Rumah Kosong Seminggu, Tagihan Air Tetap Rp100 Ribu, dan Tarif Tak Pernah Naik
Lonjakan tagihan air hampir selalu disalahkan pada tarif baru, padahal yang sering jadi biangnya adalah air yang merembas pelan-pelan di pipa dalam rumah tanpa pernah kedengar.

Novi, warga kompleks di Batubesar, Batam, punya pengalaman yang sulit dilupakan. Hampir setiap bulan tagihan air di rumahnya nyangkut di atas Rp100 ribu, dan satu bulan sempat mendekati Rp188 ribu. Menurutnya tidak ada perubahan pola pemakaian, dan jumlah orang di rumah juga sama.
Bulan-bulan berikutnya keluhan serupa berdatangan dari kota lain. Jakarta, Medan, Bontang, Jembrana, sampai Wakatobi. Nyaris semua menceritakan hal yang sama, pemakaian biasa-biasa saja tapi tagihan melonjak berkali-kali lipat.
Yang paling menggelikan, Novi pernah pulang kampung dan rumah ditinggal kosong total. Tagihan bulan itu tetap di atas Rp100 ribu.
Meteran Air Menghitung Semua Air yang Lewat, Termasuk yang Merembas
Dari Rp33 Ribu Jadi Rp765 Ribu dalam Sebulan
Bulan April 2026 seorang pelanggan PAM Jaya di Jakarta membayar Rp33.343. Sebulan berikutnya tagihannya meledak menjadi Rp765.434, dan angka di meterannya ikut melonjak dari 5 meter kubik menjadi 69 meter kubik.
Pengguna lain di media sosial menulis tagihannya naik 27 kali lipat, dari Rp60 ribu menjadi Rp1,6 juta sebulan. Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin lalu membantah keras ada kenaikan tarif. Menurutnya tarif terakhir naik pada Januari 2025, setelah 17 tahun tidak pernah bergerak.

Jadi kalau tagihan tiba-tiba melonjak, bukan tarifnya yang berubah. Arief punya dugaan yang lebih menjawab rasa penasaran. Hampir semua kasus yang ditelusuri timnya berujung pada kebocoran di dalam rumah, seperti pelampung toilet yang bocor atau pipa pecah yang terlambat terdeteksi.
Kantor Air di Kota Lain Bilang Hal yang Sama
Air Batam Hilir menegaskan tarif mereka tak pernah naik. Juru bicaranya Ginda Alamsyah meminta pelanggan yang kena lonjakan langsung lapor agar tim fasilitas mengecek ke rumah. Ada tiga kantor pelayanan yang menerima pengaduan, di Bengkong, Batam Center, dan Batuaji.
Nada, warga Batam lainnya, pernah dibuat geleng. Tagihannya satu bulan menyentuh Rp700 ribu, lalu bulan berikutnya turun jadi Rp200 ribu. Di rumahnya cuma ada empat orang, dan dia bingung kenapa angkanya bisa sesegar itu.
Di Jembrana, Bali, PDAM Tirta Amertha Jati menemukan banyak meteran rusak sehingga pemakaian tidak bisa terbaca. Mereka juga baru pindah dari pencatatan manual ke aplikasi Android, dan setelah digital, banyak pelanggan baru sadar pemakaiannya ternyata besar. Potensi kebocoran di sana diperkirakan 29 persen dari total produksi.
Kebocoran Besar Sering Dimulai dari Pipa yang Diam-Diam Menua
Di Makassar, kebocoran pipa berdiameter 600 milimeter di Jalan Malengkeri menurunkan tekanan air ke kota sampai hanya 199 liter per detik, padahal normalnya 400 sampai 500 liter per detik. Delapan kecamatan ikut terdampak, mulai dari Tallo, Wajo, Bontoala, sampai Manggala.
Plt Kepala Bagian Distribusi PDAM Makassar Wahidin menjelaskan tekanan air tidak langsung dinaikkan penuh setelah perbaikan agar sistem tetap aman. Kebocoran besar saja butuh penyesuaian bertahap, bayangkan kalau yang bocor pipa kecil di dalam tembok rumah Anda.
Di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pipa PAM Jaya bocor sampai membuat ruas Jalan Raya Bekasi tergenang. Senior Manager Corporate PAM Jaya Gatra Vaganza menduga penyebabnya usia pipa yang sudah tua dan tekanan berlebih dari truk kontainer yang lewat di atasnya. Pipa menua tidak pernah tahu Anda sedang menunggak atau tidak.

