Colokan Kulkas Dibiarkan Saja Saat Listrik Padam, dan Ini Alasan Elektronik Kita Berumur Pendek

Saat listrik mati, korbannya justru muncul saat listrik menyala kembali. Lonjakan tegangan sesaat itulah yang diam-diam menyusutkan umur kulkas, AC, dan mesin cuci di rumah.

Bagikan cerita ini:
Ilustrasi pemadaman listrik di rumah dan peralatan elektronik di dapur

Listriknya Yang Mati, Tapi Kerusakannya Datang Saat Menyala Lagi

Setiap kali listrik padam, kebanyakan dari kita cuma mencari lilin dan menunggu. Padahal menurut Ketua Bidang Standardisasi Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia Helvin Herman Tirtadjaja, momen yang benar-benar berbahaya justru terjadi saat aliran listrik kembali normal. Saat itulah sering terjadi lonjakan tegangan sesaat atau transien yang berpotensi merusak komponen elektronik.

Tekanan paling besar ditanggung power supply atau sistem catu daya, bagian yang bertugas mengubah dan mengatur suplai listrik agar sesuai kebutuhan tiap perangkat. Kalau lonjakan melebihi batas toleransi, power supply jadi komponen paling rentan jebol. Risiko ini makin besar kalau listrik mati dan hidup berulang dalam waktu berdekatan, persis pola pemadaman bergilir yang terjadi belakangan ini.

Dedet Candra Riawan, dosen Departemen Teknik Elektro ITS, menegaskan bahwa perangkat modern memakai komponen yang sensitif terhadap perubahan tegangan. Meski setiap perangkat punya batas ketahanan tertentu, tetap ada titik kerentanan saat terjadi transisi listrik yang drastis. Jadi kekhawatiran pemilik rumah akan kerusakan elektronik bukan sekadar perasaan, melainkan memang ada penjelasan teknisnya.

Stop kontak dan steker peralatan elektronik di rumah
Foto oleh Dean Fugate di Pexels

Kulkas dan Mesin Cuci Satu Tabung Jadi Pasien Paling Sering

Data lapangan dari Fadil, teknisi servis peralatan elektronik di Ponorogo, menunjukkan barang yang paling sering dibawa ke tempat usahanya setelah pemadaman adalah kulkas dan mesin cuci satu tabung. Sebabnya cukup teknis. Saat listrik tiba-tiba mati, kompresor kulkas berhenti bekerja secara mendadak padahal cairan pendingin atau freon masih berada dalam tekanan tinggi.

Jika listrik kembali dalam waktu singkat, kompresor dipaksa bekerja melawan tekanan tersebut. Kondisi itu membuat kompresor bekerja sangat berat, dan dalam jangka panjang komponen sensitif bisa korsleting bahkan terbakar. Inilah alasan teknisi seperti Fadil selalu mengimbau masyarakat mencabut kabel peralatan elektronik dari stop kontak saat pemadaman berlangsung lebih dari 10 menit.

Beban Arus Awal Yang Sering Dilupakan

Toto Sukisno, dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta, menambahkan satu penjelasan lain. Beberapa peralatan rumah tangga butuh arus awal atau starting current yang cukup besar saat kembali dinyalakan. Kondisi ini terutama terjadi pada perangkat yang belum memakai teknologi inverter, seperti AC dan kulkas konvensional.

Artinya dua perangkat yang paling umum di rumah Indonesia sekaligus jadi yang paling rapuh menghadapi pemadaman berulang. Sensitivitas inilah yang membuat sekali saja listrik mati dan menyala dalam hitungan menit, risiko kerusakan sudah terbentuk meski belum terlihat hari itu.

