Kulkas Kita Berisi Makanan yang Sudah Diam-Diam Rusak, dan Kita Tetap Memakannya

Bau asam, permukaan lengket, dan wadah menggembung adalah tanda makanan di kulkas sudah rusak, dan kadang kita tetap memakannya karena penampilannya masih terlihat biasa saja.

Bagikan cerita ini:
Ilustrasi kulkas terbuka berisi berbagai bahan makanan dan wadah penyimpanan

Banyak dari kita membuka kulkas, mengintip sepiring sisa ayam dari malam sebelumnya, lalu memutuskan aman dimakan karena aromanya masih terasa biasa saja. Padahal sebagian besar patogen penyebab keracunan makanan tidak merusak bau, rasa, maupun penampilan makanan. Kebiasaan mengandalkan hidung ini yang sering kali membuat kita berakhir di kamar mandi.

Kulkas memang membuat makanan bertahan lebih lama, tapi tidak selamanya. Pakar keamanan pangan Krizella Pascua menjelaskan bahwa banyak bakteri, virus, dan parasit penyebab penyakit tidak mengubah bau, rasa, maupun tampilan makanan. Karena itu, kondisi makanan dan cara penyimpanannya perlu diperhatikan, bukan cuma insting kita saat lapar.

Lima Tanda yang Sengaja Kita Abaikan

Melansir Eating Well, Pascua membagi lima tanda makanan sisa di kulkas sudah basi. Pertama, aroma berubah jadi asam, tengik, atau tidak sedap. Saat bakteri atau jamur mulai menguraikan makanan, proses penguraian protein, lemak, dan karbohidrat menghasilkan senyawa berbau tidak enak. Kalau wadah dibuka dan aromanya aneh, sebaiknya jangan dikonsumsi meskipun baru disimpan beberapa jam.

Kedua, tekstur berlendir atau lengket. Kondisi ini sering ditemukan pada makanan berprotein seperti ayam matang, ikan, dan daging olahan. Menurut Pascua, permukaan yang terasa lengket berarti mikroba sudah berkembang biak di sana, dan memakannya bisa memicu diare, muntah, atau demam. Ketiga, bercak jamur. Bagian jamur yang terlihat belum tentu seluruhnya, karena pertumbuhan jamur secara mikroskopis bisa menjalar lebih dalam, terutama pada makanan yang lembut dan lembap. Beberapa jenis jamur juga menghasilkan racun yang membahayakan hati atau sistem kekebalan tubuh, jadi memotong bagian berjamur saja tidak menyelesaikan masalah.

Keempat, warna makanan berubah atau muncul bercak tidak biasa. Kelima, wadahnya menggembung. Wadah menggembung adalah sinyal aktivitas mikroba sedang intens, dan ini termasuk tanda yang paling sering luput dari perhatian karena letaknya di tempat bening sekilas terlihat biasa.

Ilustrasi wadah makanan sisa di kulkas yang mulai memperlihatkan tanda kerusakan
Foto oleh Julia Filirovska di Pexels

Pintu Kulkas adalah Tempat Terburuk untuk Telur

Sebagian besar kulkas modern menyediakan rak telur khusus di pintu, dan ini adalah jebakan yang diwariskan turun-temurun. Bagian pintu adalah area dengan fluktuasi suhu paling tinggi karena terus dibuka-tutup. Setiap kali pintu terbuka, telur terpapar udara luar yang lebih hangat, dan kondisi ini mempercepat pembusukan sekaligus meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri seperti salmonella.

Suhu terbaik untuk menyimpan telur adalah di bawah 4 derajat Celsius, yakni pada rak bawah atau tengah bagian belakang kulkas, jauh dari pintu. USDA juga menyarankan telur disimpan dalam karton aslinya agar terlindung dari benturan sekaligus tidak menyerap bau makanan lain.

Tiga Kesalahan Kecil yang Merusak Telur

Selain soal lokasi, ada tiga kebiasaan yang sering tidak disadari. Mencuci telur sebelum disimpan justru merusak permukaan pelindung alami yang disebut bloom, dan membuka jalan masuk bakteri. Menyimpan telur dengan ujung runcing menghadap ke atas membuat kuning telur bergeser dari tengah dan lebih cepat rusak, padahal posisi yang benar adalah ujung runcing menghadap ke bawah. Terakhir, membiarkan telur di suhu ruang lebih dari dua jam sudah melewati batas aman.

Untuk mengecek kesegaran, ada uji sederhana tanpa alat. Masukkan telur ke dalam semangkuk air dingin. Telur segar akan tenggelam dan diam di dasar mangkuk. Kalau telur berdiri atau mengapung, sebaiknya tidak dikonsumsi lagi.

Nasi, Apel, dan Makanan Tinggi Protein Punya Aturan Sendiri

Pakar sanitasi dan keamanan pangan Matt Taylor menyoroti makanan tinggi protein seperti daging ayam, daging sapi, ikan, susu, keju, dan telur sebagai kelompok yang paling patut diawasi karena patogen paling mudah berkembang di sana. Sayuran segar seperti jamur, salad kemasan, dan kecambah juga termasuk kelompok rawan kontaminasi.

Nasi punya jebakan unik. Mengutip HuffPost, Dr. Daniel Atkinson menjelaskan bahwa nasi bisa mengandung spora bakteri Bacillus cereus sebelum dimasak. Bakteri ini tetap menjadi ancaman setelah nasi matang, dan risikonya jauh lebih tinggi jika nasi tidak disimpan dengan tepat. Nasi tidak boleh ditaruh di suhu ruangan. Setelah dingin, segera masukkan ke kulkas dan habiskan dalam waktu 24 jam. Melewati tenggang itu, potensi nasi beracun tetap ada meski tidak menunjukkan tanda basi seperti berjamur atau berbau tidak sedap.

Apel, di sisi lain, adalah aktor kimia yang cerewet sendiri. Apel memproduksi gas etilen, hormon alami pada tanaman yang membuat buah matang dan layu dengan cepat. Semakin tua apel, semakin banyak gas etilen diproduksi, dan semakin banyak buah di sekitarnya ikut terpengaruh. Karena itu apel perlu dijauhkan dari buah sensitif terhadap etilen seperti pisang dan persik, serta sayuran seperti kentang, sayuran hijau, brokoli, dan paprika.

Apel juga menyerap bau. Sebuah panduan penyimpanan yang diangkat Tempo menyarankan bawang merah dan putih disimpan dalam kontainer tertutup di rak terpisah agar apel tidak ikut beraroma bawang. Sebaliknya, apel yang akan dimakan dalam waktu dekat lebih baik diletakkan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi di luar kulkas, serta jangan dicuci kalau belum mau disantap karena lapisan lilin alaminya membantu mempertahankan kesegaran.

Ilustrasi telur segar dalam karton diletakkan di rak utama bagian dalam kulkas
Foto oleh Suzy Hazelwood di Pexels

Listrik Mati Seharian, Kulkas Berhenti Menyimpan

Indonesia pernah mengalami pemadaman listrik seharian di hampir separuh wilayah Jawa, dan kejadian ini membuat isi kulkas jadi pertaruhan. Saat listrik mati seharian, kulkas tidak memiliki daya pendingin, dan menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, makanan di dalamnya seperti diletakkan di luar kulkas. Proses pembusukan berlaku untuk semua jenis makanan, termasuk buah, sayur, dan makanan dalam kemasan.

Ada patokan kasarnya. Buah atau sayur utuh yang belum diolah hanya bertahan dua sampai tiga hari. Makanan yang sudah diolah dan dipindahkan dari freezer ke kulkas bawah hanya bertahan tiga sampai lima hari. Sedangkan makanan jadi yang disimpan langsung di kulkas bawah paling lama satu hari sudah tidak layak makan dan berpotensi mengandung kuman berbahaya.

Mengapa Kita Sering Tetap Memakannya

Alasannya sederhana. Makanan yang disimpan di kulkas hingga melewati tanggal kedaluwarsa, atau sisa makanan yang tidak dipanaskan dengan benar, bisa terkontaminasi bakteri berbahaya tanpa memberi tahu kita lewat indra. Menurut Atkinson, semua makanan secara potensial bisa menyebabkan keracunan. Kita menyalahkan hidung, padahal hidung tidak dilengkapi alat untuk mendeteksi bakteri yang diam.

Ada hal lain yang juga sering terlewat, yakni penyebab kimia. Direktur Southeast Asia Food & Agricultural Science & Technology Center (SEAFAST) IPB, Profesor Nuri Andarwulan, menjelaskan bahwa dalam bahan pangan mengandung enzim. Tanaman yang dipanen atau hewan yang disembelih sebenarnya masih melakukan aktivitas enzimatis, dan inilah salah satu penyebab kerusakan pangan. Cara mengendalikannya adalah dengan permainan suhu. Selain enzim, perubahan kadar air, suhu, cahaya, oksigen, hingga sentuhan serangga dan tikus juga mempercepat proses tersebut.

Cara Memasukkan Makanan ke Kulkas Tanpa Nekat

Langkah pertama, pindahkan telur dari pintu ke rak utama bagian belakang, tetap di karton aslinya, dengan ujung runcing menghadap ke bawah. Kedua, biasakan memeriksa wadah sebelum dipanaskan: ada aroma asam, permukaan lengket, warna berubah, atau wadah menggembung. Salah satu tanda ini muncul, buang seluruh isi wadah. Untuk makanan berjamur, jangan memotong bagian yang terlihat saja karena jamur bisa menjalar lebih dalam.

Ketiga, pisahkan apel dari buah dan sayuran sensitif etilen, dan simpan bawang dalam kontainer tertutup. Keempat, jangan menyimpan nasi di suhu ruangan. Setelah dingin, masukkan ke kulkas dan habiskan dalam 24 jam. Kelima, saat listrik padam seharian, gunakan patokan waktu tadi sebelum memutuskan menyelamatkan atau membuang. Makanan jadi di kulkas bawah yang sudah lebih dari sehari sebaiknya pergi ke tempat sampah.

Sebagai penutup, mengandalkan mata dan hidung saat membuka kulkas adalah kebiasaan yang terlalu optimis. Bakteri penyebab keracunan tidak selalu memberi sinyal yang bisa kita tangkap, dan ruangan dingin hanya memperlambat, bukan menghentikan proses pembusukan. Mengenal lima tanda kerusakan, posisi penyimpanan yang benar, dan patokan waktu menyelamatkan duit belanjaan dari tempat sampah.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