Kuku Menguning Selalu Ditutup Cat, Bisa Jadi Sinyal Penyakit Dalam
Kuku menguning biasanya hanya ditutup cat baru, padahal perubahan warna itu bisa jadi cara tubuh mengirim sinyal soal diabetes, gangguan jantung, hingga masalah ginjal. Sebelum mencoret kuteks, ada beberapa hal yang sebaiknya dicek dulu.

Kuku Bagian dari Kulit, dan Tiap Penyakit Suka Meninggalkan Jejak di Sana
Lagi asik memilih warna kuteks, tiba-tiba kasir salon bilang kukumu agak menguning. Reaksi paling umum: minta ditutup pakai warna solid aja, biar nggak kelihatan. Padahal kuku itu kerabat dekat kulit, bukan pelapis mati yang bisa dicat sembarangan.
Dokter spesialis dermatologi Deasy Thio menjelaskan bahwa kuku adalah adneksa kulit, atau bagian tambahan dari kulit. Jadi, kalau ada apa-apa di kuku, akan terlihat dari kesehatan tubuh kita. Penyakit yang bisa terbaca di kuku cukup banyak: peradangan usus, gangguan tiroid, kekurangan nutrisi, diabetes, COVID-19, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal.
Ahli bedah podiatrik Dana Canysi punya patokan sederhana untuk kuku yang sehat. Daging di bawahnya padat dan berwarna merah jambu, sementara plat kukunya tipis tapi kuat. Kuku sendiri terdiri dari lapisan protein yang disebut keratin. Memakai cat kuku dalam waktu lama memang bisa membuatnya lebih rapuh, tapi itu baru cerita permukaannya.

Menguning Sering Disangka Sisa Cat, Padahal Gula Darah Sedang Naik
Salah satu penyakit yang paling sering menampakkan diri lewat kuku adalah diabetes tipe 2. Dokter Sarah White, direktur klinis Bupa Health Clinics, menjelaskan bahwa gula darah yang tinggi mempercepat proses yang namanya glikosilasi. Proses ini memengaruhi protein di kuku dan memecah kolagen, sehingga warnanya berubah menjadi kuning. Diabetes juga memperburuk sirkulasi darah ke ujung jari, sehingga sering muncul kemerahan di sekitar kuku, lepuhan periungual, atau perdarahan kecil. Kuku bahkan bisa terlihat seperti mati karena suplai darah yang buruk.
Glukosa yang tinggi juga perlahan merusak saraf dan pembuluh darah, sehingga infeksi jamur atau onikomikosis jadi lebih mungkin terjadi. Sam Cinkir dari Este Medical Group mencontohkan bakteri yang sering dikaitkan dengan kutu air bisa menyebar ke keratin kuku. Akibatnya kuku berubah warna, rapuh, retak, dan bahkan terangkat dari alasnya. Jamur ini biasanya bermula dari bercak putih atau kuning, lalu kuku menebal dan hancur di bagian tepi. Pada anak-anak kasusnya hanya sekitar 2,5 persen, tapi pada orang dewasa dan lansia infeksi ini cukup umum, dan sering kambuh meski sudah diobati. Karena itu, menguning di kuku kaki yang disertai penebalan adalah alasannya mengapa kamu sebaiknya memeriksakannya, bukan sekadar mengecatnya.
Dokter Sebenarnya Tidak Menyarankan Cek Diabetes dari Kuku
Sejujurnya, kuku bukan alat diagnosis. Dokter spesialis penyakit dalam Coana Sukmagautama dari Universitas Sebelas Maret justru berkata bahwa ia hampir jarang sekali menemukan kondisi diabetes dari kuku. Kuku berjamur juga tidak otomatis berarti pengidapnya mengidap diabetes.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam lebih menyarankan memakai gejala klasik yang dikenal sebagai gejala 3P. Pertama, poluri, yaitu sering buang air kecil terutama di malam hari. Kedua, polidipsi, yaitu mudah haus. Ketiga, poliphagi, yaitu mudah lapar. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah badan lemas dan kesemutan. Untuk memastikan, tetap perlu cek gula darah, baik pakai glukometer maupun alat pemantau glukosa berkelanjutan.
Bentuk dan Warna Kuku Lain yang Sering Diabaikan
Selain warna, bentuk kuku juga bicara banyak. Koilonychia, atau kuku sendok, adalah ketika permukaan kuku menjorok ke dalam sehingga bisa menampung air. Kondisi ini sering jadi tanda anemia defisiensi zat besi.
Dokter anak Wisvici Yosua Yasmin menambahkan, pada anak yang kekurangan zat besi, kutikula kuku bisa terlihat lebih kecil, kering, dan berserat-serat. Anaknya juga bisa menunjukkan kebiasaan pica, yaitu suka memakan kertas, es batu, atau mengunyah benda logam. Tapi koilonychia tidak hanya soal zat besi. Kondisi ini juga muncul pada psoriasis dan gangguan tiroid. Dokter Suarez mencatat 22 persen kasus kuku rapuh terkait tiroid autoimun dan 14 persen pada tiroid non-autoimun.
Kuku kebiruan atau keunguan juga jangan ditebak sendiri. Kalau bukan karena kedinginan atau memar, kemungkinan besar itu sianosis, yaitu kondisi saat tubuh kekurangan oksigen. Dokter bedah toraks dan kardiovaskular Amin Tjubandi menjelaskan bahwa kelainan jantung bawaan sering memberi manifestasi di kuku. Ujung jarinya melengkung dan warnanya berubah jadi lebih biru dari biasanya.
Lain lagi dengan garis hitam di kuku. Kalau hitamnya cuma satu garis lurus dengan warna seragam seperti tahi lalat, biasanya tidak berbahaya. Tapi kalau warnanya campuran coklat muda, coklat, dan hitam, lalu memanjang sampai ke bawah kuku, itu patut diwaspadai sebagai tanda kanker kulit atau melanoma. Alana Severs, warga Portsmouth, Inggris, dulu menutupi garis hitam di kukunya dengan cat warna merah karena malu. Setelah diperiksa, biopsi menunjukkan ia mengidap melanoma. Dokter harus mengangkat lima milimeter jaringan kanker, dan ia kehilangan kukunya selamanya.

