Sabun Colek Jadi Penyelamat di Masyarakat, Cat Motor Yang Jadi Korban

Banyak orang memakai sabun colek karena dianggap paling jago melumas noda membandel di motor. Habiskan ternyata bukan cuma di tangan, lapisan pelindung cat dan karetnya juga ikut terkikis perlahan.

Bagikan cerita ini:
Ilustrasi orang mencuci motor dengan selang air dan sabun berbusa

Sepulang kerja, motor yang tadinya kinclong sudah berdebu tebal. Di rumah, sabun colek jadi pilihan banyak orang karena memang paling jago melumas noda membandel. Satu gosokan, kotoran langsung rontok.

Tapi di balik kepuasan itu, sabun colek sebenarnya sedang bekerja dua kali lebih keras dari yang seharusnya. Ia tidak hanya membawa kotoran, tetapi juga mengikis lapisan pelindung cat secara perlahan. Instruktur Technical Service Astra Motor NTB, Sultan Hartawan, memperingatkan bahwa sabun colek mengandung deterjen dan bahan abrasif tinggi yang tidak diformulasikan untuk permukaan kendaraan.

Permukaan cat bisa cepat kusam, memudar, bahkan terkelupas karena lapisan clear coat terkikis perlahan. Karet menjadi getas dan mudah retak, sementara permukaan plastik menjadi buram. Sabun colek yang bersifat basa juga berpotensi mempercepat korosi pada soket maupun kabel yang terpapar.

Stefanus Yoga, pemilik Detailworks Motospa, memberikan standar yang lebih aman. Kandungan pH seimbang berada di angka 7 hingga 9 agar tidak merusak cat. Shampo khusus cuci motor memang lebih direkomendasikan, tetapi kalau darurat, sabun cuci piring sebenarnya tidak masalah.

Sabun Colek Memang Ampuh, Tapi Cat Motor yang Membayar

Logikanya sederhana. Sabun colek dirancang untuk permukaan keras seperti lantai dan dinding kamar mandi. Permukaan cat motor jauh lebih halus dan dilindungi lapisan clear coat yang tipis. Menggunakan sabun colek di bodi motor sama saja menggosok amplas halus yang tak kasat mata.

Sultan menegaskan efeknya memang bertahap. Tidak terlihat dalam satu atau dua kali pencucian. Namun kalau terus dilakukan, motor akan tampak lebih tua dari usianya sebenarnya.

Ada lagi yang sering terlewat. Stiker pelapis atau skotlet transparan yang dipasang untuk melindungi cat malah bisa jadi biang kerusakan. Herman, ahli pemasangan stiker motor di Bengkulu, menjelaskan stiker transparan murah berkualitas rendah telah banyak menyebabkan kerusakan cat asli kendaraan. Bekasnya hanya hilang bila didempul dan cat ulang.

Batas waktu penggunaan stiker pelapis hanya satu tahun. Untuk laminating sebaiknya tidak lebih dari dua tahun. Kalau sering kena panas, lemnya akan lengket ke bodi, dan saat dilepas catnya ikut terangkat.

Ilustrasi tangan sedang menyikat roda motor berlapis sabun busa
Foto oleh cottonbro studio di Pexels

Tekanan Air dan Sikat yang Membuat Baret

Sekarang bicara tekanan air. Mesin steam memang membuat proses cuci lebih cepat dan rapi, tetapi tekanannya bisa mendorong air masuk ke celah-celah komponen yang seharusnya tetap kering. Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, mengatakan air bisa masuk ke komponen kelistrikan kalau pakai steam karena tekanannya terlalu kuat.

Untuk motor listrik, risikonya lebih besar. Adyta Muhammad Sina, pemilik Bengkel Spesialis Motor Listrik EV Centrum, menjelaskan air bisa masuk ke celah-celah dinamo hub-drive di bagian roda akibat tekanan yang terlalu tinggi. Kalau sampai masuk ke BLDC, piringan di sekeliling kawat kumparan bisa karatan, dan ini membuat tarikan motor ngadat.

Motor listrik murah di bawah Rp 10 juta paling rawan karena tidak diberi seal penutup di sekitar ring dinamo. Kendala ini biasanya tidak dijumpai pada motor listrik rakitan lokal atau yang menggunakan dinamo jenis mid-drive yang posisinya di tengah.

Raditya, Wakil Ketua Komunitas Viar Electric Community, punya kebiasaan lebih aman. Bagian dasbor sebisa mungkin jangan disemprot air, cukup dilap pakai kain basah. Dekat roda masih aman disemprot karena motor listrik sudah didesain mampu melaju saat banjir sampai ketinggian tertentu.

Sedangkan untuk debu biasa, Dika Prasetya, pengelola Anmar Steam, punya aturan emas. Kendaraan harus diguyur penuh dulu sebelum masuk ke proses pencucian. Sekadar disiram sebentar tidak cukup karena debu yang menempel masih terasa saat diraba. Setelah itu, gunakan spons, bukan lap, karena lap berisiko meninggalkan goresan pada bodi.

