Sakit Kepala Tak Kunjung Sembuh Karena Obatnya Terlalu Sering Dikonsumsi
Pusing datang lagi padahal obat sudah diminum, dan kebiasaan menelan obat itulah yang sering membuat nyeri tak pernah benar-benar pergi.

Kepala berdenyut lagi. Kamu meraih kotak obat di tas, menelan satu tablet, dan setengah jam kemudian rasa sakit mereda. Besoknya skenarionya berulang, dan besoknya lagi. Dalam seminggu, kotak obat yang isinya sepuluh tablet sudah habis lebih cepat dari biasanya. Kamu mulai bertanya-tanya kenapa kepala ini seolah punya jadwal sendiri, padahal obatnya tidak pernah luput diminum.
Logikanya sederhana. Obat pereda nyeri bekerja menumpulkan sinyal sakit, tapi ia tidak menyentuh akar masalahnya. Ketika diminum terlalu sering, ambang rasa sakit tubuh ikut berubah, dan kepala menjadi peka terhadap nyeri yang sebelumnya bisa ditoleransi. Sekali obat habis bekerja, serangan datang lagi, sering kali lebih cepat.
Sakit Kepala Sebelah dan Kepala Biasa Punya Akar yang Beda Jauh

Dokter spesialis saraf dari RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta, Dr. dr. Tiara Aninditha, SpS(K), memberi nama untuk lingkaran ini: Medication Overuse Headache atau MOH, yaitu sakit kepala yang dipicu oleh minum obat sakit kepala terlalu banyak. Ia menjelaskan MOH paling banyak menyerang penderita migrain dan wanita muda usia produktif yang menghabiskan banyak waktu di depan layar gawai. Migrain mengganggu aktivitas, lalu obat terasa seperti jalan pintas, sehingga diminum lagi dan lagi. Sayangnya, pemicu aslinya tidak pernah diidentifikasi, apalagi dihindari.
Banyak orang menyebut semua nyeri di kepala sebagai pusing, padahal migrain dan sakit kepala biasa adalah dua kondisi berbeda. Dokter spesialis saraf dari Eka Hospital Bekasi, dr. Novrialdi Kesuma Putra, Sp.N, menjelaskan perbedaannya. Sakit kepala biasa kerap terasa seperti kepala ditekan atau berat di seluruh bagian, sementara migrain memiliki ciri khas sensasi berdenyut yang umumnya hanya dirasakan di satu sisi kepala. Nyeri migrain juga bertambah parah saat tubuh beraktivitas fisik.
Durasinya juga membedakan. Sakit kepala biasa biasanya berlangsung lima menit hingga empat jam, sedangkan migrain bisa bertahan minimal empat jam, bahkan hingga tiga hari penuh kalau tidak ditangani. Migrain kerap disertai mual, muntah, serta sensitivitas ekstrem terhadap cahaya dan suara, sehingga penderitanya kadang harus berbaring di ruangan gelap dan sunyi.
AwaL Serangan Sering Muncul Lebih Dulu dari Nyerinya
Migrain tidak selalu datang tanpa peringatan. Sekitar 25 persen penderita mengalami fase prodromal yang ditandai perubahan suasana hati, kelelahan, dan sering menguap, sedangkan 15 persen lainnya mengalami aura. Aura adalah sinyal peringatan yang muncul sepuluh hingga tiga puluh menit sebelum nyeri kumat, berupa kilatan cahaya, garis zig-zag berwarna, sulit fokus, hingga kesemutan di wajah dan tangan. Fase ini adalah momen emas untuk segera mencari tempat istirahat sebelum serangan puncak tiba.
dr. Irawati Hawari, SpS, dokter spesialis saraf RS Permata Cibubur, menyebut setidaknya 12 persen penduduk dunia mengalami migrain, dan kondisi ini menempati urutan keempat atau kelima penyebab pasien datang ke unit gawat darurat. ANTARA News Kalteng bahkan menyebut satu dari tujuh orang mengalami sakit kepala akibat migrain setiap harinya. Riwayat keluarga menjadi faktor risiko paling kuat, di mana peluangnya meningkat dua hingga tiga kali lipat dibanding mereka yang tidak punya riwayat. Pemicunya juga lebih spesifik, mulai dari perubahan hormon saat menstruasi dan kehamilan, konsumsi kafein atau alkohol berlebih, melewatkan waktu makan, hingga makanan tinggi garam dan MSG.
Sakit Kepala Pagi Sering Disalahkan ke Bantal, Padahal Bisa Jadi Sinyal Serius
Sakit kepala saat bangun tidur dianggap hal biasa, sebab hampir semua orang pernah mengalaminya. Dr. Raj Dasgupta, asisten profesor klinik kesehatan dari Keck School of Medicine of USC, menyebut sekitar satu dari 13 orang mengalami keluhan ini, dan pemicunya tidak selalu soal bantal atau posisi tidur yang salah. Insomnia menurunkan kualitas tidur sekaligus meningkatkan risiko sakit kepala dua hingga empat kali lipat. Sleep apnea yang membuat pernapasan berhenti sementara juga kerap jadi biang keladinya, demikian pula depresi dan gangguan kecemasan yang erat kaitannya dengan kualitas tidur.
Ada satu pola yang patut diwaspadai, yaitu sakit kepala yang justru terasa paling berat saat baru bangun pagi. Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, dokter spesialis bedah saraf, menjelaskan hal ini berkaitan dengan gravitasi. Saat tidur rebah, darah dan cairan tubuh lebih banyak terkumpul di daerah kepala dalam waktu cukup lama, sehingga tekanan di dalam rongga kepala meningkat. Jika keluhan ini berlangsung lama, makin lama makin berat, dan disertai muntah di pagi hari, segera konsultasi ke dokter untuk memastikan bukan tanda kondisi yang serius.
Cahaya Layar dan Terik Siang Sama-Sama Mengundang Nyeri
Paparan blue light yang berlebihan dari layar laptop dan ponsel memicu sakit kepala sekaligus masalah mata, terutama saat bekerja tanpa jeda. Di luar ruangan, cahaya menyilaukan di tengah hari terik sudah lama dikenal sebagai pemicu migrain, sehingga payung, topi, atau kacamata hitam bukan sekadar aksesori. Cuaca panas juga membawa risiko lain, yaitu dehidrasi yang disebut Brown sebagai pemicu utama oleh sekitar satu dari tiga penderita migrain. Saat suhu tubuh mencapai 40 derajat Celcius, fungsi tubuh mulai terganggu dan kondisinya bisa memburuk menjadi heat exhaustion, dengan gejala awal keringat berlebih, detak jantung meningkat, dan sakit kepala. Yang diminum juga menentukan, sebab kafein dan alkohol dalam jumlah berlebih justru memperburuk nyeri dan memicu dehidrasi. Untuk asupan, Ferreira menambahkan defisiensi magnesium adalah salah satu penyebab nutrisi paling umum dari sakit kepala yang menetap, sementara dr. Anita Amalia Sari mengingatkan agar menghindari makanan yang mengandung MSG, nitrat seperti sosis dan hotdog, serta tyramine yang banyak dijumpai pada keju jenis tertentu dan pizza.
Makanan Tertentu Meredakan Nyeri Lebih Cepat dari yang Disangka

