Beli Obat Online Semudah Pesan Makan, Satu Plastik Klip Merusak Semuanya
Beli obat online kini semudah pesan makan, tapi lapak yang menjual obat setelan tanpa identitas makin marak di e-commerce. Ini cara memastikan obat yang sampai ke rumah benar-benar resmi.

Awal 2025, sebuah apotek di Cilegon, Banten, digerebek. Bukan lantaran harga miring, tapi karena obat di dalamnya sudah dikeluarkan dari kemasan asli dan dibungkus ulang memakai plastik klip. Pemiliknya, yang juga direktur sebuah perusahaan, ditetapkan menjadi tersangka pada 20 Januari 2025.
Plastik klip itulah yang disebut obat setelan. Isinya campuran beberapa tablet atau kapsul tanpa identitas, nomor batch, maupun tanggal kedaluwarsa. Kepala Balai Besar POM Serang, Mozaza Sirait, menemukan penyimpanan obat semacam ini saat penindakan 9 Oktober 2024 bersama Polda Banten dan Dinas Kesehatan setempat.
Obat Setelan Murah di Harga, Mahal di Organ Dalam
Obat setelan dijajakan dengan klaim ampuh untuk berbagai keluhan, mulai pegal linu, asam urat, nyeri gigi, rematik, sampai flu tulang. Yang bermerek dikemas dalam karton atau rentengan, yang tanpa merek cuma dibungkus plastik biasa. Harganya memang murah, tapi tidak ada yang bisa menjamin isinya.
Kemasan asli sebenarnya bukan sekadar bungkus. Di sana tertulis dosis, petunjuk pakai, dan peringatan. Begitu kemasan dilepas, semua informasi penting itu ikut hilang. Padahal banyak obat setelan tergolong obat keras yang menurut aturan hanya boleh ditebus dengan resep dokter.
Dokter Anis Karuniawati, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia, menggarisbawahi risiko yang paling sering diabaikan. Campuran beberapa obat dalam satu plastik bisa memicu keracunan atau efek toksik karena interaksi antarzatnya tidak pernah diuji. Dosisnya juga tidak disesuaikan dengan berat badan, sehingga risiko overdosis sangat tinggi. BPOM sendiri mencatat potensi gangguan fungsi hati, ginjal, dan metabolisme tubuh.

Beli Obat Online Sekarang Semudah Pesan Makan
Sisi lain ceritanya jauh lebih cerah. Gojek menghadirkan GoMed sejak 2016 dan dua tahun kemudian menggandeng Halodoc. Bank Mandiri menyematkan Kimia Farma ke dalam fitur Livin Sukha. VIVA Apotek meluncurkan layanan WhatsApp Commerce Express dengan janji obat sampai dalam satu jam.
Alasannya jelas. Direktur Utama Medela Potentia, Krestijanto Pandji, di CNBC Indonesia Health Summit 2025 mengatakan bahwa anak muda sekarang malas datang ke apotek. Karena itu industri farmasi memfasilitasi pembelian obat, baik yang butuh resep maupun tidak, melalui platform digital. Perusahaannya bahkan sudah memiliki cabang dari Aceh sampai Papua.
Tapi kemudahan ini membawa keluhannya sendiri. Survei Katadata Insight Center tahun 2024 menemukan 68 persen masyarakat Indonesia mengeluhkan lambatnya layanan farmasi online, mulai dari respon admin yang lama sampai pengiriman yang makan waktu berhari-hari. Layanan instan lewat WhatsApp yang memproses pesanan tanpa menunggu balasan manual adalah jawaban atas keluhan itu.
Tiga Cek Pertama Sebelum Klik Tombol Bayar
Komunitas Apoteker Muda Jambi punya aturan main yang sederhana. Membeli obat secara online diperbolehkan asal melalui apotek resmi yang bekerja sama dengan marketplace terpercaya. Apoteker Asri Yuniarti menekankan satu syarat yang tidak bisa ditawar, yaitu apoteknya jelas, resmi, dan punya izin edar dari BPOM.
Cek kedua dilakukan saat paket tiba. Segel yang rusak, kemasan penyok, atau bentuk cairan yang berubah adalah alasan kuat untuk tidak mengonsumsi obat tersebut. Cek ketiga berada di saluran pemesanan. Gunakan hanya tautan atau nomor yang tercantum di situs resmi apotek, karena tautan tidak dikenal yang beredar di grup WhatsApp sering menjadi pintu masuk obat palsu.

