File ZIP Selalu Dipindah ke Laptop, Padahal HP Sudah Punya Cara Bukanya

Menerima file ZIP di HP lalu buru-buru cari laptop hanya bikin pekerjaan makin mepet, padahal ekstraknya bisa langsung dari ponsel Anda sendiri.

Bagikan cerita ini:
Layar HP menampilkan aplikasi pengelola file dan folder

Ada satu kebiasaan yang nyaris semua orang lakukan setiap kali menerima file ZIP atau RAR di ponsel: langsung cari laptop. Seolah-olah kotak digital yang satu ini hanya bisa dibuka di komputer, sementara HP hanya pantas jadi penerima sementara. Padahal, hampir semua orang membawa ponsel pintar yang sudah punya kemampuan penuh untuk mengekstrak berkas paling rumit sekalipun.

Keengganan ini bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, ekstrak file di HP memang butuh aplikasi pihak ketiga dan sering terasa merepotkan. Tapi zaman sudah berubah. Sekarang, banyak ponsel Android dan iPhone yang sudah dibekali aplikasi pengelola file bawaan yang bisa membuka arsip tanpa perlu unduh aplikasi tambahan. Kalau Anda masih selalu memindahkan file ke laptop hanya untuk mengekstrak, sebenarnya Anda membuang waktu yang tidak sedikit.

ZIP dan RAR Sering Disangka Sama, Padahal Dua Hal yang Beda

Biar tidak keliru saat memilih cara, kenali dulu apa yang sebenarnya Anda terima. ZIP dan RAR memang sama-sama arsip kompresi, tapi cara kerjanya berbeda cukup jauh. ZIP dikembangkan Phil Katz dan dirancang sebagai standar terbuka, sehingga bisa dibuka di hampir semua sistem operasi tanpa alat khusus. RAR (Roshal Archive) adalah format yang lebih tertutup, kompresinya lebih padat hingga ukuran file lebih kecil, tapi sebagai gantinya butuh aplikasi khusus seperti WinRAR atau RAR for Android (IDN Times).

Perbedaan ini menjelaskan kenapa RAR sering dianggap lebih rumit. Kompresi yang lebih padat membuat prosesnya juga lebih lama, dan untuk membukanya Anda wajib memasang aplikasi pengekstrak. ZIP sebaliknya, ringan dan bisa diakses langsung di banyak perangkat, termasuk aplikasi Files bawaan iPhone dan My Files di Android (HiTekno). Jadi, sebelum memutuskan harus mengekstrak di mana, lihat dulu ekstensi file yang masuk: .zip atau .rar. Dari situ, jalan penyelesaiannya sudah berbeda.

Tangan memegang HP menampilkan ikon file digital
Foto oleh Moe Magners di Pexels

Ekstrak Langsung di HP Tanpa Perlu Aplikasi Tambahan

Untuk pengguna Android, cara tercepat memakai aplikasi Files atau My Files bawaan HP. Buka aplikasinya, cari folder tempat file .zip tersimpan, lalu ketuk file tersebut. Pop-up akan menampilkan isi arsip, dan Anda tinggal memilih opsi Extract untuk mengekstraknya. Tahan file sejenak lalu pilih Extract File jika ingin memindahkannya ke lokasi lain. Urusan selesai dalam hitungan detik tanpa perlu undah aplikasi tambahan (Urbandigital; HiTekno).

Pengguna iPhone juga tidak ketinggalan. Aplikasi Files bawaan sudah mampu mengekstrak arsip .zip sejak lama. Cukup buka app Files, cari file zip yang ingin dibuka, ketuk, dan isinya akan langsung terlihat. Tidak perlu WinZip atau aplikasi sejenis hanya untuk membuka berkas biasa. Sayangnya, tidak semua ponsel Android dibekali aplikasi pengelola file yang bisa mengekstrak. Pada kasus seperti ini, baru aplikasi pihak ketiga masuk untuk membantu.

Saat aplikasi bawaan tidak cukup, dua nama paling sering direkomendasikan adalah RAR dan ZArchiver. Aplikasi RAR dibangun langsung oleh RARLab, pengembang WinRAR, dan mampu membuka banyak format sekaligus: RAR, ZIP, TAR, BZ2, 7z, ISO, hingga ARJ. Aplikasi ini juga punya fitur perbaikan file arsip yang rusak, enkripsi, dan recovery record. Cara pakainya sederhana: buka aplikasi, cari file arsip, ketuk ikon buku bertanda panah ke atas, lalu pilih lokasi penyimpanan dan tekan OK (Kompas; Nesabamedia).