Sebelum mengambil obat, ada pilihan yang lebih ramah untuk dikonsumsi tiap hari. Brown menyebut makanan adalah obat pertama bagi tubuh. Pisang mengandung magnesium yang berperan meredakan sakit kepala, dengan kandungan air sekitar 74 persen yang sekaligus membantu mencegah dehidrasi. Semangka lebih lengkap lagi, sebab 92 persen isinya adalah air. Biji chia, biji labu, flaxseed, dan kacang mete juga padat magnesium dan serat.
Untuk minuman, teh peppermint dipercaya membantu meredakan tekanan sinus, dan uapnya bisa dihirup langsung. Teh jahe dikenal mengurangi intensitas migrain berkat sifat antiinflamasi alaminya. dr. Zaidul Akbar menambahkan langkah sederhana lain, yaitu meningkatkan asupan air putih atau minuman hangat, serta campuran air madu dengan garam mineral, bukan garam dapur, untuk membantu meningkatkan sirkulasi darah. Saat kepala mulai sakit, minimum dua hingga empat gelas air putih adalah ukuran yang dianjurkan.
Kompres yang Tepat Tergantung dari Jenis Nyerinya
Cara kompres yang benar sering dibalik. Kalau nyerinya berasal dari ketegangan otot, kompres hangat di area leher atau belakang kepala adalah pilihan yang tepat, sebab terapi ini meningkatkan aliran darah ke daerah yang sakit dan melemaskan otot yang menegang. Sebaliknya, untuk migrain, kompres dingin di dahi lebih membantu meredakan keluhan. dr. Alvin Nursalim menambahkan, relaksasi sederhana seperti menarik napas selama lima detik lalu membuangnya selama lima detik juga efektif melemaskan ketegangan.
Kapan Harus Berhenti Mengandalkan Obat dan Pergi ke Dokter
Ciputra Hospital merangkum sejumlah kondisi yang patut diwaspadai, mulai dari kebas, sulit bicara, perubahan perilaku, mati rasa di satu sisi wajah, kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan penglihatan mendadak, mual dan muntah hebat, demam disertai leher kaku, hingga kehilangan kesadaran. Frekuensi dan intensitas juga jadi pertanda, apalagi bila serangan makin sering, dari sebulan sekali menjadi seminggu sekali lalu mendekati setiap hari, atau nyerinya makin lama makin berat. Pada anak, waspadai bila ia menjadi lebih banyak diam, mengantuk di luar kebiasaan, atau mengalami penurunan prestasi yang drastis.
Untuk obat yang dijual bebas, masyarakat tidak perlu begitu takut. Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, menegaskan obat sakit kepala yang beredar di Indonesia sudah mendapatkan izin dari BPOM, dan laporan kejadian anemia aplastik akibat obat sakit kepala sangat jarang ditemui. Yang perlu digarisbawahi adalah bila keluhan terus-menerus dan tidak membaik, konsultasi medis menjadi langkah wajib agar penyebabnya tertangani, bukan hanya gejalanya.
Artikel Terkait
Lihat kategori Kesehatan ↗
Jam Tujuh Pagi Bersikeras Kamu Sudah Beristirahat, Tubuhmu Bilang Belum
Bangun lelah padahal tidur sudah tujuh atau delapan jam bukan kesalahan kasur. Sebagian besar kerusakan terjadi jauh sebelum kepala menyentuh bantal.
Delapan Jam Duduk Lalu Salahkan Kasur, Saraf Kejepit yang Akhirnya Bicara
Nyeri punggung jarang benar-benar berasal dari saraf yang kejepit. Sebagian besar kasus cuma otot yang kelelahan, ditambah posisi duduk dan bantal yang tanpa sadar mengkhianati tulang belakangmu setiap hari.
Tiga Kali Seminggu Lebih Tangguh Daripada Tujuh Hari Penuh Semangat
Motivasi meledak-ledak di hari pertama justru biang utama cedera. Tubuh yang dipaksa beradaptasi dalam semalam akan membalas dengan nyeri yang membuat seminggu ke depan lumpuh di kasur.
Ruang Diskusi & Komentar