Voltase Rendah Diam-Diam Tetap Berbahaya

Kasus warga Dusun Naroan, Desa Soket Dajah, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan menunjukkan sisi lain masalah ini. Tegangan listrik di sana hanya berkisar 170 hingga 190 volt pada siang hari, dan anjlok ke 110 hingga 150 volt saat malam hari, jauh di bawah standar 220 volt. Akibatnya peralatan elektronik warga rusak bergantian, dan salah satu warga melaporkan tiga unit televisi di rumahnya sudah jadi korban.

Keluhan serupa sudah berulang kali dilaporkan ke PLN sejak April 2026, namun hingga laporan diterima belum ada tindak lanjut konkret. Pola ini menegaskan satu hal penting. Kerusakan elektronik rumah tangga tidak selalu disebabkan kesalahan pemakaian, tetapi juga kondisi pasokan listrik yang tidak stabil di suatu wilayah. Karena itu menyalahkan diri sendiri setiap kali kulkas rusak sering kali tidak adil.

Satu Kedipan Detik Cukup Untuk Menghentikan Pekerjaan

Dampak instabilitas tegangan tidak terbatas pada kerusakan perangkat. Dedet menjelaskan bahwa pada sektor usaha, kedipan listrik selama satu hingga dua detik saja dapat menghentikan proses komputasi atau produksi yang harus diulang dari awal. Jadi bagi pelaku usaha kecil yang mengandalkan komputer atau mesin, pemadaman singkat punya harga yang nyata.

Keluhan warga Bangkalan memperkuat gambaran ini. Salah satunya berujar bahwa elektronik di dusunnya banyak yang rusak, dan kalau listriknya sering jeglek, mustahil barang bertahan lama. Pernyataan sederhana itu justru paling tepat merangkum akar masalahnya.

Jeda Lima Hingga Sepuluh Menit Yang Menentukan Umur Barang

Toto menjelaskan bahwa mencabut steker bukan sekadar menghemat listrik, melainkan mencegah perangkat mengalami kondisi hidup-mati secara berulang yang mempercepat kerusakan komponen. Karena itu ia menyarankan agar tidak terburu-buru menancapkan kembali kabel sesaat setelah listrik menyala. Tunggu hingga kondisi pasokan listrik benar-benar stabil, kira-kira lima menit setelah listrik menyala.

Dedet menambahkan aturan praktis lain. Untuk AC non-inverter, matikan perangkat melalui remote lebih dulu dan cabut steker jika jadwal pemadaman sudah diketahui, lalu tunggu sekitar lima hingga sepuluh menit setelah listrik normal sebelum menyalakannya kembali. Mencabut steker juga wajib untuk kulkas lama dan pompa air karena keduanya butuh arus awal besar saat dinyalakan kembali.

Teknisi servis peralatan elektronik rumah tangga
Foto oleh tnfeez desgin di Pexels

Perangkat berbasis inverter seperti AC generasi terbaru peraturannya berbeda. Menurut Dedet perangkat jenis ini umumnya sudah dilengkapi sistem perlindungan otomatis, sehingga cukup dimatikan melalui remote tanpa harus mencabut kabel dari stop kontak. Jadi sebelum memutuskan repot atau tidak, cek dulu apakah perangkat di rumah sudah berbasis inverter.

Genset Kecil Bukan Selalu Jawaban

Banyak rumah tangga dan pelaku usaha kecil mengandalkan genset sebagai cadangan daya. Dedet mengingatkan agar tidak sepenuhnya bergantung pada solusi ini. Genset kapasitas kecil yang banyak beredar umumnya punya kestabilan tegangan lebih rendah dibandingkan pasokan listrik PLN. Akibatnya elektronik tetap berisiko terganggu saat terjadi lonjakan atau penurunan tegangan, bahkan saat sudah memakai sumber daya cadangan.

Dengan meningkatnya frekuensi pemadaman di sejumlah wilayah, kewaspadaan pengguna jadi cara paling efektif menghindari biaya perbaikan yang tidak sedikit. Dibandingkan harga kompresor kulkas baru, mencabut steker dan menunggu sepuluh menit terlampau murah untuk dilewatkan.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