Mesin Cuci Dipukuli Sedikit demi Sedikit, Bengkel Servis Tinggal Tunggu Waktunya

Takaran deterjen nggak dijaga, pintu ditutup rapat saat masih basah, tabung dipenuhi sampai batasnya. Tiga kebiasaan ini diam-diam memperpendek usia mesin cuci yang harganya jutaan.

Bagikan cerita ini:
Mesin cuci bukaan depan dengan pintu terbuka memperlihatkan tabung drum yang bersih

Banyak orang memperlakukan mesin cuci seperti titipan gratis dari alam semesta. Seret baju kotor, tutup, tekan tombol, lalu pergi. Kalau mesinnya masih berputar, urusan dianggap selesai. Sayangnya, mesin cuci justru paling sering dirusak oleh kebiasaan kecil yang dilakukan tiap hari tanpa pernah dicurigai.

Tutup Botol Deterjen Memang Sengaja Dibikin Menyesatkan

Coba ingat terakhir kali menuang deterjen. Penuh sampai bibir tutup botol, kan? Ternyata garis takaran ideal biasanya bersembunyi jauh di bawah batas atas tutup itu. Ree Hines, konsumen yang mendalami isu ini, menyebut garisnya sengaja dibuat samar dan tersembunyi, seperti dilaporkan HuffPost dan dirilis ulang oleh Kompas.com. Hasilnya, orang-orang menuang deterjen jauh lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan.

Tangan menuang deterjen cair ke gelas takar, kebiasaan menuang penuh tutup botol sering terjadi
Foto oleh RDNE Stock project di Pexels

Deterjen berlebih nggak bikin baju makin bersih. Mesin justru harus bekerja ekstra keras membilas sisa sabun, siklus bilas makin lama, dan tagihan listrik ikut membengkak. Sisa sabun yang gagal terbilas menempel di sela tabung, lalu jadi makanan empuk bakteri dan jamur. Akhirnya mesin dan pakaian sama-sama bau apek, dan menurut Kompas.com, residu deterjen yang tertinggal di serat kain justru menarik kotoran baru sambil memudarkan warna baju lebih cepat.

Laura Johnson, analis konsumen riset dan pengembangan di LG Electronics, menjelaskan kebiasaan ini juga bikin mesin beroperasi lebih lama karena butuh siklus bilas tambahan. Di Indonesia, ceritanya makin ruwet. Banyak rumah tangga masih pakai air tanah atau air sumur berkadar mineral tinggi. Mineral ini bereaksi dengan deterjen berlebih, menciptakan endapan kerak yang lebih keras dan makin sulit dibersihkan dari tabung.

Busa Banyak Belum Tentu Bersih, Justru Bikin Mesin Kapok

Anggapan bahwa busa melimpah sama dengan pakaian bersih sudah melegenda. Menurut Effendi Yonatan, R&D Product Development Manager Home Care Unilever Indonesia, formulasi dan kandungan aktif deterjen yang menentukan hasilnya, bukan jumlah busa. Untuk mesin bukaan depan, produsen deterjen sengaja merancang formula agar busanya tidak berlimpah karena busa berlebih justru mengganggu kinerja mekanik mesin.

Mesin Bukaan Depan dan Bukaan Atas Butuh Deterjen Beda

Mesin bukaan depan dirancang sedemikian rupa sehingga butuh deterjen rendah busa. Memaksakan deterjen busa banyak di mesin ini seperti memaksa mesin bekerja melawan dirinya sendiri. Sebaliknya mesin bukaan atas masih bisa kompromi dengan deterjen busa banyak, walaupun tetap saja takarannya harus dijaga.

Tabung Penuh Sesak, Motor yang Menanggung Akibatnya

Dorongan "sekalian cucian sehari-habiskan" sering menang melawan nalar. Tabung dipenuhi sampai mentok, padahal mesin dirancang untuk berat cucian tertentu. Saat dibebani melampaui kapasitas, hasil pencucian jauh dari sempurna dan komponen mesin ikut diperas. Beberapa mesin masa kini memang menolak jalan jika kelebihan beban, tetapi banyak juga yang tetap berputar dengan terpaksa sambil memendam kerusakan pelan-pelan.

Ahmad Robi, teknisi mesin cuci yang diwawancarai RRI, mengingatkan pengguna memberi sedikit ruang antara tumpukan pakaian dengan bagian atas drum. Tabung yang selalu kelebihan beban membuat motor dan bearing bekerja di luar batas kemampuannya, dan suara bergetar aneh saat pengeringan sering jadi alarm pertama yang diabaikan.

Pakaian Basah Ditinggal, Jamur Berpesta dalam 24 Jam

Lupa mengeluarkan baju dari mesin hampir jadi olahraga nasional. Menurut ahli pencucian Nicole Gibson dari Söka Australia, di iklim lembap apa pun yang tertinggal di dalam mesin dengan pintu tertutup mulai tercium setelah satu jam. Setelah 24 jam, jamur dan lumut mulai tumbuh dan makin cepat menumpang selama dibiarkan. Bakteri penyebab bau apek ini tinggal di serat kain sampai pakaian dicuci ulang, dan tergantung tingkat baunya, butuh air panas untuk benar-benar membasuhnya.