Tiga Cek Sederhana Sebelum Melangkah ke Kantor Pelayanan
Pertama, foto meteran air setiap bulan di tanggal yang sama. Kalau angkanya melonjak padahal kebiasaan mandi dan mencuci tidak berubah, ada yang tidak beres. Kedua, lakukan tes diam. Tutup semua keran dan pompa, lalu amati meteran. Kalau angkanya masih jalan, air masih mengalir ke tempat yang tidak Anda lihat.
Ketiga, cek kondisi meterannya sendiri. Di Serdang Bedagai warga mengeluh airnya mati, dan setelah diperiksa ternyata 122 unit meteran hilang dicuri. Kapolres AKBP Jhon Hery Rakutta mengungkap dua pelaku yang menendang pipa dulu sebelum mencopot meterannya, dengan kerugian dilaporkan Rp40,8 juta.
Kadang masalahnya bukan di airnya, tapi di aturannya. Seorang pelanggan PDAM Surabaya terkena denda Rp46 ribu dari tagihan Rp311 ribu, sekitar 15 persen, hanya karena membayar di hari ke-15. Dia lalu menulis surat terbuka menanyakan apakah dendanya bisa bertingkat, bukan langsung 15 persen sekaligus.
Tagihan yang Naik Belum Tentu Tagihan yang Adil
Sebagian lonjakan memang murni kebijakan. Pasangan disabilitas di Wakatobi, La Ode Musanifi dan Wa Handea, melihat tagihannya naik dari Rp50 ribu menjadi Rp400 ribu. Mereka belum membayar karena memang sedang tidak punya uang, dan PDAM setempat menjelaskan penyesuaian itu mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 dan Nomor 21 Tahun 2020 soal pemenuhan biaya penuh.
Warga Medan bernama Ezzi Herzia mengadu ke Ombudsman Sumut karena tagihannya terbang dari Rp217 ribu menjadi Rp4,23 juta. Ombudsman mencatat polanya janggal. Desember 70 ribu liter Rp400 ribu, Januari 70 ribu liter Rp400 ribu, Februari 80 ribu liter Rp500 ribu, lalu Maret tiba-tiba Rp4,2 juta.
Warga Sentul City, Bogor, punya keluhan struktural yang lebih tua. Mereka membayar tarif flat Rp9.200 sampai Rp12.000 per meter kubik, padahal tarif resmi PDAM Tirta Kahuripan di atas 20 meter kubik hanya Rp7.300. Selisihnya ditanggung lewat kerja sama dengan pengelola perumahan, dan kasus ini sempat disorot Ombudsman.
Tarif Diam Bukan Berarti Tagihan Aman
Sebuah studi di jurnal Nature Sustainability ed Juli 2026 memang memperingatkan hal serupa. Tagihan air rumah tangga di kota Santa Cruz, California, bisa naik hampir dua kali lipat di pertengahan abad ini karena fasilitas air yang menua. Saat ini 19 persen rumah tangga di sana sudah membayar air lebih mahal dari batas wajar, dan bisa menjadi 26 sampai 35 persen kalau iklim makin kering.
Untuk wilayah Jakarta, tim PAM Jaya membuka hotline 1500223 dan superapps pamjaya.co.id bagi pelanggan yang tagihannya aneh. Di kota lain, kantor pelayanan PDAM biasanya punya tim yang siap mengecek langsung ke rumah.
Tapi sebelum melapor, cek dulu meteran dan pipa Anda. Kebiasaan paling murah adalah memfoto meteran tiap bulan, lima detik dan gratis. Air yang merembas di tembok tidak akan pernah kasih tahu, tapi meteran selalu jujur menghitungnya.
Artikel Terkait
Lihat kategori Tips ↗
Baju Kusut Selalu Disalahkan ke Setrika, Padahal Air Wastafel yang Melarikan
Baju kusut itu kebanyakan dibentuk saat masih basah, terlipat sendiri di dalam air, atau dipelintir kasar saat dibilas. Beberapa kebiasaan kecil di wastafel dan jemuran menyelesaikannya tanpa beli alat baru.
Setiap Malam Bakar Obat Nyamuk, Padahal Kamar Mandimu Sendiri Pabriknya
Asap obat nyamuk dibakar tiap malam, padahal genangan air di bak mandi dan talang rumah justru jadi pabrik jentik yang tak pernah libur. Fogging pun sebetulnya cuma mematikan nyamuk dewasa.
Sepatu Sekolah Sering Jadi Prioritas, Padahal Tas Beratnya Mengubah Postur Anak
Belanja perlengkapan sekolah biasanya berhenti di sepatu, padahal tas yang beratnya melebihi standar itulah yang diam-diam mengubah postur anak setiap hari.
Ruang Diskusi & Komentar