Dapur Kita Berisi Barang yang Minum Listrik dan Gas Diam-Diam, dan Kita Biarkan Saja

Dapur rumah kita sebenarnya paling boros energi di rumah, dan biangnya bukan belanja peralatan baru, melainkan kebiasaan kecil yang kita ulang tiap hari tanpa sadar.

Bagikan cerita ini:
Dapur rumah dengan kompor dan peralatan masak yang menyala

Banyak yang komplain tagihan listrik melonjak tiap bulan, lalu langsung menyalahkan tarif. Padahal kalau kita amati siapa yang paling banyak menyedot listrik dan gas di rumah, jawabnya hampir selalu satu ruangan: dapur.

Soalnya, sebagian besar energi itu terbuang bukan karena masakannya banyak, tapi karena cara kita masak tidak efisien. Api menyala lebih lama dari masakannya, kulkas bekerja dua kali lebih keras dari seharusnya, dan barang-barang yang sudah mati tetap minum listrik diam-diam.

Kabar baiknya, biangnya bukan peralatan murah yang kita beli dulu. Biangnya adalah kebiasaan yang sudah otomatis kita lakukan setiap hari, dan kebiasaan itu bisa diperbaiki tanpa keluar uang sepeser pun.

Dapur Diam-Diam Paling Boros, dan Kita Selalu Salah Menyalahkan Tarifnya

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat viral karena mengimbau hal yang terdengar terlalu sederhana: matikan kompor kalau masakannya sudah matang. Banyak yang menertawakan, tapi faktanya imbauan itu persent di titik yang paling sering diabaikan di dapur kita.

Dosen Teknik Ketenagalistrikan ITB Syarif Hidayat menegaskan AC adalah alat elektronik paling boros listrik di rumah, dengan satu unit daya sekitar 300 watt. Tapi kalau dihitung total pemakaian di dapur, kompor gas, kulkas, mesin cuci, dan peralatan dapur listrik lainnya jumlahnya bisa menyamai AC yang menyala seharian.

AC dan Kulkas, Dua Kang Minum Listrik Paling Setia

Kulkas adalah satu-satunya barang di rumah yang bekerja 24 jam nonstop. Energi Saving Trust mencatat kulkas dan freezer menyumbang sekitar 13 persen dari tagihan listrik rumah tangga. Lumayan untuk satu barang yang kita anggap tidak pernah bermasalah.

Masalahnya, kita jarang memeriksa karet pintunya. Karet longgar atau kotor membuat udara dingin keluar terus, dan kompresor dipaksa bekerja lebih keras. Suhu kulkas idealnya 2 sampai 4 derajat Celsius, freezer minus 18. Di bawah itu murni membuang energi.

Kompor yang Dibiarkan Menyala Saat Kita Lagi Sibuk Lain

Kompor gas menyala dengan panci merebus di atas burner
Foto oleh Timur Saglambilek di Pexels

Kejahatan kecil di kompor: memanaskan minyak terlalu lama, menyalakan api besar untuk air sedikit, atau membiarkan kompor menyala sambil kita keluar ruangan sebentar. Bukan sekadar boros, ini juga pola kebiasaan paling gampang dibetulkan tanpa modal.

Kebiasaan Sepele yang Menguras Gas dan Listrik Tanpa Kita Sadar

Kalau gas tabung cepat habis padahal masaknya biasa-biasa saja, coba cek dulu apakah bahan makanannya sudah dipotong kecil sebelum kompor dinyalakan. Pertamina membagikan tips sederhana ini: potong bahan lebih kecil agar cepat matang, pakai air secukupnya, dan tutup panci supaya panas tidak lolos ke udara.

Panci Terbuka dan Air Mendidih Terlalu Lama

Merebus air tanpa tutup panci adalah pemborosan paling tidak terlihat. Panas yang seharusnya dipakai untuk memasak malah menguap ke langit-langit dapur. Gunakan peralatan masak dengan dasar rata yang menempel penuh di kompor, karena panas tersalurkan lebih merata dan waktu masak jadi lebih singkat.

