Tagihan Air Melonjak Sepuluh Kali Lipat, dan Kebocorannya Ada di Dalam Rumah Sendiri

Zuriani di Padang membuka mobile banking dan menemukan tagihan air Rp 659.450, padahal sebulan sebelumnya cuma Rp 64.050. Penyebabnya bukan kenaikan tarif.

Bagikan cerita ini:
Meteran air PDAM dengan kran terbuka dan air mengalir di halaman rumah

Kasus Riil, Tagihan Naik Sepuluh Kali Lipat dalam Sehari

Zuriani berusia 41 tahun dan baru empat bulan pindah ke Perumahan Taman Asri, Kelurahan Gunungsarik, Kecamatan Kuranji, Padang. Air sudah terpasang dan mengalir sebelum dia masuk. Yang tidak dia ketahui, ada pipa bocor di dalam rumah yang ditempatinya.

Maret 2025, ibu dua anak ini membuka mobile banking untuk membayar tagihan air. Angkanya Rp 659.450. Sebulan sebelumnya dia hanya kena Rp 64.050, dan itu pun masih biaya beban saja.

Air deras keluar di kamar mandi, merembes di kloset dan dinding belakang, bahkan keluar dari sela-sela lantai. Dilaporkan ke pihak developer, petugas langsung datang, kebocoran ditambal, air berhenti meluber. Tapi tagihan sudah jadi kenyataan.

Kasus serupa terjadi di Tanjungpinang. Pandi, warga Perumahan Pinang Mas di Jalan Raja Haji Fisabilillah, berlangganan air perumahan itu sejak 2019. Tagihannya stabil Rp 50 ribu per bulan, paling tinggi Rp 100 ribu. Lalu di November 2022 kuitansinya meledak menjadi Rp 689 ribu.

Tangan memperbaiki pipa air yang bocor di bawah wastafel dapur
Foto oleh Altaf Shah di Pexels

Garis Tanggung Jawab Ditarik Tepat di Meteran Air

Khoiruddin, Plt Direktur Teknik Perumda Tirta Manunggal Balikpapan, punya aturan praktis. Pipa bocor setelah water meter atau jaringan pipa di rumah rusak, itu tanggung jawab pelanggan. Sebaliknya, pipa bocor sebelum meter air, itu tanggung jawab PDAM. Garisnya jelas, yaitu meteran.

Iwan Setiawan, Direktur Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan, menegaskan hal yang sama. Selesai meteran, tanggung jawabnya pelanggan. Dia juga membantah tagihan bengkak disebabkan kenaikan tarif. Penyesuaian tarif terakhir dilakukan akhir 2021, hingga Maret 2025 sudah hampir empat tahun tidak naik.

Jadi kalau tagihan tiba-tiba melonjak, yang pertama dicurigai bukan tarifnya. Tapi pipa, kran, dan kloset di sisi dalam rumah sendiri.

Cek Sendiri dalam Tiga Menit

Tidak perlu tukang untuk langkah pertama. Tutup semua kran air di dalam rumah. Buka kran yang ada di meteran air di halaman. Kalau meteran masih berputar padahal di dalam rumah tidak ada air mengalir, berarti ada kebocoran di sisi rumah Anda.

Ini langkah yang sama yang dipakai Khoiruddin menjelaskan ke pelanggannya. Murah, cepat, dan hasilnya langsung kelihatan.

Tekanan Air Makin Deras, Pipa Lama Makin Rentan

Iwan punya penjelasan kenapa kebocoran model ini makin sering. Dulu air PDAM mengalir ke rumah warga kecil sekali, ibarat air kencing. Sekarang tekanan ditambah dan air jadi deras. Yang tadinya masih tertahan pipa lama, sekarang jadi beban berlebih. Sambungan lepas, pipa retak, air nyerocos di balik dinding tanpa terlihat.

