Selang Gas Seharga Tiga Puluh Ribu, Kerugian yang Ditanggung Bisa Capai Ratusan Juta

Selang kompor gas punya masa pakai sekitar setahun, tapi nyaris tak ada produsen yang memberi tahu pemilik rumah. Akibatnya kebocoran kecil di dapur berujung rumah hangus dan kerugian ratusan juta.

Bagikan cerita ini:
Kompor gas menyala di dapur rumah dengan selang regulator yang menua

Satu Malam Dapur, Sebelas Tahun Cicilan Rumah Bisa Raib

Sultan (45) dan Nurjannah (43) berangkat pagi ke ladang dan ke pasar. Kompor gas di dapur rumah mereka di Dusun Pammase, Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, tidak dimatikan sampai tutup. Senin 28 September 2026, rumah itu hangus berserta isi seluruhnya, satu sepeda motor, dan dua mesin pompa air. Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta, dan yang memadamkan adalah sepuluh personel Yonarmed 21/Kawali yang tiba dua puluh menit setelah laporan diterima.

Seminggu sebelumnya, Misiran, pemilik rumah di Ponorogo, juga baru pulang untuk mendapati bagian ruang tengah dan dapur sudah berkobar. Karyawan tokonya mendengar suara seperti pecahan gelas, dan saat dicek api sudah menjalar. Estimasi kerugian di sana sekitar Rp500 juta. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Ponorogo Bambang Supeno menyebut dugaan sementara kompor gas yang belum ditutup sempurna.

Angka ini jauh lebih mahal dari harga selang kompor gas yang dijual Rp20 ribu hingga Rp40 ribu di toko. Sebuah pengeluaran kecil yang seharusnya rutin diganti justru paling sering dilupakan, padahal komponen inilah yang paling sering disebut sebagai sumber kebocoran.

Akar Masalahnya Bukan Tabungnya, Tapi Selang yang Tua dan Diam-Diam

Selang kompor gas yang menyambung regulator dengan kompor di dapur
Foto oleh wal_ 172619 di Pexels

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Suarhatini Hadad mengatakan masa pakai selang pada alat penggunaan gas rumah tangga hanya sekitar satu tahun. Setelah itu, selang rusak baik dipakai maupun tidak. Gas yang bocor dari selang rusak ini berisiko menimbulkan kebakaran dan ledakan kalau ada pemicu.

Masalahnya, produsen jarang mencantumkan keterangan masa pakai pada produknya. Suarhatini menyebut ini kelalaian pelaksana program konversi minyak tanah ke LPG yang dimulai 2007. Koordinator Komisi III BPKN Gunarto menambahkan, kebocoran paling sering terjadi karena pengatupan selang pada regulator atau kompor tidak kencang.

Kasus ledakan sendiri naik dari lima kasus dengan empat korban luka pada 2007, menjadi 27 kasus pada 2008, lalu 30 kasus dengan dua belas korban meninggal pada 2009, dan 33 kasus dengan delapan korban meninggal sampai Juni 2010.

Kualitas peralatan di pasaran juga tidak seragam. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan pernah melarang peredaran sembilan belas merk regulator dan selang karet elpiji yang diduga tidak sesuai Standar Nasional Indonesia. Produk ditarik dari sejumlah toko swalayan besar di Makassar. Harga selang tetap murah, Rp20 ribu hingga Rp40 ribu, dan regulator Rp30 ribu hingga Rp80 ribu, tapi kepatuhan terhadap standar tidak dijamin.

Ledakan di Cideng, Jakarta Pusat, menunjukkan besaran lain dari masalah yang sama. Kompor gas meledak di kediaman Tjhin Buk Siak, warga berusia delapan puluh tahun yang berjualan makanan di depan rumah. Tiga rumah semi permanen hangus, sepuluh kepala keluarga atau tiga puluh lima jiwa kehilangan tempat tinggal, lima warga luka ringan, dan satu orang meninggal karena menghirup asap tebal. Dua puluh dua armada pemadam baru berhasil melokalisir api tiga puluh lima menit setelah laporan masuk.