Segera Cuci Usai Hujan Sebelum Jamur dan Karat Merasuk

Air hujan sering dianggap lebih bersih daripada air keran. Anggapan ini salah. Air hujan membawa zat asam dan polutan yang tidak terlihat secara kasat mata. Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales, menjelaskan kotoran seperti lumpur, pasir halus, hingga sisa zat kimia dari air hujan dapat menempel di berbagai bagian motor.

Jika tidak segera dibersihkan, residu tersebut berpotensi memicu korosi, merusak permukaan bodi, mengganggu kerja part tertentu, bahkan menimbulkan suara berdecit pada komponen. Pasir atau lumpur yang mengering menimbulkan gesekan berlebih, terutama pada bagian bergerak seperti roda, rem, rantai, dan sokbreker.

Dennil Sagita, pendiri bengkel Scooter VIP, menetapkan batas waktunya. Paling lama besoknya harus sudah dicuci. Jangan biarkan air hujan terlalu lama mengendap karena lama-lama bisa menimbulkan jamur dan karat. Kalau tidak sempat mencuci secara menyeluruh, langkah minimumnya adalah mengguyur motor menggunakan air bersih lalu mengelapnya menggunakan kain microfiber.

Rantai dan Ban Ikut Perlu Perhatian Khusus

Rantai yang terkena banjir berisiko mengalami karat karena air banjir menggerus pelumas rantai. Rantai yang tidak dicuci bisa kering, aus, dan mengganggu kenyamanan berkendara. Segera cuci bagian rantai dengan air bersih, lalu lumasi kembali.

Tapi pilih pelumasnya dengan benar. Ferry Nurul Fajar, Service Education Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, mengatakan pelumas terbaik untuk rantai adalah chain lube. Cairan ini bisa membersihkan kotoran yang menempel di rantai dan memiliki zat anti karat. Gemuk dan oli justru mengikat kotoran, sehingga membebani rantai.

Ketika kotoran menumpuk pada rantai, gear juga akan lebih cepat aus. Tenaga dari mesin tidak tersalurkan dengan baik, bahkan berisiko terjadi selip. Dustin, pemilik Bengkel Garage +62 di Jakarta Barat, menambahkan oli bekas dan baru kalau pas jalan bisa muncrat ke mana-mana dan susah dibersihkan.

Sementara itu, banyak yang mencoba menaikkan tekanan angin ban demi menghemat BBM. Tutas Hegarmanah, Product Market Evaluation Section Head FDR, mengatakan secara teori fisika memang bisa menghemat karena kontaknya dengan jalan semakin kecil. Namun permukaan ban yang menapak pada aspal akan menyusut drastis, dan ini langsung berdampak buruk pada kemampuan pengereman motor.

Ban yang terlalu keras tidak mampu menyerap getaran jalan dengan baik. Motor akan terasa memantul, tidak stabil, dan berisiko tergelincir saat pengereman mendadak. Efek tersebut lebih besar risikonya dibanding manfaatnya.

Ilustrasi semprotan air bertekanan tinggi mencuci bodi kendaraan
Foto oleh Kristina Chuprina di Pexels

Mencuci Motor di Rumah Tidak Perlu Mahal

Tidak perlu menunggu jasa cuci buka. Stefanus Yoga berbagi trik mencuci motor hanya dengan barang yang ada di rumah. Alat yang diperlukan adalah sikat gigi bekas, spons untuk mencuci piring, dan lap chamois atau kain tak terpakai. Untuk sabun, shampo khusus cuci motor memang lebih baik, tetapi sabun cuci piring pun tidak masalah kalau sedang darurat.

Urutan kerjanya juga mudah. Bilas motor dengan air bersih dulu untuk menghilangkan kotoran kasar. Pastikan mesin sudah dalam keadaan dingin. Mengguyur mesin yang masih panas bisa menyebabkan perubahan suhu yang drastis dan berisiko merusak komponen mesin.

Setelah itu, gosok perlahan dengan spons yang sudah dibasahi sabun. Fokus pada bodi dan bagian yang banyak menempel debu. Untuk sela-sela sempit, gunakan sikat gigi bekas. Bilas lagi dengan air bersih, lalu keringkan dengan lap chamois atau kain microfiber. Pastikan tidak ada sisa air yang menggenang di celah-celah, terutama di sekitar komponen kelistrikan.

Supriyono, Kepala Bengkel Yamaha Panggung Motor Solo, menyarankan setelah kehujanan siang, sore, atau malam, sepeda motor bisa langsung dicuci. Motor perlu dicuci hingga benar-benar bersih, kemudian dikeringkan menggunakan hembusan angin. Jika perlu, semprotkan cairan pelumas pada bagian tertentu, lalu keringkan kembali dan pasang semua soket seperti semula.

Pada akhirnya, mencuci motor adalah bentuk perawatan paling murah yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Sabun colek memang terlihat seperti penyelamat, tetapi cat motorlah yang jadi korban. Shampo motor harganya tidak seberapa dibanding biaya mengecat ulang bodi yang telah kusam dan terkelupas.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