Bibir Pecah Selalu Disalahkan ke Udara, Padahal Air Liur Sendiri yang Menggerus

Bibir pecah-pecah paling sering disalahkan pada udara kering, padahal kebiasaan menjilat bibir dan pilihan makanan harian jauh lebih sering jadi biangnya.

Bagikan cerita ini:
Bibir kering dan pecah-pecah dalam jarak dekat

Sudah berapa tabung lip balm yang dibeli tahun ini, dan bibir masih saja pecah? Kalau jawabannya banyak, kemungkinan besar bukan produknya yang bermasalah. Kebanyakan orang langsung menyalahkan udara kering atau ruangan ber-AC saat bibir mulai kasar, padahal kebiasaan harian sendiri jauh lebih sering jadi biangnya.

Bibir Dibangun Tanpa Lapisan Pelindung

Bibir praktis telanjang dibanding kulit lain. Dokter spesialis kulit Adam Friedman menjelaskan, bibir tidak memiliki stratum corneum, yakni lapisan terluar kulit yang berperan sebagai penghalang saat kulit dalam kondisi kering. Bibir juga tidak memiliki kelenjar minyak, sehingga sulit mempertahankan kelembaban alaminya. Setiap gesekan, tiupan angin, dan kebiasaan buruk akan langsung terbaca sebagai bibir kasar dalam hitungan hari.

Associate professor Dan Malone dari fakultas farmasi Monash University mengingatkan, bibir memang rentan bergesekan, terpapar cuaca ekstrem, dan dehidrasi sekaligus. Inilah alasan kenapa bibir sebetulnya butuh perlakuan lebih hati-hati, bukan sekadar lebih banyak produk.

Air Liur Menghadirkan Rasa Nyaman Palsu

Saat bibir terasa kering, refleks paling umum adalah menjilatnya. Niatnya jelas, melembapkan. Sayangnya efeknya justru sebaliknya. Air liur mengandung enzim yang dirancang tubuh untuk memecah lemak, protein, dan karbohidrat. Begitu enzim itu bekerja di bibir, kelembaban alami bibir ikut tergerus, dan kondisinya makin parah setiap kali proses ini diulang.

Malone menambahkan, air liur juga bisa memicu iritasi dan kerusakan kalau kebiasaan ini dipertahankan. Singkatnya, setiap kali bibir dijilat, bibir dikeringkan ulang. Kebiasaan ini sulit disadari karena memang memberi kelegaan instan, dan justru itulah jebakan utamanya.

Kebiasaan menggigit dan menjilat bibir yang memperparah kekeringan
Foto oleh Moussa Idrissi di Pexels

Tiga Biang Lain yang Sering Luput dari Radar

Bibir kering bukan hanya soal cuaca. Beberapa kebiasaan dan kondisi berikut sering luput diperhatikan, padahal efeknya terasa nyata di bibir.

Makanan Asin dan Pedas Menyerap Air dari Bibir

Garam punya sifat menahan air. Dokter spesialis kulit Doris Day menjelaskan, kandungan garam pada makanan asin bisa menyerap air dari bibir dan mengeringkannya. Makanan pedas memberi efek tambahan berupa iritasi yang membuat bibir lebih mudah kering dan mengelupas. dr Kevin A Maharis, Medical Director Maharis Clinic, memberi perumpamaan yang lebih gamblang, garam bekerja seperti spons terhadap air, menyerap cairan dari mana saja, termasuk dari kulit dan bibir.

Sengatan Matahari yang Sering Disangka Cuma Dehidrasi

Bibir adalah area yang paling sering luput saat memakai tabir surya. Dokter kulit Nazanin Saedi dari Universitas Thomas Jefferson mengingatkan, banyak orang menganggap dirinya sekadar punya bibir pecah-pecah, padahal itu sengatan matahari. Cirinya cukup jelas, bibir terasa kering beberapa jam setelah paparan dan disertai sensasi panas. Kulit yang mengelupas bahkan melepuh bisa muncul beberapa jam hingga sehari setelahnya, dan luka bakar ini paling menyakitkan dalam 6 hingga 48 jam sebelum mulai membaik sekitar tiga hari.

Vitamin B dan Efek Obat Jerawat

Friedman menjelaskan, kekurangan vitamin B bisa menyebabkan bibir kering, pecah-pecah, dan kemerahan, biasanya disertai ruam di sekitar bibir. Kekurangan vitamin B6 secara khusus bisa memicu dermatitis seboroik menurut National Institutes of Health, dan menumpuk pada gejala lain seperti kelelahan hingga sistem imun yang melemah. Cara memastikannya cukup sederhana, dokter akan menyarankan tes darah untuk melihat vitamin mana yang belum tercukupi, bukan ditambahkan sendiri di apotek.

