Keramas Berkali-kali Tapi Kepala Masih Bau, Sisir Kotor Jadi Biang Keroknya

Kepala tetap bau meski sudah rajin keramas karena sisir yang tak pernah dicuci menempelkan kembali minyak, debu, dan bakteri ke kulit kepala. Bersihkan alat itu setiap dua minggu sekali dan rambut basah jangan dibawa tidur.

Bagikan cerita ini:
Wanita sedang menyisir rambut di depan cermin di rumah

Pernah nggak kepala tetap aja berbau meski kamu sudah keramas dua kali sehari? Padahal sampo yang dipakai sampo mahal, airnya bersih, habis keramas langsung kering dengan hair dryer. Tapi begitu macet di jalan atau di ruangan ber-AC, bau itu kambuh lagi. Kalau begini, jangan salahkan sampo duluan. Coba lihat sisir yang kamu pakai tiap hari. Sudah kapan terakhir kali kamu mencucinya?

Kebanyakan orang mengira bau kulit kepala murni soal produksi minyak yang berlebihan, padahal iklim tropis Indonesia yang lembap dan panas memang bikin kelenjar sebasea bekerja ekstra aktif. Minyak itu lantas bercampur sama keringat, debu, dan sel kulit mati. Nah, kalau kamu suka memegang rambut tanpa sadar, minyak dan kotoran dari tangan juga pindah ke kulit kepala. Jadinya, bau dan rambut yang berat di ujung hari itu sebenarnya resep yang sudah dicampur sejak pagi.

Sisir Kotor Mengembalikan Kotoran ke Kulit Kepala

Logikanya sederhana. Sisir menyapu seluruh kulit kepala dan rambut setiap hari, jadi semua minyak, debu, sel kulit mati, dan sisa produk rambut menempel di sana. Penata rambut Leland Olson menjelaskan kalau kamu mulai melihat bulu-bulu abu-abu atau penumpukan pada sisir, itu indikasi sudah waktunya membersihkan alat itu secara menyeluruh atau cukup membeli yang baru.

Apa isi bulu abu-abu itu? Bukan sembarang debu. Olson menyebutnya campuran debu, serat, minyak, sel kulit kering yang terbuang, dan produk rambut yang berpindah dari rambut ke sisir. Nah, ketika sisir kotor dipakai lagi, seluruh campuran itu disikat ulang ke kulit kepala. Jenna Spino dari Maxine Salon di Chicago mengingatkan kalau proses ini membuat bakteri tumbuh dan rambut terlihat kotor meski baru saja dikeramas.

Jadi aneh kalau kepala kita diam-diam terpapar kotoran dari alat yang seharusnya membersihkannya. Setiap kali sisir kotor menyentuh kulit kepala, kotoran lama masuk kembali ke folikel rambut. Inilah yang membuat bau muncul lagi di tengah hari, meskipun pagi tadi kamu sudah bersih total.

Sisir rambut kotor dengan penumpukan bulu abu-abu dan sisa produk
Foto oleh Towfiqu barbhuiya di Pexels

Bukan Cuma Sisir, Kebiasaan Ini Juga Jadi Pemicu

Selain sisir kotor, ada beberapa kebiasaan yang diam-diam membuat kulit kepala berminyak dan bau. Pertama, mengoleskan kondisioner sampai ke kulit kepala. Kondisioner seharusnya hanya di batang sampai ujung rambut, sebab kalau menyentuh kulit kepala, rambut justru cepat berminyak dan memicu bau. Pilih kondisioner yang ringan lalu bilas sampai benar-benar bersih agar tidak ada sisa produk yang tertinggal.

Kedua, bilas rambut kurang bersih. Sisa sampo atau kondisioner yang tertinggal di kulit kepala jadi tempat yang nyaman bagi bakteri. Kalau aktivitas kamu tinggi dan sering berkeringat, membilas rambut dengan air bersih di sela waktu keramas membantu mengurangi bau. Keramas sendiri bisa tiap hari atau dua hari sekali, tergantung tingkat produksi minyaknya.