Cek Stok Dulu, Presiden Pernah Ketahuan Kosong
Bahkan presiden pernah kesandung masalah stok. Juli 2021, Jokowi datang mendadak ke Apotek Villa Duta di Bogor mencari Oseltamivir dan Favipiravir. Keduanya kosong. Beliau lalu menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan bertanya ke mana harus mencari.
Dari kejadian itu masyarakat jadi tahu bahwa Kementerian Kesehatan punya Farmaplus. Aplikasi dan situs ini menampilkan ketersediaan obat di apotek seluruh Indonesia. Caranya pilih jenis obat, provinsi, lalu kabupaten atau kota, dan sistem akan menampilkan alamat apotek yang masih memiliki stok. Arianti Anaya, pelaksana tugas Direktur Jenderal Kefarmasian, menyebut jejaringnya menjangkau seluruh Indonesia.
Arianti juga mengingatkan satu hal yang sering dilupakan orang sakit. Obat yang dipakai tidak sesuai resep dokter bukan menyembuhkan, melainkan menjadi racun. Makanya, untuk obat yang butuh resep, konsultasi dulu dengan dokter atau apoteker sebelum checkout.
Kalau Sudah Terlanjur Membeli Obat Mencurigakan
Laporan penjualan obat ilegal bisa dikirim ke HALO BPOM di nomor 1500533 atau melalui media sosial resmi BPOM. Setiap laporan akan ditindaklanjuti, dan ini jauh lebih efektif daripada hanya memposting keluhan di grup.
Belanja obat tanpa resep juga bisa berujung ke meja hijau. Andrie Bayuajie, gitaris Kahitna, pada Juni 2022 ditangkap setelah membeli obat psikotropika sebanyak 12 kali tanpa resep. Polisi menyita 45 butir Valdimex Diazepam di kostnya di Cilandak. Dia dijerat Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman penjara di atas lima tahun.
Lima Langkah Praktis Memesan Obat dalam Hitungan Menit
Langkah pertama, pastikan aplikasinya resmi. Buka Gojek, pilih menu Lainnya, cari GoMed, lalu aplikasi akan mengarahkan ke Halodoc. Kedua, ketik nama obat di kolom pencarian dan biarkan sistem mencarikannya di apotek terdekat.
Ketiga, cek lokasi pengiriman sebelum membayar. Keempat, pilih opsi pengiriman yang sesuai, instan untuk hari yang sama, terjadwal untuk hari berikutnya, dan standar untuk satu sampai empat hari. Kelima, simpan bukti pembayaran. Jika memakai Livin Sukha, alurnya nyaris sama, masuk fitur Sukha, pilih Kimia Farma, masukkan obat ke keranjang, lalu bayar.
Artikel Terkait
Lihat kategori Tutorial ↗
HP 5G Harganya Selangit, Tapi Cakupan 5G Indonesia Baru 4,44 Persen
Membeli HP 5G itu nggak murah, padahal cakupan jaringan 5G di Indonesia baru sekitar 4,44 persen per April 2025. Sebelum menyalahkan ponselnya, ada beberapa pintu yang sebaiknya dicek dulu.
Kamu Beli Kuota untuk Diri Sendiri, Tapi Aplikasi Diam-Diam Makannya Lebih Dulu
Sebagian besar kuota yang kamu beli habis dimakan aplikasi di latar belakang, bukan olehmu. Cara menghentikan pembocoran ini hanya butuh beberapa pengaturan.
Tombol Power dan Volume Sudah Lumayan Tua, Sementara Semua HP Punya Cara Lebih Cepat
Semua HP punya empat sampai lima pintu untuk mengambil tangkapan layar, tapi kebanyakan kita cuma hafal satu yang paling tua.
Ruang Diskusi & Komentar