Clubbing Finger dan Garis Halus di Atas Kuku
Pernah lihat kuku yang ujungnya membulat seperti bedug? Itu disebut clubbing finger. Ujung jari tampak lebih lebar dan bulat, dengan kuku melengkung ke bawah menyerupai sendok terbalik, terasa lembut seperti spons, dan hangat saat disentuh.
Dokter spesialis paru Davood Johari mencatat sekitar 5 hingga 15 persen pasien kanker paru mengalami kondisi ini. Ia menduga hal itu dipicu oleh zat mirip hormon yang dihasilkan kanker, membuat pembuluh darah di jari melebar dan aliran darah meningkat. Clubbing biasanya mulai di ibu jari dan telunjuk dulu sebelum menyebar. Tapi ini juga bisa terjadi pada penyakit Crohn, penyakit celiac, sirosis hati, dan hipertiroid.
Garis-garis halus merah di bagian atas kuku juga punya cerita. Dokter James O'Donovan menyebutnya pendarahan serpihan, yang disebabkan oleh kerusakan kapiler di dasar kuku. Penyebabnya bisa sekadar trauma, penyakit Raynaud, atau endokarditis, yaitu infeksi langka pada lapisan dalam jantung yang paling sering dipicu bakteri yang masuk ke aliran darah.
Ginjal Mengirim Sinyal Lewat Setengah Kuku
Penyakit ginjal sering berkembang diam-diam tanpa gejala sampai stadium lanjut. Dokter nefrologi Frita McRae Fisher menunjukkan bahwa kuku jari bisa menjadi salah satu pemberi peringatan dini, walau sering disalahartikan sebagai masalah kulit biasa.
Salah satu tandanya adalah kuku Lindsay, yaitu kuku yang setengahnya putih dan setengahnya lagi berwarna gelap atau kemerahan. Ada juga yang muncul garis-garis putih sejajar, yang bisa menjadi penanda gagal ginjal, meski kondisi ini juga muncul pada diet kekurangan protein atau penyakit hati. Kuku yang rapuh seperti cangkang telur, sangat putih, sangat tipis, dan gampang patah, juga bisa jadi penanda. Begitu pula kuku sendok yang lunak, yang sering dikaitkan dengan anemia.
Tentu ini bukan vonis. Warna gelap di bawah kuku juga bisa murni perdarahan akibat terjepit, atau melanoma. Tanda lain penyakit ginjal yang bisa menyertai adalah kulit kering dan gatal, ruam, bau mulut seperti amonia, dan energi yang rendah. Kalau ragu, tetap periksakan ke dokter, bukan menebak sendiri di depan cermin.
Cara Membaca Kuku Tanpa Panik Dulu
Bintik putih di kuku, atau leukonikia, sering dianggap tanda kekurangan kalsium. Tapi penelitian kecil yang dikutip dari BBC tidak menemukan korelasi antara bercak putih dan kekurangan kalsium. Satu laporan kasus pasien penyakit Crohn dengan leukonikia parah justru menunjukkan kekurangan mineral selenium, dan bercaknya membaik setelah diberi mineral tersebut. Sebagian besar, penyebabnya adalah trauma biasa, seperti jari terantuk atau terlalu sering melakukan manikur.
Ada juga yang sering luput: kolesterol tinggi. Kalau plak mulai membatasi aliran darah ke kaki, muncullah penyakit arteri perifer. Tandanya adalah nyeri kaki berulang saat berolahraga. Banyak orang mengira ini bagian wajar dari bertambahnya usia, padahal NHS secara tegas bilang orang sehat tidak ada alasan harus merasakan nyeri kaki seperti itu. Untuk yang cuma menguning akibat gaya hidup, Dina Gohil menyarankan perawatan alami seperti minyak pohon teh dan vitamin E. Kuku akan tumbuh bersih kembali asal pemicunya dihentikan.
Intinya, kuku bukan alat diagnosa, tapi ia bisa jadi bacaan awal yang berguna. Sebelum menutupi perubahan warna dengan cat baru, perhatikan dulu apakah perubahannya muncul di banyak kuku sekaligus, berlangsung lama, atau disertai gejala lain. Cat kuku selalu bisa menunggu, deteksi dini tidak.
Artikel Terkait
Lihat kategori Kesehatan ↗
Jam Tujuh Pagi Bersikeras Kamu Sudah Beristirahat, Tubuhmu Bilang Belum
Bangun lelah padahal tidur sudah tujuh atau delapan jam bukan kesalahan kasur. Sebagian besar kerusakan terjadi jauh sebelum kepala menyentuh bantal.
Delapan Jam Duduk Lalu Salahkan Kasur, Saraf Kejepit yang Akhirnya Bicara
Nyeri punggung jarang benar-benar berasal dari saraf yang kejepit. Sebagian besar kasus cuma otot yang kelelahan, ditambah posisi duduk dan bantal yang tanpa sadar mengkhianati tulang belakangmu setiap hari.
Tiga Kali Seminggu Lebih Tangguh Daripada Tujuh Hari Penuh Semangat
Motivasi meledak-ledak di hari pertama justru biang utama cedera. Tubuh yang dipaksa beradaptasi dalam semalam akan membalas dengan nyeri yang membuat seminggu ke depan lumpuh di kasur.
Ruang Diskusi & Komentar