Baju Basah Masih Nempel, Jemuran Sudah Dipakai Lagi Besoknya, Coba Cek 8 Kebiasaan Ini
Menjemur pakaian kelihatan sepele, tapi kebiasaan kecil di jemuran bisa bikin baju lebih cepat rusak, kusam, sampai menumbuhkan jamur. Cek mana yang tanpa sadar sering kamu lakukan.

Menjemur Itu Gampang, Tapi Banyak Yang Melakukannya Seenaknya
Hampir semua orang bisa menjemur pakaian. Tinggal gantung di jemuran, tunggu kering, selesai. Tapi kalau baju kamu sering kelihatan lebih cepat pudar, kusut, atau malah berbau aneh meski habis dicuci, masalahnya biasanya bukan di deterjen.
Baju mahal yang dibeli sekali bisa jadi lebih cepat terlihat tua karena cara menjemur yang sembarangan. Bahkan kain berkualitas sekalipun bisa cepat mengalami penurunan jika terus-menerus diperlakukan seperti ini.
Sumber masalahnya sering kali ada di cara kamu menjemur. Kebiasaan yang dianggap biasa ini bisa memperpendek umur pakaian tanpa kamu sadari.
Christian Rechichi dari Hills, produsen jemuran asal Australia, membeberkan sejumlah kesalahan yang paling sering dilakukan orang saat menjemur. Penjelasannya dilansir Kompas.com dari Homes to Love.
Delapan Kebiasaan Jemuran yang Diam-Diam Merusak Pakaian
Beberapa hal ini kelihatannya sepele, tapi efeknya nyata pada kain.
1. Tidak Pakai Penjepit Pakaian
Baju yang digantung tanpa penjepit gampang sekali jatuh atau terbang terbawa angin. Ujung-ujungnya cucian kamu jatuh ke lantai dan harus dicuci ulang. Selalu gunakan penjepit saat menjemur di luar, apalagi saat angin kencang.
Pilih penjepit yang berkualitas agar tidak meninggalkan residu seperti karat pada kain. Penjepit murah memang menggiurkan, tapi umurnya pendek dan cepat meninggalkan noda.

2. Pakaian Digantung Terlalu Dekat Satu Sama Lain
Memaksa banyak baju dalam jemuran sempit memang menghemat tempat. Sayangnya, udara jadi susah mengalir dan pakaian kering lebih lama. Padahal makin banyak aliran udara, makin cepat pakaian mengering.
Posisi pakaian yang terlalu berdesakan juga bikin kain jadi kusut. Krempeng di tempat yang salah bikin tampilan baju jadi berantakan.
3. Ukuran Jemuran Tidak Sesuai Beban Cucian
Jemuran kecil dipaksa menampung cucian keluarga seharian. Akibatnya kamu harus menjemur beberapa kali dengan beban kecil, atau membebani jemuran sampai melengkung. Waktu pengeringan makin lama dan pakaian berpotensi berkerut.
Sesuaikan ukuran jemuran dengan volume cucian harian. Kalau setiap hari cucian menumpuk, jemuran yang lebih besar adalah investasi, bukan pemborosan.
4. Banyak Baju dalam Satu Penjepit
Berbagi penjepit memang menghemat ruang. Tapi kalau kamu ingin pakaian cepat kering, ini langkah yang salah. Setiap helai butuh ruang agar sirkulasi udara berjalan baik.
Pakaian ringan seperti kaos olahraga, celana yoga, dan kaus kaki memang lebih cepat kering dan tidak butuh banyak ruang. Tapi untuk pakaian tebal, beri jarak.
5. Menjemur di Dalam Ruangan Tanpa Ventilasi
Musim hujan sering memaksa kita menjemur di dalam rumah. Tahu nggak, menjemur kain basah di ruangan tertutup bisa meningkatkan kelembapan hingga 30 persen. Udara yang lembap itu menjadi tempat ideal bagi spora jamur untuk berkembang.
Dampaknya bukan cuma baju jadi apek. Tingkat kelembapan dalam ruangan yang naik juga bisa memicu masalah pernapasan. Terutama kalau kamu punya riwayat asma atau alergi debu.
Bahkan kamu yang tinggal di apartemen atau kos sering terpaksa menjemur di kamar mandi. Profesor David Denning, ilmuwan yang merujuk pada penelitian spora Aspergillus fumigatus, mengingatkan bahwa spora ini bisa memicu infeksi paru-paru sampai gangguan sinus. Jadi kalau memang harus menjemur di dalam, pastikan ventilasi memadai.

