secara aman, tapi memperingatkan bahwa aplikasi penting sering punya akses mendalam ke data pribadi, sehingga memakai versi lama menimbulkan risiko keamanan sendiri. Langkahnya, buka Pengaturan, pilih Aplikasi, ketuk Paksa Berhenti lebih dulu, lalu Copot Pemasangan, dan pasang kembali versi lama dari sumber tepercaya. Liputan6 juga menyarankan melaporkan masalah ke pengembang, karena rollback adalah jalan pintas, bukan solusi permanen.

Cek HP Sekarang, Sebelum Besok

Cek Versi Android Dan Level Patch

Caranya singkat. Buka Pengaturan, pilih Tentang Ponsel, lalu ketuk Versi Android. Periksa baris security patch level. Kompas Tekno menyarankan pastikan sudah mencapai 2026-06-05 untuk perlindungan dari CVE-2025-48595. Jika perangkat menunjukkan Android 13 atau lebih lama, segera buka menu Pembaruan Perangkat Lunak. Jika produsen sudah menyatakan dukungan berakhir, saatnya mempertimbangkan penggantian.

Hidupkan Pembaruan Otomatis

CNBC Indonesia menyarankan mengaktifkan pembaruan otomatis agar update berjalan tanpa repot. Untuk iPhone, buka Pengaturan, General, Software Update, lalu Download and Install, atau pilih Install Tonight agar terpasang saat kita tidur. Untuk Android, jalannya Pengaturan, Sistem, Pembaruan Sistem. Backup data dulu, pastikan baterai minimal 50 persen, dan sambungkan ke Wi-Fi.

Cek Notifikasi Yang Kita Abaikan

Sambil menunggu update terpasang, aktifkan Google Play Protect lewat aplikasi Play Store, ketuk ikon profil, masuk ke Play Protect, lalu nyalakan Scan Apps With Play Protect. detikInet juga menyarankan menghindari mengklik link tidak terpercaya.

Menunda Update Itu Pilihan, Bukan Nasib

Tidak semua pembaruan buruk, dan tidak semua penundaan berarti petaka. Tapi data sudah bicara. 1,35 miliar perangkat Android rentan, 32 persen serangan siber lewat celah yang belum ditambal, dan satu celah zero-day Android sudah dieksploitasi tanpa perlu interaksi kita sama sekali. Notifikasi update di layar adalah undangan terakhir untuk menutup pintu sebelum seseorang masuk. Tidak ada salahnya menunda satu dua kali. Yang berbahaya adalah menunda setiap kali.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar