Kulkas Tidak Pernah Salah, Cara Simpan Asal yang Membikin Makanan Cepat Busuk
Belanja semingguan habis dibuang setengahnya padahal kulkasnya berfungsi normal. Biangnya ada di kebiasaan simpan yang asal, bukan di mesin pendinginnya.

Ada satu keluhan yang hampir setiap rumah tangga punya: sayur belanja hari Senin sudah layu di hari Rabu, telur stok sebulan berjamur di minggu kedua, dan bau kulkas tidak hilang meski sudah dipel berkali-kali. Otomatis jari telunjuk mengarah ke kulkasnya. Dianggap tidak dingin, dianggap sudah tua, dianggap boros listrik. Padahal di sebagian besar kasus, mesinnya tidak ada masalah.
Yang ada masalah adalah isi dan cara menatanya. Kulkas hanya menjaga suhu, ia tidak bisa memperbaiki kebiasaan simpan yang keliru. Bukti paling jelas datang dari pengalaman Nurul Bashiroh, pengguna Threads yang niat menyetok telur omega untuk satu bulan ke depan. Semuanya dimasukkan ke wadah kedap lalu ditutup rapat supaya terlihat rapi di kulkas. Hasilnya, seluruh cangkang telur berercak putih karena ditumbuhi jamur. "Sedih banget akibat ketidaktahuanku mengakibatkan telur omega sebanyak ini jamuran," tulisnya, dirangkum briliofood.net.
Kasus itu bukan satu-satunya. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional mencatat sisa sampah makanan di Indonesia mencapai lebih dari 39 persen, dan sebagian besar berawal dari pengelolaan kulkas rumah tangga yang sembarangan.
Kebiasaan Simpan yang Keliru Terjadi di Hampir Semua Dapur
Kesalahan pertama terjadi bahkan sebelum pintu kulkas dibuka, yaitu di meja dapur. Banyak orang mencuci sayur dan buah begitu sampai dari pasar, lalu memasukkannya dalam keadaan basah. Menurut laporan Kompas.com yang mengutip Huffington Post, sisa air itu menambah kelembapan berlebih dan mempercepat pembusukan. Nadia Charif, penasihat kesehatan dari Coffeeable, bahkan menegaskan buah yang sudah dicuci menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri. Naluri mencuci memang benar, tapi waktunya salah, sebaiknya tepat sebelum dikonsumsi, bukan sebelum disimpan.
Kesalahan kedua adalah wadah. Mengemas sayur dalam plastik kedap udara sama saja dengan mencekiknya. Sayuran tetap butuh sirkulasi oksigen agar kondisinya prima, jadi yang tepat adalah kertas pembungkus atau plastik berlubang, seperti dijelaskan Fimela.com. Selain itu, kantong plastik bekas belanjaan mengandung bisphenol A dan ftalat yang bisa meresap ke makanan, dilaporkan RBTV Disway.
Kesalahan ketiga sering tidak disadari karena terlihat seperti langkah benar, yaitu menutup rapat semua wadah. Padahal tidak semua bahan perlakuannya sama. Sayuran berdaun hijau butuh napas, sementara cabai justru sebaliknya. Anjuran Badan Pangan Nasional yang dimuat Floresku.com: lepaskan tangkai cabai, lapisi dengan tisu, tambahkan satu siung bawang putih kupas sebagai pengawet alami, baru simpan dalam wadah tertutup. Satu aturan tidak pernah cocok untuk semua isi kulkas.

Posisi Simpan Ternyata Lebih Menentukan Daripada Suhu
Setiap rak di kulkas punya suhu yang berbeda, dan ini sering diabaikan. Rak pintu adalah area paling fluktuatif karena setiap kali kulkas dibuka, udara hangat langsung menghantamanya. Ahli gizi terdaftar Kathleen Benson, dilansir CNN Indonesia dari Reader's Digest, menjelaskan bahwa rak kecil tertutup di pintu kulkas awalnya memang dirancang untuk mentega yang cepat habis dalam waktu sekitar satu minggu. Untuk simpanan jangka panjang, tempat itu justru merugikan.
Pemanasan dan pendinginan berulang membuat mentega melunak dan mengeras terus-menerus, sehingga mempercepat pembusukan dan ketengikan. Benson menyarankan memindahkannya ke rak tengah atau atas yang suhunya lebih dingin dan stabil. Dengan penyimpanan benar, mentega tawar bisa bertahan hingga tiga bulan dan mentega asin hingga lima bulan. Selain mentega, susu, telur, daging mentah, hidangan laut, dan keju juga sebaiknya tidak ditaruh di pintu kulkas.
Kasus telur berjamur tadi juga berakar dari posisi dan wadah sekaligus. Briliofood menjelaskan kelembapan tinggi membuat cangkang mudah menyerap uap air, lalu suhu yang tidak stabil membuat telur berkeringat dan memancing jamur. Solusinya sederhana, simpan telur di rak terbuka yang sirkulasinya bagus, di bagian tengah yang suhunya paling stabil, dan jangan dicuci sebelum disimpan karena air menghilangkan lapisan pelindung alami cangkang.
Untuk sayuran, Fimela.com memberi panduan penataan yang praktis. Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung sebaiknya di rak paling bawah yang suhunya cenderung stabil. Wortel, kol, dan buncis yang kadar airnya rendah cocok di rak tengah. Rak teratas untuk sayuran kadar air tinggi seperti mentimun, cabai, terong, dan paprika. Penataan seperti ini juga memudahkan pengecekan, sehingga bahan yang mulai layu bisa segera digunakan.
Tidak Semua Buah Boleh Dimasukkan ke Kulkas
Anggapan bahwa semua buah makin awet di kulkas tidak sepenuhnya benar. Guru Besar Bidang Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada, Sri Raharjo, mengingatkan bahwa buah bukan benda mati setelah dipanen. Sel-selnya masih bernapas, menghasilkan dan merespons gas etilen, serta terus kehilangan air. Pendinginan memang memperlambat pernapasan dan penuaan, tapi ada batasnya. Ketika suhu turun di bawah ambang toleransi, membran sel terganggu dan jaringan kehilangan integritasnya.
Badan Pangan dan Pertanian PBB menyebut gejala ini sebagai chilling injury atau cedera dingin, yang terjadi di atas titik beku, berbeda dengan kerusakan akibat membeku. Sri Raharjo memberi contoh, jika suhu ideal sebuah buah adalah 10 hingga 13 derajat Celsius, maka kulkas rumah yang biasanya 3 hingga 4 derajat Celsius jelas terlalu dingin. Stroberi dan bluberi sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan karena mudah berjamur bila lembap.
Selain soal suhu, ada soal tetangga. Buah seperti apel, pisang, dan alpukat menghasilkan gas etilen yang mempercepat pematangan dan pembusukan sayuran di sekitarnya. Kompas.com mencatat selada dan kubis-kubisan adalah yang paling rentan, maka jangan mencampur buah dan sayur dalam satu wadah. Pisahkan saja di laci atau wadah berbeda.

Bau Kulkas Bukan Karena Kulkasnya, Tapi Karena Isinya
Aroma amis dan busuk yang membandel sebenarnya meninggalkan jejak. Suara.com mencatat bau muncul ketika sisa makanan, daging, atau ikan tidak disimpan dengan benar, dan aromanya tetap menempel meski sumbernya sudah dibuang. Langkah pertama tetap mengosongkan seluruh isi, memeriksa satu per satu bahan yang sudah rusak, lalu membuangnya. Periksa rak, laci, dan sudut kulkas karena sisa cairan yang menetes di sanalah yang sering jadi sumbernya.
Setelah bersih, baru bahan penyerap bau bekerja maksimal. Manajer produk perawatan Zanussi, Colin Swift, dilansir Kompas.com, merekomendasikan cuka putih karena asam asetatnya memecah lemak dan kotoran makanan sekaligus menetralkan bau. Tuang sedikit ke mangkuk dangkal berisi kain lap, lalu simpan di bagian belakang kulkas selama minimal 24 jam. Gunakan sarung tangan karet karena cuka yang tidak diencerkan bisa mengiritasi kulit.
Dua penyerap bau lain yang sudah teruji adalah baking soda dan bubuk kopi. Suara.com menyarankan 100 hingga 150 gram baking soda di mangkuk terbuka di rak tengah, diganti setiap satu hingga dua bulan. Bubuk kopi, tiga sampai empat sendok makan, ditaruh di rak berbeda dan diganti setiap dua hingga tiga minggu. Ampas kopi juga bisa dipakai asal benar-benar kering. Biarkan wadahnya terbuka, karena tertutup justru mematikan fungsinya.
Perawatan Kecil yang Membuat Bahan Awet Berbulan
Untuk sayuran berdaun hijau, trik kain basah yang dibagikan pengguna TikTok @delviyandra25 dan dirangkum Liputan6.com layak dicoba. Cuci sayuran sampai bersih, pastikan kering, lalu alas rak paling bawah dengan kain basah. Susun sayuran berdiri agar tidak saling menempel, lalu tutup lagi dengan kain basah di atasnya. Jika kain penutup mulai kering, basahi kembali. Dengan cara ini, sayuran diklaim tetap segar hingga sebulan tanpa kontainer khusus.
Bunga es yang menumpuk di freezer juga sering dianggap hal biasa, padahal lapisan es membuat ruang simpan makin sempit dan mengganggu kinerja pendinginan. Suara.com, mengutip panduan Polytron dan SHARP Indonesia, menjelaskan beberapa kulkas sudah dibekali fitur Semi Auto Defrost. Fitur ini mencairkan bunga es tanpa perlu mencabut colokan, dan air lelehannya ditampung di wadah khusus yang harus dibuang manual. Kalau kulkas tidak punya fitur ini, jangan dipaksakan.
Artikel Terkait
Lihat kategori Tips ↗
Baju Kusut Selalu Disalahkan ke Setrika, Padahal Air Wastafel yang Melarikan
Baju kusut itu kebanyakan dibentuk saat masih basah, terlipat sendiri di dalam air, atau dipelintir kasar saat dibilas. Beberapa kebiasaan kecil di wastafel dan jemuran menyelesaikannya tanpa beli alat baru.
Setiap Malam Bakar Obat Nyamuk, Padahal Kamar Mandimu Sendiri Pabriknya
Asap obat nyamuk dibakar tiap malam, padahal genangan air di bak mandi dan talang rumah justru jadi pabrik jentik yang tak pernah libur. Fogging pun sebetulnya cuma mematikan nyamuk dewasa.
Sepatu Sekolah Sering Jadi Prioritas, Padahal Tas Beratnya Mengubah Postur Anak
Belanja perlengkapan sekolah biasanya berhenti di sepatu, padahal tas yang beratnya melebihi standar itulah yang diam-diam mengubah postur anak setiap hari.
Ruang Diskusi & Komentar