Ponsel Baru Keluar Box Sudah Sesak Aplikasi Sampah, Baterai Boikot Duluan

Banyak hp baru yang sudah berisi belasan aplikasi tak terpakai sejak pertama kali dinyalakan, dan diam-diam mereka terus menyedot baterai, kuota, serta ruang penyimpanan tanpa pernah kita buka.

Bagikan cerita ini:
Tampilan layar utama ponsel baru yang dipenuhi ikon aplikasi bawaan pabrik

Membuka hp baru biasanya bikin seneng. Mulus, wangi, layar terang, masih kosong dari bekas pakai orang lain. Tapi begitu nyala, halaman utama langsung dipenuhi belasan ikon aplikasi yang tidak kita kenal, tidak kita minta, dan hampir pasti tidak akan pernah kita sentuh. Itu namanya bloatware, dan barangkali sekarang ini saatnya kita berhenti memandangnya cuma sebagai gangguan tampilan.

Keluhan soal aplikasi bawaan ini sudah tersebar di mana-mana. Banyak pengguna Xiaomi, misalnya, merasa dibombardir notifikasi dari aplikasi yang tidak mereka butuhkan, sampai ruang penyimpanan ekstra berkurang sia-sia. Yang jarang disadari, kerugian terbesarnya bukan di memori, tapi di baterai dan kuota data yang ludes tanpa kita lihat hasilnya.

Aplikasi Tak Diundang, Baterai Tetap Kabur

Colokan pengisi daya hp menyala, simbol baterai yang cepat habis karena aplikasi latar belakang
Foto oleh Lukas Blazek di Pexels

Bloatware adalah aplikasi bawaan yang sudah terinstal langsung dari pabrik. Beberapa memang bawa fungsi penting, tapi banyak yang cuma bekerja di latar belakang tanpa kita sadari. Aplikasi yang dibiarkan berjalan di belakang layar tidak hanya memiskinkan baterai, tapi juga membuat performa hp lemot dan kuota internet cepat habis. Jadi jangan heran kalau satu hari baterai habis padahal hp cuma diam di meja.

Ada alasan kenapa vendor sangat rewel soal aplikasi bawaan ini. Sebagian besar produsen mengkustomisasi Android untuk membedakan perangkat mereka, dan alasan komersialnya juga kuat. Banyak produsen dan operator mengandalkan kemitraan dengan pengembang aplikasi untuk menyertakan aplikasi mereka pada perangkat, yang bisa jadi sumber pendapatan. Model bisnis inilah yang membatasi pengguna untuk menghapusnya. Singkatnya, harga murah kita bayar dengan ruang dan daya yang dipakai aplikasi iklan.

Bagi sebagian orang, model subsidi iklan ini wajar dan bisa diterima. Tapi bagi yang merasa rugi, ada beberapa pintu keluar yang bisa dicoba, dan beberapa di antaranya ternyata lebih mudah dari dugaan.

Cek Dulu Siapa Paling Rakus

Sebelum menghapus apa pun, langkah pertamanya adalah melihat buktinya sendiri. Buka menu baterai di pengaturan, lalu cek aplikasi apa yang paling banyak memakan daya. Aplikasi yang terus bekerja di latar belakang biasanya langsung muncul di daftar paling atas, lengkap dengan persentase pemakaian. Dari sini kita jadi tahu siapa sebenarnya yang paling rakus, bukan sekadar menduga-duga.

Untuk pengguna iPhone, bisa memakai app switcher untuk melihat aplikasi apa saja yang pernah dibuka dan masih bergantang. Di Android, padanannya adalah menu recently used apps. Kalau mau lebih dalam lagi, menu developer options memberi akses untuk memantau aktivitas sistem secara detail. Intinya satu, jangan tunggu menumpuk baru dibersihkan. Biasakan setiap hari, misalnya menjelang tidur, pastikan aplikasi yang bekerja di latar belakang sudah dimatikan.