6. Membiarkan Pakaian Terlalu Lama di Jemuran
Baju dibiarkan di jemuran seharian sampai malam, atau bahkan sampai hari berikutnya. Sinar matahari yang terlalu lama memang bisa memudarkan warna pakaian, terutama baju berwarna gelap. Sementara kalau dibiarkan sampai malam, pakaian jadi lembap lagi dan rentan berbau.
Sebaiknya angkat pakaian begitu benar-benar kering. Kalau kamu sering lupa, bikin pengingat di HP. Kebiasaan kecil ini lumayan membantu menjaga warna pakaian supaya tidak cepat pudar.
7. Lupa Balik Pakaian Warna Gelap
Baju hitam dan warna gelap lainnya paling sensitif terhadap paparan sinar matahari langsung. Warna yang tadali pekat bisa memudar hanya dalam beberapa kali penjemuran jika selalu menghadap matahari.
Solusinya sederhana, balik pakaian gelap agar bagian dalam yang menghadap matahari. Cara ini terbukti membantu menjaga warna tetap tahan lama.
8. Menggantung Baju Berat dengan Hanger Tipis
Baju tebal seperti jaket dan sweater digantung dengan hanger plastik tipis. Bobot basah yang berat membuat hanger melengkung, dan bagian bahu baju terbentuk menjadi tidak rapi.
Gunakan hanger kayu atau plastik tebal yang mampu menahan beban. Baju berat sebaiknya dijemur dengan posisi dilipat di jemuran datar atau digantung dari bagian bawah.
Musim Hujan Bukan Alasan Biar Cucian Menumpuk
Matahari sedang susah diandalkan, tapi bukan berarti kamu harus pasrah. Natasha D'Cruz, manajer produk di Hills, membagikan beberapa cara agar pakaian tetap kering meski cuaca sedang tidak bersahabat.
Langkah pertama, langsung gantung cucian begitu ada kesempatan matahari muncul. Jangan tunggu cucian menumpuk, karena sekali hujan turun kesempatan itu hilang.
Gunakan rak pengering udara atau airer dengan permukaan yang memadai. Kalau ruangan sempit, pilih airer vertikal yang memanfaatkan ketinggian ruangan. Rak yang besar memungkinkan kamu menjajarkan pakaian di beberapa batang sekaligus.
Pasang kipas portabel kira-kira satu meter dari rak agar udara terus mengalir. Buka dua jendela kalau bisa, supaya tercipta ventilasi silang. Dehumidifier juga sangat membantu menjaga kelembapan ruangan tetap rendah.
Satu hal yang sering terlupakan, putar atau balik posisi pakaian saat sedang dikeringkan. Bagian yang sempat lembap bisa tertinggal di lipatan, terutama di area ketiak atau kerah baju.
Cara Sederhana yang Bikin Pakaian Lebih Awet
Perawatan pakaian sebenarnya dimulai sejak baju masih basah. Cara kamu menjemur memengaruhi seberapa lama warnanya bertahan dan seberapa sering serat kainnya mengalami kerusakan.
Mulai dari hal paling gampang dulu. Pakai penjepit, beri jarak antarhelai, dan pilih jemuran dengan ukuran yang sesuai. Tiga langkah ini saja sudah memangkas potensi kerusakan secara signifikan.
Kalau harus menjemur di dalam ruangan, pastikan ventilasi memadai. Gunakan kipas atau buka jendela, dan jangan biarkan jemuran dalam ruangan tertutup berjam-jam. Kelembapan yang tinggi adalah sahabat terbaik jamur.
Pakaian yang dijemur dengan cara benar tidak hanya lebih awet, tapi juga lebih nyaman dipakai. Kain yang kering sempurna terasa lebih lembut dan tidak meninggalkan bau apek yang mengganggu sepanjang hari.
Artikel Terkait
Lihat kategori Tips ↗
Baju Kusut Selalu Disalahkan ke Setrika, Padahal Air Wastafel yang Melarikan
Baju kusut itu kebanyakan dibentuk saat masih basah, terlipat sendiri di dalam air, atau dipelintir kasar saat dibilas. Beberapa kebiasaan kecil di wastafel dan jemuran menyelesaikannya tanpa beli alat baru.
Setiap Malam Bakar Obat Nyamuk, Padahal Kamar Mandimu Sendiri Pabriknya
Asap obat nyamuk dibakar tiap malam, padahal genangan air di bak mandi dan talang rumah justru jadi pabrik jentik yang tak pernah libur. Fogging pun sebetulnya cuma mematikan nyamuk dewasa.
Sepatu Sekolah Sering Jadi Prioritas, Padahal Tas Beratnya Mengubah Postur Anak
Belanja perlengkapan sekolah biasanya berhenti di sepatu, padahal tas yang beratnya melebihi standar itulah yang diam-diam mengubah postur anak setiap hari.
Ruang Diskusi & Komentar