Sementara itu, pengguna obat jerawat sering mengeluhkan bibir kering sebagai efek samping. Friedman menyarankan untuk lebih sering memakai pelembap bibir, sekaligus mengonfirmasi ulang ke dokter apakah obat yang sedang dipakai memang menjadi penyebabnya.

Ibu Hamil Punya Empat Pintu Berbeda

Bibir kering pada ibu hamil tidak selalu karena lupa minum. Kehamilan meningkatkan metabolisme sehingga kebutuhan cairan ikut naik, dan kalau tidak terpenuhi, bibir jadi salah satu yang paling cepat menunjukkan tanda dehidrasi. Selain itu, aliran darah ke saluran hidung bisa menyebabkan hidung tersumbat, membuat ibu hamil lebih sering bernapas melalui mulut, dan udara yang lewat terus-menerus mengeringkan bibir.

Morning sickness memperberat situasi. Jurnal di Autonomic Neuroscience mencatat sekitar 70 hingga 80 persen ibu hamil mengalaminya, dan pada kondisi parah yang disebut hipermesis gravidarum, muntah yang terus-menerus memicu dehidrasi. Pintu terakhir, volume darah bisa naik hingga 50 persen lebih tinggi, meregangkan kulit dan bibir hingga terasa kering. Karena itu, bibir pecah yang terus-menerus pada kehamilan sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai masalah kosmetik.

Pelembap Mahal Belum Tentu Bersahabat

Banyak yang merasa pelembap sedang bekerja saat bibir terasa panas dan perih. American Academy of Dermatology Association mengingatkan, asumsi ini tidak selalu benar, dan bisa jadi produk justru sedang mengiritasi bibir. Beberapa bahan yang sebaiknya dihindari antara lain camphor, eucalyptus, menthol, pewangi, oxybenzone atau octinoxate, salicylic acid, serta perisa seperti sitrus dan mint. Dokter kulit Deshan Sebaratnam dari Liverpool Hospital menambahkan, pemakaian wewangian yang tidak cocok akan menghambat proses penyembuhan dan memperparah kondisinya.

Sebaliknya, bahan yang terbukti membantu antara lain castor seed oil, ceramides, dimethicone, mineral oil, petrolatum, shea butter, titanium oxide atau zinc oxide, white petroleum jelly, dan hemp seed oil. Petroleum jelly secara khusus bekerja mengunci air di bibir sehingga kelembapannya bertahan lebih lama. Singkatnya, kandungan bahan aktifnya yang menentukan, bukan harganya.

Pelembap bibir dan hidrasi yang membantu menjaga bibir tetap lembap
Foto oleh Jonas Wilson di Pexels

Bibir yang Sudah Pecah Butuh Tangan Lembut

Saat bibir sudah mengelupas, godaan untuk mengelupaskannya paksa hampir selalu menang. Padahal langkah ini justru berisiko membuat bibir berdarah dan terasa sakit. Cara yang lebih aman adalah eksfoliasi lembut, salah satunya scrub gula yang dioleskan perlahan dengan ujung jari, agar sel kulit mati terangkat tanpa merusak kulit bibir.

Untuk bibir yang terbakar matahari, kompres dingin membantu meredakan rasa, lalu dilapisi petroleum jelly agar efeknya tahan lebih lama. Obat pereda nyeri yang dijual bebas juga bisa membantu, dan sementara waktu hindari dulu lipstik serta lipgloss sampai bibir benar-benar membaik.

Mulai Malam Ini

Perawatan bibir sebetulnya sederhana. Penuhi dulu kebutuhan cairan tubuh, sebab Organisasi Kesehatan Dunia menekankan hidrasi sebagai bagian dari kesehatan kulit. dr Kevin juga menyarankan kombinasi air putih dengan cairan isotonik, karena kandungan mineralnya membantu tubuh menahan air, bukan langsung dibuang kembali. Setelah mandi, kunci kelembapan bibir dengan pelembap berbahan petrolatum, lalu ulangi setiap habis makan atau sebelum tidur.

Intinya, bibir pecah bukan hanya soal cuaca atau udara kering. Kebiasaan menjilat, pilihan makanan, paparan matahari, hingga kandungan produk yang dipakai jauh lebih menentukan. Memahami ini berarti bibir tidak perlu lagi diperlakukan seperti musuh yang harus ditaklukkan setiap bulan.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