ZArchiver menjadi alternatif karena antarmukanya bersih dan mendukung banyak format kompresi. Di aplikasi ini, Anda bisa menandai beberapa file sekaligus, memilih opsi Compress, lalu memilih format arsip yang diinginkan, baik itu 7z, RAR, atau ZIP (Hybrid). Jadi, sekali pasang aplikasi, Anda tidak hanya bisa mengekstrak, tapi juga membuat arsip sendiri langsung dari ponsel.

Membuat Arsip Sendiri dari HP Lebih Cepat dari yang Dibayangkan

Sebagian besar orang mengira membuat file ZIP atau RAR hanya bisa dilakukan di komputer. Faktanya, prosesnya sama mudahnya di HP. Dengan aplikasi RAR for Android, cari folder berisi file yang ingin dijadikan arsip, beri tanda centang pada file yang dipilih, masukkan nama file, pilih lokasi penyimpanan, lalu pilih format ZIP (HiTekno). Langkahnya tidak sampai lima ketukan. Di laptop Windows, proses serupa menggunakan WinRAR: klik kanan pada file atau folder, pilih Tambahkan ke archive, masukkan nama arsip, dan simpan (KONTAN).

Kemampuan ini sangat berguna saat Anda sedang di luar kantor dan harus mengirim banyak dokumen sekaligus. Daripada mengirim file satu per satu yang berisiko gagal karena melebihi batas ukuran email, kumpulkan saja semuanya ke dalam satu arsip, lalu kirim. Penerima tinggal mengekstraknya di perangkatnya sendiri. Praktis, cepat, dan isinya tetap utuh tanpa ada kualitas yang berkurang (IDN Times).

File Arsip yang Terkunci Pun Masih Bisa Dibuka

Kasus yang sering bikin menyerah adalah menerima file ZIP atau RAR yang terkunci password. Untuk file .zip tanpa enkripsi kuat, beberapa aplikasi pengekstrak masih bisa membukanya tanpa perlu mengetik kata sandi. Tapi untuk arsip yang benar-benar terenkripsi, Anda memang wajib tahu kata sandinya. Aplikasi seperti RAR atau ZArchiver akan meminta password saat proses ekstraksi berjalan.

Intinya, jangan langsung panik saat menerima file arsip yang tidak bisa dibuka. Coba dulu aplikasi bawaan, lalu aplikasi pihak ketiga seperti RAR atau ZArchiver. Kalau masih gagal, bisa jadi filenya memang rusak saat diunduh atau kata sandinya tidak Anda ketahui. Bukan berarti HP Anda tidak mampu.

Celah Keamanan WinRAR Sebagai Pengingat untuk Selalu Waspada

Meski urusan ekstrak file di HP terlihat sepele, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan: file arsip adalah salah satu jalur favorit para peretas. Tim peneliti dari firma keamanan siber Trend Micro menemukan celah keamanan baru di WinRAR versi Windows pada 21 Juni 2025. Bug yang diberi kode CVE-2025-6218 ini memungkinkan peretas menyisipkan malware ke dalam file yang didukung aplikasi WinRAR, sehingga jutaan pengguna Windows terancam menjadi target (Kompas).

Layar laptop menampilkan jendela folder dan berkas
Foto oleh Cup of Couple di Pexels

Saat file yang terinfeksi diekstrak, malware akan menyasar folder sistem tanpa sepengetahuan pengguna, lalu berjalan otomatis di latar belakang setiap kali komputer dinyalakan. RARLAB sendiri merilis pembaruan versi 7.12 pada 25 Juni 2025, empat hari setelah celah ditemukan, untuk menutup celah berbahaya tersebut. Pengguna WinRAR di platform lain tetap disarankan tidak mengekstrak file dari sumber yang tidak dikenal.

Pelajaran untuk pengguna HP sama saja. Ekstrak hanya file yang Anda ketahui asalnya, dan perbarui aplikasi pengekstrak ke versi terbaru. Aplikasi RAR atau ZArchiver yang sudah lama tidak di-update bisa saja memiliki celah serupa yang belum ditambal.

Saat Harus Pakai Laptop, dan Saat Tidak Perlu

Ada situasi di mana laptop memang masih lebih unggul. Jika file arsipnya berukuran raksasa, misalnya, atau Anda harus mengekstrak ratusan folder sekaligus lalu langsung mengelolanya di sana, komputer tetap lebih nyaman. Tapi untuk kebutuhan sehari-hari, menerima dokumen pekerjaan, atau membuka kiriman tugas kuliah, HP sudah lebih dari cukup.

Jadi, lain kali ada file ZIP atau RAR masuk di ponsel, tahan sebentar kebiasaan memindahkannya ke laptop. Coba ekstrak dulu langsung di tempat file itu berada. Anda mungkin akan sadar bahwa laptop yang selama ini jadi andalan sebenarnya jarang benar-benar dibutuhkan untuk urusan ini.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tutorial ↗