Ketiga, tidur dalam keadaan rambut masih basah. Dusty Schlabach, penata rambut dan pemilik Thairapy Salon di South Pasadena, pernah melaporkan bahwa rambut basah mengering jauh lebih lambat dan menciptakan lingkungan yang sempurna bagi jamur serta bakteri untuk berkembang biak. Penelitian tahun 2021 bahkan menemukan spesies jamur Malassezia di folikel rambut, yang bisa memicu dermatitis seboroik dengan gejala warna kuning, rasa gatal, penumpukan, pengelupasan, dan tentu saja bau.

Rambut basah juga rentan karena bisa membentang sekitar 30 persen lebih panjang dari ukuran aslinya. Batas toleransi peregangan rambut berkisar 30 sampai 70 persen, jadi tidur dengan rambut basah memperbesar risiko kerusakan folikel dan patah. Sementara itu, penelitian 2019 mencatat ketombe memburuk pada suhu dingin dan kondisi yang lembap, sekaligus menegaskan keseimbangan bakteri dan jamur sangat berperan dalam kesehatan kulit kepala.

Cara Membersihkan Sisir dan Mengembalikan Kesegaran Kulit Kepala

Untuk sisir, mulailah dengan mengangkat rambut rontok dan kotoran yang menempel menggunakan jari. Setelah itu rendam sisir dalam air hangat yang dicampur sedikit sabun cuci piring atau sampo untuk melembutkan bulu yang membandel. Kalau perlu, gosok pakai sisir gigi bekas atau kembali menggunakan jari sampai bersih. Simpan sisir di tempat tertutup, sebab penata rambut Dan Williams mengingatkan serat pakaian dan handuk yang beterbangan di udara gampang menempel di bulu sisir yang terbuka.

Soal frekuensi, Olson menyarankan pembersihan menyeluruh sekitar sebulan sekali untuk kondisi normal. Tapi kalau rambut kamu panjang atau tebal, dua minggu sekali lebih aman. Begitu juga kalau kamu memakai banyak produk penataan seperti hairspray, gel, atau minyak, sebaiknya bersihkan mingguan. Kunci utamanya bukanlah sekali kerja keras, tapi konsisten. Singkirkan rambut yang menempel di bulu sisir setiap selesai menyisir, dan kamu sudah memotong satu sumber bau terbesar yang sering dilupakan.

Bulan, Dua Minggu, atau Mingguan?

Rambut panjang dan tebal memproduksi minyak lebih banyak, jadi sisirnya kotor lebih cepat. Pemilik rambut pendek mungkin cukup bulanan. Tapi jangan tunggu bulan penuh kalau kamu rutin memakai hairspray, gel, atau minyak rambut. Produk-produk ini lengket dan menangkap debu dengan efektif, sehingga sikat butuh perawatan mingguan. Cek juga sarung bantal, sebab bantal yang kotor menjadi tempat berkembang biaknya jamur ketika rambut basah dibawa tidur.

Sementara itu, untuk sampo, pilih yang memang diformulasikan untuk oily scalp. Bahan seperti tea tree oil, salicylic acid, atau charcoal membantu membersihkan minyak berlebih tanpa membuat kulit kepala jadi kering berlebihan. Hindari sampo yang terlalu melembapkan atau mengandung banyak minyak tambahan. Eksfoliasi kulit kepala seminggu sekali dengan scalp scrub juga membantu pori-pori tetap bersih, sehingga produksi minyak lebih terkontrol dan bau berkurang signifikan.

Wanita sedang keramas dengan sampo di bawah shower
Foto oleh Ксения di Pexels

Saatnya Beli Sisir Baru

Bulu sisir yang bengkok, gigi yang patah, atau penumpukan yang sudah mengeras dan tidak bisa dilepas lagi adalah tanda alat itu sudah pensiun. Olson sendiri bilang kalau penumpukan sudah terlalu parah, kadang lebih murah dan lebih sehat langsung membeli sisir baru daripada memaksakan membersihkan yang lama.

Kalau sudah begini, perawatan kulit kepala yang sehat bukan lagi soal membeli satu botol sampo ajaib, tapi soal membersihkan benda-benda yang menyentuh kepala kamu setiap hari. Menyisir rambut dengan alat yang bersih, plus menghentikan kebiasaan memegang kepala, adalah cara paling murah untuk mendapatkan rambut segar, ringan, dan bebas bau sepanjang hari.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