Membersihkan kompor juga bagian dari hemat. Burner yang kotor membuat api tidak biru sempurna, dan itu artinya sebagian gas terbakar tanpa menghasilkan panas. Sekali lagi, tanpa modal, cuma butuh sikat dan kesabaran.

Steker yang Tidak Pernah Dicabut dan Karet Pintu Kulkas Longgar

Kulkas dan peralatan listrik di dapur yang stekernya tertanam di stop kontak
Foto oleh Ivan S di Pexels

Liputan6 merangkum fenomena yang disebut beban hantu atau daya vampir: peralatan elektronik yang tetap menarik daya meskipun sudah dimatikan. Charger, teko listrik, microwave, dan rice cooker yang dibiarkan steker tertanam di stop kontak tanpa berfungsi apa-apa.

Solusinya bukan sekadar mencabut steker satu per satu. Pakai stop kontak ekstensi dengan sakelar utama, lalu matikan sekali saja. Cara ini memutus daya ke beberapa peralatan dapur sekaligus, jauh lebih efektif daripada berharap standby mode tidak makan listrik.

Cara Mematikan Kebiasaan Boros Tanpa Harus Beli Barang Baru

Langkah pertama bukan membeli barang baru, tapi mengubah urutan kerja. Siapkan semua bahan dulu sebelum kompor dinyalakan. Ini tips yang terkesan sepele, tapi kalau dilakukan, sekali masak bisa hemat waktu lima sampai sepuluh menit, dan lima sampai sepuluh menit kompor menyala adalah gas yang tidak terbakar sia-sia.

Urutan Kerja di Dapur yang Menghemat Waktu dan Energi

Matikan AC di dapur saat tidak dipakai, tapi jangan terlalu sering menyalakan dan mematikan dalam waktu singkat. Toto Sukisno, dosen teknik elektro Universitas Negeri Yogyakarta, menjelaskan AC yang dinyalakan ulang butuh energi ekstra untuk mendinginkan ruangan dari nol. Kompresor bekerja penuh sampai suhu tercapai, baru mati setelah stabil.

Atur suhu AC di kisaran 24 sampai 26 derajat Celsius. Suhu 24 derajat sudah cukup mendinginkan ruangan di kota besar yang rata-rata suhu luarnya 34 derajat. Setiap derajat lebih rendah menambah konsumsi energi 3 sampai 5 persen, menurut data Energy Star.

Perawatan Sepuluh Menit Sebulan yang Bikin Barang Awet Bertahun

Perawatan ringan yang sebulan sekali: bersihkan kumparan kondensor kulkas, cuci filter AC, dan cek apakah ada bagian peralatan yang mulai aus. Direct Energy menekankan perawatan preventif ini tidak hanya menekan listrik, tapi juga memperpanjang umur peralatan.

Saat harus ganti peralatan, cari label efisiensi energi. Harganya mungkin lebih mahal di depan, tapi selisih itu terbayar dalam tagihan listrik jangka panjang. Mesin cuci dengan air panas, misalnya, 90 persen energinya dipakai untuk memanaskan air. Mencuci dengan air dingin memangkas tagihan dengan cara yang nyaris tidak terasa.

Pilih juga ukuran yang pas dengan kebutuhan. detikProperti merangkum data Energy Saving Trust yang menunjukkan mesin cuci menyumbang 14 persen tagihan listrik rumah, kulkas dan freezer 13 persen, perangkat hiburan 6 persen, lampu 5 persen, dan peralatan dapur seperti oven, microwave, serta ketel listrik sekitar 4 persen. Angka itu bukan untuk membuat kita takut pakai elektronik, tapi supaya tahu mana yang paling layak diperhatikan.

Dapur kita akan tetap boros kalau kebiasaannya tidak diubah. Tapi untungnya, kebiasaan itu yang paling murah diperbaiki, dan hasilnya langsung terlihat di tagihan bulan berikutnya.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