Asap yang Tak Kasat Mata Menumpuk di Dapur Sendiri

Kerugian materi baru satu sisi. Studi terbit di jurnal PNAS Nexus pada 2 Desember 2025 menemukan rumah yang menggunakan kompor gas dan propana punya tingkat paparan nitrogen dioksida di dalam ruangan yang setara, bahkan melampaui, polusi udara luar ruangan. Ini penelitian pertama yang mengukur paparan nitrogen dioksida di dalam dan luar ruangan secara nasional.

Rob Jackson, profesor ilmu sistem bumi di Sekolah Keberlanjutan Stanford Doerr, mengatakan pengguna kompor gas sering menghirup polusi nitrogen dioksida dari kompor sendiri sebanyak gabungan semua sumber di luar ruangan. Polutan ini berkaitan dengan asma, penyakit paru obstruktif kronis, kelahiran prematur, diabetes, hingga kanker paru-paru.

Sekitar dua puluh dua juta warga Amerika Serikat yang tinggal di rumah kecil di wilayah pedesaan dan memakai kompor gas mengalami paparan nitrogen dioksida melampaui ambang batas aman jangka panjang. Kota besar punya masalah sendiri karena hunian yang lebih sempit membuat polutan terkonsentrasi. Kompor gas juga menghasilkan benzena dalam jumlah berbahaya, zat yang berpotensi memicu leukemia.

Beralih Kompor Listrik Tidak Selalu Murah, Tapi Pilihan Ada di Tangan

Rumah hangus terbakar akibat kebocoran gas dari kompor dapur
Foto oleh Vladimir Shipitsin di Pexels

Pemerintah pernah merencanakan paket kompor listrik untuk tiga ratus ribu rumah tangga sebagai bagian dari konversi gas LPG tiga kilogram. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan satu paket berisi satu kompor listrik, satu alat masak, dan satu Miniature Circuit Breaker atau penambah daya khusus. Daya awalnya delapan ratus watt untuk dua tungku, lalu ada masukan agar dinaikkan menjadi seribu watt.

Secara umum kompor listrik lebih murah dibeli sekitar lima belas persen dibanding kompor gas, tapi kompor gas sedikit lebih efisien saat dijalankan. Dibutuhkan tiga kali lebih banyak energi untuk mengalirkan listrik ke kompor dibanding gas, dan biaya pengoperasian kompor gas kurang dari setengah kompor listrik menurut Komisi Energi California. Untuk rumah yang sudah punya sambungan gas, biaya beralih ke sistem baru hampir selalu menutupi perbedaan harga kompornya.

Studi Stanford memimpin pada pengguna kompor listrik menemukan penurunan paparan nitrogen dioksida di dalam ruangan lebih dari dua puluh lima persen secara nasional, dan bisa mencapai lima puluh persen pada pengguna kompor gas dengan intensitas tinggi. Selain beralih kompor, pakar menyarankan peralatan dapur berbasis listrik lainnya dan memastikan sirkulasi udara di area dapur berjalan baik.

Tiga Kebiasaan Kecil yang Menahan Dapur dari Titik Api

Pertama, ganti selang setahun sekali dan anggap ini biaya rutin, bukan tindakan darurat. Kedua, saat mematikan kompor pastikan tutup regulator benar-benar tertutup sampai tidak ada suara desisan. Kebocoran sering bukan dari tabung, melainkan dari sambungan yang kendor atau selang yang sudah retak. Ketiga, perhatikan sirkulasi udara dapur agar polutan dari proses memasak tidak menumpuk di dalam ruangan.

Kerugian di Bone dan Ponorogo dimulai dari kebiasaan yang tampaknya terlalu sepele untuk diingat, yaitu mematikan kompor sampai tutup dan mengganti selang yang sudah berumur. Dua hal ini harganya tidak sampai seratus ribu rupiah, sementara rumah yang hangus nilainya ratusan juta.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