Membuka Paket COD Sebelum Bayar Melanggar Aturan, tapi Sekarang Ada Celah Resmi
Aturan COD menyebut pembeli harus bayar penuh dulu sebelum boleh membuka paket, dan melanggarnya pernah berujung pada pistol ke kurir. Kini ada fitur resmi yang mengizinkanmu memeriksa isi dulu.

Pada awal Mei 2021, seorang pembeli menodongkan pistol ke kurir di Bogor. Dua pekan kemudian, video beredar memperlihatkan perempuan berbaju kuning memaki-maki kurir sampai gemetar. Satu kasus lagi, pembeli menarik baju kurir dan menuntut uangnya dikembalikan secara paksa. Satu kesamaan dari ketiganya: paket COD dibuka sebelum dibayar, dan isinya mengecewakan.
Skalanya jauh lebih besar dari yang kita kira. Survei Jakpat yang melibatkan 1.931 responden pada 23 sampai 27 Mei 2025 menempatkan dompet digital sebagai juara dengan 75 persen, tapi COD menyusul di peringkat kedua dengan 64 persen, mengungguli mobile banking 44 persen, paylater 26 persen, dan transfer via ATM 19 persen. Yang bayar tunai di depan pintu bukan cuma orang yang gagal paham aplikasi.
Aturan COD Sebenarnya Melarang Buka Paket Sebelum Bayar
Baskara Aditama, AVP Marketplace Strategy and Merchant Policy Bukalapak, menjelaskan aturan mainnya. Sejak Agustus 2020, pembeli wajib membayar tunai dan penuh sesuai detail tagihan atau label pengiriman ke kurir, baru kemudian boleh menerima atau membuka paket. Kalau setelahnya ada kendala, pembeli bisa mengajukan bantuan lewat BukaBantuan.
Jendela komplainnya ketat. Bukalapak memberi waktu 2x24 jam sejak paket tercatat sampai menurut pelacakan jasa kirim. Lewat batas itu, pengajuan komplain ditutup dan uang pembayaran langsung diteruskan ke penjual. Solusi yang ditawarkan jika lolos pun terbatas: pengembalian uang, penggantian barang, atau penambahan barang.
Shopee melihat hal yang sama dari sisi berbeda. Kepala Kebijakan Publik Shopee Indonesia Radityo Triatmoho menyebut COD sebagai cara menjangkau pengguna yang belum punya akses ke keuangan digital, terutama di daerah di mana layanan perbankan belum merata. Dia menunjuk Statistik E-Commerce 2020 dari BPS, di mana pembayaran tunai jadi metode yang paling banyak dipilih pelaku usaha e-commerce.
Alasannya pasar. COD menjangkau pembeli di daerah pelosok yang jangkauan banknya tipis, dan bagi banyak orang uang tunai masih jadi preferensi utama. Menghapus metode ini bukan opsi yang realistis, karena di luar ibu kota COD masih menjadi metode pembayaran utama bagi banyak pembeli.
Alasan Pembeli Tetap Membuka Paket Lebih Dulu
Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance, meluruskan anggapan bahwa pengguna COD adalah orang yang belum melek digital. Menurutnya mereka sudah melek digital, tapi butuh merasa aman. Uang baru dikeluarkan saat barang sudah di tangan, dan jaminan seperti itu memang nyata bagi pembeli.

Rasa aman itu ada harganya, dan sering dibayar oleh kurir. Dari 280 juta penduduk Indonesia, menurut Esther tidak semua menguasai mekanisme belanja online yang aman hingga tahap pembayaran. Ketika ekspektasi bertemu kenyataan yang mengecewakan, pembeli yang merasa ditipu kerap melampiaskan kemarahannya ke orang yang paling dekat: pengantar paketnya.
Padahal kurir tidak tahu detail transaksi antara pembeli dan penjual. Tugasnya mengantar dan menerima pembayaran, bukan menukar atau membatalkan pesanan. Itu sebabnya keluhan pembeli yang seharusnya jadi urusan aplikasi naik menjadi penghinaan, bahkan ancaman senjata tajam.
Celah Resmi untuk Periksa Isi Tanpa Melanggar Aturan
Sejak Oktober 2023, Shopee memperkenalkan COD Cek Dulu. Pembeli bisa membuka paket di depan kurir, mencocokkan isinya dengan deskripsi atau foto produk, dan menolak membayar jika ternyata tidak sesuai atau rusak. Paket langsung dikembalikan ke kurir tanpa perlu membayar. Ini jawaban resmi untuk kebiasaan yang selama ini melanggar aturan.
Seberapa besar ketertarikan pada fitur seperti ini terlihat dari survei Snapcart bertajuk Tren Perilaku Belanja Online Jelang Ramadan 2023. Menyediakan metode COD menjadi satu dari empat faktor pertimbangan responden saat memilih platform, dengan bobot 37 persen, di bawah gratis ongkir 71 persen. Untuk pengalaman COD, Shopee memimpin dengan 60 persen, jauh meninggalkan Tokopedia 17 persen, TikTok Shop 12 persen, dan Lazada 9 persen.
Cara pakainya sederhana. Pilih produk yang diinginkan, masukkan ke keranjang atau klik beli sekarang, lalu pastikan produk dan tokonya mengaktifkan metode COD. Dari sisi distribusi, Imam Sedayu, Director of External Affairs SiCepat Ekspres, mengatakan kerja sama dengan Shopee sudah berjalan sejak 2018 dan Shopee termasuk kontributor volume pengiriman terbesar. Layanan COD SiCepat di Shopee saat itu baru menjangkau Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Medan, dengan target perluasan nasional pada akhir 2024.
Modus Baru yang Justru Memanfaatkan Kebiasaan COD
Serangan paling licik justru datang dari luar aplikasi, yakni paket COD fiktif. Ini adalah pengiriman barang yang tidak pernah kamu pesan, tapi sistem mencatatnya sebagai transaksi COD sehingga kurir tetap menagih. Isinya cuma bungkusan plastik, kertas, atau barang murahan dengan nilai jauh di bawah uang yang kamu keluarkan.

Ada tiga modus yang perlu diwaspadai. Pertama, data pribadi yang bocor dari berbagai platform dipakai untuk mengirim paket ke alamat yang valid, sehingga korban ragu dan akhirnya membayar. Kedua, isi paket tidak sesuai setelah pembayaran dilakukan. Ketiga, pelaku mengatasnamakan customer service toko online, menawarkan diskon atau bonus, lalu memasukkan pesanan COD memakai data korban.
Kerugiannya tidak cuma uang. Data pribadi berpotensi disalahgunakan untuk tindakan kriminal lain, dan kurir yang tidak bersalah sering menjadi sasaran kemarahan. Kepercayaan pada sistem COD secara keseluruhan ikut turun. Pertahanan yang bisa langsung dipakai: tolak paket yang tidak pernah kamu pesan, periksa nama pengirim dan nomor resi sampai bisa diverifikasi, hindari formulir promo atau tautan hadiah dari sumber tak terpercaya, jangan sembarangan memberi data pribadi di platform tak resmi, cek riwayat pesanan di marketplace, dan edukasi keluarga yang kurang familiar dengan belanja online.
Kalau Sudah Terlanjur, Ini Urutan yang Benar
Bukan menolak membayar di tempat. Sejak awal pilihannya jelas, yaitu bayar penuh dulu, buka paket, lalu ajukan komplain lewat aplikasi dalam jendela 2x24 jam. Untuk fitur COD Cek Dulu, periksa isinya di depan kurir dan kembalikan jika tidak sesuai. Tidak ada opsi ketiga yang aman bagi pembeli.
Sisi lain yang sering terlewat adalah ongkos kirimnya sendiri. Lion Parcel menghadirkan COD Ongkir untuk social commerce, di mana harga barang dibayar ke penjual di awal dan biaya kirim dibayar ke kurir saat menerima paket. Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto menyebut permintaannya tinggi dan mendorong kenaikan tonase pengiriman hingga 50 persen sepanjang 2023. Layanan ini juga sudah menerima QRIS tanpa biaya tambahan, jadi uang tunai bukan lagi satu-satunya pilihan saat kurir mengetuk pintu.
Intinya, aturan COD memang melarang kamu membuka paket sebelum membayar. Sekarang celah resminya sudah ada, yaitu pakai fitur periksa dulu jika toko menyediakannya, dan jika tidak, bayar dulu lalu serahkan urusannya ke sistem komplain. Urusannya lewat aplikasi, bukan di depan kurir.
Artikel Terkait
Lihat kategori Tutorial ↗
HP 5G Harganya Selangit, Tapi Cakupan 5G Indonesia Baru 4,44 Persen
Membeli HP 5G itu nggak murah, padahal cakupan jaringan 5G di Indonesia baru sekitar 4,44 persen per April 2025. Sebelum menyalahkan ponselnya, ada beberapa pintu yang sebaiknya dicek dulu.
Kamu Beli Kuota untuk Diri Sendiri, Tapi Aplikasi Diam-Diam Makannya Lebih Dulu
Sebagian besar kuota yang kamu beli habis dimakan aplikasi di latar belakang, bukan olehmu. Cara menghentikan pembocoran ini hanya butuh beberapa pengaturan.
Tombol Power dan Volume Sudah Lumayan Tua, Sementara Semua HP Punya Cara Lebih Cepat
Semua HP punya empat sampai lima pintu untuk mengambil tangkapan layar, tapi kebanyakan kita cuma hafal satu yang paling tua.
Ruang Diskusi & Komentar