Menghapus versus Menonaktifkan

Tidak semua aplikasi bawaan bisa dihapus utuh. Pada banyak hp Xiaomi, sebagian aplikasi cuma bisa dimatikan dengan paksa, dan itu sudah lebih dari cukup untuk meredakan gejala. Menghapus atau menonaktifkan bloatware bermanfaat supaya memori tidak penuh dan kinerja tidak lemot. Kalau tombol uninstallnya tidak ada, tombol nonaktifkan atau paksa berhenti adalah teman baik kita.

Habis Update, Borosnya Jadi Dua Kali Lipat

Menu Pengaturan aplikasi di hp Android untuk menonaktifkan atau memaksa berhenti aplikasi bawaan
Foto oleh indra projects di Pexels

Ada momen lain yang sering bikin panik, yaitu setelah update sistem besar. Setelah update HyperOS misalnya, banyak pengguna Xiaomi kaget baterai jadi lebih boros padahal sebelumnya normal. Tenang dulu, ini belum tentu berarti hpnya rusak. Setiap pembaruan sistem besar biasanya memicu proses adaptasi di latar belakang, seperti sinkronisasi ulang data, pengindeksan file, dan optimalisasi aplikasi, yang memakan daya lebih besar di beberapa hari pertama.

Langkah paling sip untuk kondisi ini sebenarnya sangat membosankan, restart. Memulai ulang hp bisa membantu sistem berjalan lebih stabil dan mengurangi konsumsi baterai yang tidak perlu. Setelah itu, cek lagi menu baterai, cari aplikasi yang masih mencurigakan, dan pasang fitur hemat daya untuk aktif otomatis di tingkat tertentu, misalnya di bawah 30 persen.

Bagian Membersihkan Tanpa Drama

Buka Pengaturan dan Cari Pintu Keluar

Mulai dari langkah paling aman. Buka Pengaturan, masuk ke Aplikasi, lalu cari aplikasi bawaan yang tidak digunakan. Kalau ada tombol Uninstall, tekan dan selesai. Kalau hanya ada Nonaktifkan, gunakan itu, karena efeknya hampir sama untuk menyetop aktivitasnya. Jangan lupa perhatikan juga aplikasi yang dibeli berbarengan operator seluler, karena sering kali merekalah yang memasang aplikasi promosi di hp kita.

Bersihkan Sisa yang Masih Ngotot

Kalau masih ada aplikasi yang bandel, bisa dipaksa berhenti lewat menu Pengaturan aplikasi yang sama, lalu dilanjutkan dengan membersihkan cache. Cache yang tidak dibersihkan membuat aplikasi tetap berjalan di latar belakang dan memakan RAM, alhasil hp cepat panas dan baterai boros. Perlu diingat juga, beberapa aplikasi sistem penting untuk keamanan dan stabilitas perangkat, jadi jangan gegabah menonaktifkan yang namanya mencurigakan seperti layanan keamanan inti.

Kebiasaan Kecil yang Menahan Lengang

Beres-beres satu kali memang tidak akan menyelesaikan masalah selamanya. Yang membuat baterai awet adalah kebiasaan harian, bukan satu sesi marah-marah ke pengaturan. Restart hp secara berkala, rajin bersihkan app switcher, dan hapus aplikasi yang sudah berbulan-bulan tidak dibuka. Kalau hp masih lemot padahal sudah dibersihkan, baru pertimbangkan memilih perangkat dengan kapasitas baterai dan RAM lebih besar sebagai langkah terakhir.

Intinya, aplikasi bawaan memang sebagian besar tidak akan hilang dari pasar hp murah. Tapi pilihan untuk merawat baterai tetap ada di tangan kita, dan tidak harus selalu menyerah pada default pabrik. Kalau hari ini mau mulai, cek dulu menu baterai, lihat siapa yang paling rakus, lalu putuskan sendiri aplikasi mana yang pantas dipertahankan.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