Kebocoran model besar juga bisa berdampak luas. Desember 2024, pipa induk Perumda Tirtawening Kota Bandung di Jalan Stasiun Barat, Banjaran, pecah. Lebih dari 40 ribu pelanggan terdampak di empat wilayah pelayanan, dari Antapani sampai Braga. Penyebabnya baut pengunci klem yang patah, baut dengan usia puluhan tahun.

Joni Mulyadi, Direktur Teknik Tirtawening, menceritakan warga sekitar mendengar letupan kecil pukul 12.30 WIB. Pipa itu diameter 800 mm, mengalirkan sekitar 700 liter per detik dari Cikalong ke Badak Singa. Perbaikannya sampai harus membongkar garasi warga dan makan waktu hingga tujuh hari.

Sistem Air Perumahan Sering Lebih Berantakan dari PDAM

Zuriani dan Pandi punya satu kesamaan. Keduanya tinggal di perumahan dengan jaringan air yang dikelola developer, bukan PDAM langsung. Pandi curiga ada pipa bocor karena jaringannya sudah tiga tahun. Pihak perumahan menjawab akan mengganti meteran, tapi tidak kunjung diganti.

Pihak developer Perumahan Pinang Mas punya penjelasan sendiri. Sejak November 2022 mereka mengalirkan air 24 jam ke puluhan rumah, padahal sebelumnya hanya beberapa jam di sore hari. Alasannya, warga diminta memantau kran masing-masing. Mungkin ada warga yang tidak tahu, sehingga meterannya los dan ada yang bocor, kata pihak perumahan. Mereka mencatat meteran setiap tanggal 25 dan menagih sesuai catatan itu.

Logikanya begini. Air deras 24 jam memang enak dipakai. Tapi setiap kran yang lupa ditutup dan setiap pipa bocor terus dihitung oleh meteran. Yang dianggap remeh sebulan bisa jadi ratusan ribu rupiah di kuitansi.

Tagihan air rumah tangga diperiksa di meja kerja bersama kalkulator
Foto oleh Nicola Barts di Pexels

Daftar Cek Sebelum Tagihan Bulan Depan Datang

Pertama, lakukan tes tiga menit, tutup kran dalam rumah dan lihat meteran. Kedua, periksa kamar mandi, kloset, dan dinding dapur untuk mencari noda air atau cat yang menggelembung, karena itu tanda rembesan lama. Ketiga, matikan kran utama saat keluar rumah lebih dari sehari. Keempat, simpan kuitansi tiga bulan terakhir untuk membandingkan pola pemakaian.

Kalau hasil tes meteran menunjukkan kebocoran, panggil tukang untuk sisi dalam rumah. Biaya perbaikan kebocoran setelah meteran tidak akan diganti PDAM. Tapi kalau meteran tidak berputar saat semua kran dalam rumah ditutup, berarti masalahnya di luar meteran, dan itu yang harus ditanggung PDAM.

Meteran Tidak Tahu Mana Air Pakai dan Mana Air Buang

Kantor PDAM di banyak kota sudah terbiasa menerima komplain seperti ini. Iwan menugaskan jajaran lapangannya untuk langsung menangani setiap aduan, sebab setiap kebocoran yang dibiarkan akan terus dihitung meteran.

Meteran air tidak membedakan air yang dipakai dengan air yang terbuang percuma. Semua liter yang lewat dihitung sama. Itu sebabnya kebocoran kecil di pipa dalam rumah bisa lebih mahal daripada sekadar membayar ongkos tukang.

Iwan menyarankan dua kebiasaan sederhana. Periksa kembali kran air sebelum keluar rumah, karena lupa menutup kran adalah penyebab klasik selain pipa bocor. Dan jangan menunda melaporkan kebocoran ke kantor PDAM setempat, sebab setiap hari yang terbuang ikut tercatat di meteran.

Pelanggan perumahan dengan jaringan sendiri perlu ekstra teliti. Tanyakan ke developer di mana batas tanggung jawab mereka berakhir, minta catatan meteran bulan-bulan sebelumnya, dan simpan bukti laporan tertulis setiap kali komplain dilakukan. Tanpa catatan itu, sengketa tagihan akan jadi kata-kata saja.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