Pakaian basah dijemur di rak jemur dengan sinar matahari agar tidak bau apek
Foto oleh Roman Koval di Pexels

Solusi paling murah adalah kebiasaan, bukan produk. Atur delay timer agar cucian selesai saat kamu bangun atau tiba di rumah, hindari mencuci saat nggak akan ada di rumah untuk menjemur, dan biasakan cek prakiraan cuaca sebelum tekan tombol start. Gibson juga mengingatkan bahwa sinar matahari memang membunuh kuman, tetapi tidak ramah pada bau apek yang sudah mendarat di kain.

Pintu Ditutup Rapat Justru Jadi Ajakan Bagi Jamur

Refleks menutup pintu mesin habis cuci ternyata salah besar untuk mesin bukaan depan. Gustian Pribadi, Director of Sales and Marketing PT MLC Indonesia, menjelaskan pintu mesin jenis ini punya magnet. Saat tidak dipakai, biarkan saja pintu menempel ke magnet tanpa ditutup rapat. Tujuannya agar bau deterjen dan udara lembap keluar dari tabung sekaligus memberi sirkulasi udara di dalam mesin.

Teknisi Ahmad Robi menambahkan, setelah dipakai body mesin perlu dikeringkan dengan kain penyerap air dan tutupnya dibiarkan terbuka sekitar dua jam. Lindap adalah rumah empat untuk kuman, dan mesin cuci yang tertutup rapat dalam keadaan basah persis seperti kamar mandi tanpa ventilasi. Cabut juga steker habis mencuci untuk menghindari risiko korsleting, dan bersihkan filter serta pulsator secara berkala karena serat kain, rambut, dan kotoran yang numpuk bisa menghambat aliran air.

Rawat Mesin Cukup dengan Cuci Kosong, Tanpa Perlu Bongkar Pasang

Masih banyak yang mengira merawat mesin cuci harus membongkar perangkatnya. Itu keliru. Iskandar Yap, National Sales Manager Reiwa Indonesia, membeberkan metode cuci kosong yang cukup simpel. Tuang air secukupnya, putar mesin 15 menit tanpa pakaian di dalamnya, dan ulang seminggu sekali untuk pemakaian sekali sehari. Bila jarang mencuci, dua minggu sekali sudah cukup.

Banyak mesin masa kini punya fitur eco drum clean yang bisa diaktifkan setelah sekitar 40 kali pencucian, seperti dijelaskan Sabai Morscheck saat peluncuran Samsung Smart EcoBubble Washer. Iskandar juga tegas melarang pengguna sembarangan membongkar perangkat. Kalau mesinnya memang tidak berputar, urusannya teknisi. Tugas kamu cuma menjaga kebersihan, bukan merangkap montir.

Baju Kamu Juga Ikut Jadi Korban Mesin yang Keliru Dipakai

Kebiasaan mencuci yang asal juga merugikan lemari pakaian. Mencampur denim berat dengan polyester atau linen memperpendek usia baju yang lebih halus. Pelembut pakaian sebaiknya tidak disentuhkan langsung di atas cucian karena meninggalkan jejak noda, cukup tuang ke kompartemen yang disediakan mesin. Selalu periksa saku sebelum mencuci, karena tisu dan struk belanja yang lupa dikeluarkan akan berubah jadi partikel kecil menyebar ke seluruh cucian.

Membalik pakaian sebelum dicuci ternyata bukan mitos. Banyak ahli perawatan tekstil sepakat teknik ini memperpanjang usia pakai, terutama untuk jeans gelap, baju bersablon, dan pakaian berornamen. Bagian luar pakaian adalah sisi yang paling sering bergesekan dengan drum dan pakaian lain. Membaliknya memperlambat pudar warna dan keausan tanpa mengorbankan kebersihan bagian dalam yang menempel keringat dan minyak tubuh.

Untuk bahan halus seperti jas dan gaun, terlalu sering dicuci dengan air justru mempercepat kerusakan. Mengurangi frekuensi pencucian menjaga serat tetap kuat. Modena bahkan mengembangkan teknologi DryClean Ozone yang memanfaatkan ozon untuk menyegarkan pakaian tanpa air dan deterjen. Untuk batik, Chitra Subyakto dari Sejauh Mata Memandang mengingatkan makin sering dicuci makin cepat lusuh, jadi cucilah dengan air dan sabun organik atau sabun bayi serta jangan jemur di tempat panas.

Mesin yang Dirawat Janji Tak Akan Menggigit Dompet

Mesin cuci adalah salah satu investasi termahal di rumah, jadi aneh sekali kalau perawatannya cuma ditebak-tebak. Takaran deterjen sesuai garis di tutup botol, tabung nggak dipenuhi mentok, baju nggak ditinggal berhari-hari, pintu dibiarkan bernapas, dan cuci kosong seminggu sekali. Lima langkah itu membutuhkan biaya nol rupiah.

Bengkel servis dan teknisi memang selalu siap menolong. Tapi lebih murah dan lebih masuk akal kalau mesinnya dirawat sejak masih sehat, bukan dibawa ke bengkel saat sudah bergetar aneh atau bocor di tengah malam. Toh, mesin cuci yang bahagia akan membalas dengan cucian bersih dan umur yang panjang.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