Sepatu Basah Ditinggal Semalaman, Jamur Baru Disadari Saat Kaki Mulai Gatal

Sepatu basah yang cuma dititipkan semalaman di rak sebenarnya sedang jadi tempat ternak jamur dan bakteri. Cara menanganinya ternyata jauh lebih simpel dari yang dibayangkan.

Bagikan cerita ini:
Sepatu sneakers basah tergenang air hujan di aspal jalan, ilustrasi sepatu kehujanan

Hujan turun di tengah jalan, dan satu-satunya hal yang kamu pikirkan saat sampai rumah adalah sepatu kesayangan yang basah kerontang. Biasanya sepatu itu dilepas, ditaruh di rak, lalu dilupakan sampai pagi. Nah, di sinilah masalahnya: selama delapan jam itu, sepatu basah kamu sebenarnya lagi jadi tempat ternak yang sibuk.

Bukan cuma bau. Kaki yang berlama-lama di sepatu lembab bisa iritasi, lecet, sampai melepuh. Itu penjelasan dr Fitria Amalia Umar, dokter spesialis kulit dan kelamin, saat diwawancarai detikcom soal musim hujan. Jadi, urusan sepatu basah ini bukan sekadar masalah penampilan.

Apa yang Terjadi Selama Satu Malam di Dalam Sepatu

Kaki manusia punya sekitar 250.000 kelenjar keringat di tiap kakinya. Angka itu dirilis Royal College of Podiatry dan dikutip laman Well and Good, lalu dirangkum ANTARA. Artinya, di dalam sepatu yang lembab, keringat terus mengalir dan ruangannya terbatas.

Keringat sendiri sebenarnya tidak berbau. Tapi bakteri di kulit, kaus kaki, dan sepatu mengurai keringat itu menjadi asam organik. Zat inilah yang menghasilkan aroma khas yang membuat kamu malah membuka sepatu diam-diam di ruang rapat. Dr Arini Astasari Widodo, dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetik, menegaskan hal yang sama kepada detikcom.

Kelembaban yang lama juga mengundang jamur. Infeksi yang paling sering muncul dinamai tinea pedis, atau orang awam menyebutnya kutu air. Gejalanya ruam, gatal di sela jari, sampai retakan yang perih. Pada kasus yang lebih jarang, infeksi bakteri bisa ikut masuk dan menimbulkan nyeri.

Seseorang sedang menyikat sneakers putih dengan busa sabun untuk mengangkat noda lumpur
Foto oleh Nathan J Hilton di Pexels

Tiga Pertolongan Pertama yang Justru Mempercepat Kerusakan

Wajar kalau panik melihat sepatu kotor. Tapi beberapa trik populer di internet sebenarnya bumerang, menurut Tri Tamtomo, owner jasa cuci sepatu Kamar Mandi Shoes and Treatment di Cibubur, Jakarta Timur.

Pasta gigi memang manjur, tapi hanya untuk hari ini

Odol bisa mengangkat noda becek dalam sekejap. Tomo tidak menyangkal itu. Tapi menurutnya efeknya hanya sementara, dan dalam jangka panjang pasta gigi justru menghancurkan midsole serta membuat warna sepatu cepat menguning. Singkatnya, noda hilang, sepatunya lebih cepat rusak.

Deterjen terlihat bersih, padahal menggerogoti bahan

Deterjen pencuci baju memang kuat. Sayangnya kekuatan itulah yang bermasalah. Tomo menjelaskan kandungan deterjen tidak bersahabat dengan bahan sepatu, sehingga pemakaian berkala membuat serat dan warnanya cepat rusak.

Hairdryer dan jemur matahari memang cepat kering

Mengeringkan sepatu dengan hairdryer atau dijemur di bawah terik memang memangkas waktu. Tapi panas langsung yang terus-menerus merusak material sepatu, terutama bagian dalam dan perekatnya. Tomo menyarankan cara yang lebih sabar: diangin-anginkan saja.

Urutan Benar Menangani Sepatu Habis Kehujanan

Kalau mau ditata, langkahnya tidak rumit. Pertama, keluarkan tali dan insole sepatu. Bagian dalam atau insole inilah yang paling penting dibersihkan, karena di sanalah jamur paling suka tumbuh.

Kedua, bersihkan kotoran yang masih basah dengan air mineral. Tomo menjelaskan air keran dengan pH terlalu rendah bisa memengaruhi bahan sepatu, sehingga air mineral jadi opsi yang lebih aman. Noda membandel memang tidak akan hilang dengan air saja, tapi noda ringan bisa teratasi.

Ketiga, kalau butuh sabun, pakai sabun bayi cair. Alasannya sederhana: sabun bayi bebas deterjen, aman untuk bagian luar dan dalam sepatu, serta gampang dicari di mana saja. Sebagai alternatif, sabun cair yang sangat ringan juga bisa dipakai bersama sikat berbulu lembut dan kain mikrofiber, seperti anjuran perawatan sepatu yang dirilis Nike.

Terakhir, angin-anginkan di tempat teduh dan berventilasi. Hindari mesin cuci dan hindari sinar matahari langsung, karena keduanya merusak material dan mengubah warna. Setelah kering, sepatu kulit bisa dilapisi semir atau krim perawatan, sementara sepatu kanvas cukup dibersihkan dengan cleaner khusus.

Sepatu kering berventilasi diletakkan di rak terbuka dengan sirkulasi udara mengalir
Foto oleh Dương Nhân di Pexels

Kalau Kaki Sudah Mulai Komplain

Sebelum sibuk menyelamatkan sepatu, ingat bahwa kaki sendiri butuh perhatian. Cuci kaki tiap hari pakai sabun ringan, terutama di sela-sela jari, lalu keringkan dengan teliti. Sabun antibakteri membantu membunuh kuman penyebab bau, menurut American Podiatric Medical Association.

Ganti kaus kaki dengan bahan yang menyerap kelembaban seperti katun, dan ganti sepatu secara berkala agar keduanya punya waktu bernapas. Untuk kaki yang bau menyengat, dr Emily Wood, dokter kulit bersertifikat di Austin, merekomendasikan merendam kaki dalam air garam Epsom sebanyak setengah cangkir selama 10 sampai 20 menit.

Kalau muncul rasa gatal yang tidak kunjung hilang, ruam di sela jari, atau retakan kecil yang perih, segera cek ke dokter kulit. Infeksi jamur ringan biasanya bisa diatasi dengan krim antijamur, tapi diagnosisnya tetap butuh pemeriksaan langsung.

Rutinitas Seminggu yang Membuat Sepatu Awet Lewat Musim Hujan

Tidak perlu repot setiap hari. Cukup sisihkan waktu di akhir pekan: sikat debu kering, cek bagian dalam, dan pastikan rak sepatu di rumah berventilasi. Ganti kaus kaki setiap hari dan sediakan waktu istirahat untuk tiap pasang sepatu.

Pilih juga alas kaki yang tahan air dan punya sirkulasi udara bagus untuk musim seperti ini, saran dr Arini. Kelihatannya sepele, tapi kelembaban yang tertahan adalah sumber dari hampir semua masalah tadi. Keringkan sepatu hari ini, dan besok pagi kamu tidak akan menyadari bahwa semalam sepatu kamu hampir jadi pabrik jamur kecil.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tutorial ↗