Tanggal Empat Angka di Dinding Ban Lebih Jujur Daripada Alur yang Masih Tebal

Alur ban yang masih tebal sering dijadikan alasan menunda ganti, padahal tanggal produksi di dinding ban dan tekanan angin membuka kondisi sebenarnya.

Bagikan cerita ini:
Foto ban motor depan dengan alur tapak yang masih tebal, bagian yang paling sering disalahpahami sebagai satu-satunya penanda keamanan.

Ada kebiasaan klasik di bengkel: pengendara melihat alur ban masih dalam, lalu menyimpulkan ban masih aman dipakai beberapa tahun ke depan. Padahal ban motor cuma punya satu titik kontak dengan jalan, dan kompon karetnya bisa menua lebih cepat daripada yang kelihatan dari luar.

Alur Tebal Sering Bohong, Karet Bisa Lebih Dulu Menyerah

Victor Assani, Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), mengingatkan satu hal yang sering dilupakan pengendara. Ban adalah satu-satunya komponen motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, jadi kondisinya menentukan stabilitas, kendali, dan keselamatan.

Tekanan ban jadi penentu utama karena mengatur luas tapak yang bersentuhan dengan aspal. Terlalu tinggi, luas kontak berkurang dan ban lebih mudah kehilangan grip. Terlalu rendah, ban terasa limbung dan respons kemudi jadi tidak presisi, terutama saat melewati genangan.

Usia pakai punya suara sendiri. Ban yang sudah tua biasanya mengalami pengerasan kompon, sehingga walau kembangannya masih tebal, daya cengkeramnya bisa turun drastis saat jalan licin. Alur yang menipis juga membuat ban tidak mampu membuang air secara optimal, dan risiko selip serta aquaplaning meningkat di jalan basah.

Penggunaan ban yang tidak sesuai peruntukannya juga sering luput dari perhatian. Ban dengan karakter keras atau desain yang lebih cocok untuk kondisi kering akan kesulitan memberikan daya cengkeram maksimal saat hujan, terutama di aspal halus atau jalan beton.

Empat Angka Kecil di Dinding Ban yang Jarang Dibaca Orang

Di dinding ban ada deretan kode yang sebagian besar orang lewati begitu saja, padahal isinya lebih jujur daripada tampilan alurnya. Ambil contoh 120/70-17. Angka 120 berarti lebar tapak 120 milimeter. Angka 70 setelah garis miring berarti tinggi ban adalah 70 persen dari lebar tadi, atau 84 milimeter, diukur dari permukaan yang menyentuh jalan sampai bagian yang terkena pelek. Angka 17 adalah diameter pelek dalam inci.

Yang paling sering dilewatkan adalah empat angka tanggal produksi. Misalnya 1319, yang berarti ban diproduksi pada pekan ke-13 tahun 2019. Angka 0717 berarti pekan ke-7 tahun 2017. Beda tipis di angka ini membedakan ban yang baru diproduksi dengan stok lama yang sudah lama duduk di etalase toko.

Motor Diparkir Berbulan-Bulan, Ban Tetap Sibuk Merusak Diri Sendiri

Banyak pemilik motor mengira ban hanya akan aus jika kendaraan sering dipakai. Anggapan itu meleset. Ban terbuat dari karet yang terus menua, meski jarak tempuh motor tidak bertambah.

Menyimpan motor di area terbuka adalah salah satu kesalahan paling sering. Sinar ultraviolet mempercepat pengerasan karet, sehingga ban jadi retak-retak dan daya cengkeramnya berkurang. Karena itu motor sebaiknya disimpan di tempat teduh, kering, dan sirkulasi udaranya baik.

Posisi motor yang tidak berubah berminggu-minggu juga menimbulkan masalah baru. Beban kendaraan yang terus bertumpu pada satu bagian ban membuat permukaan jadi rata di satu sisi, atau dikenal sebagai flat spot. Kalau sudah parah, bentuk ban bisa berubah permanen dan muncul getaran saat motor dipakai kembali.

Solusinya tidak mahal. Gunakan paddock stand agar roda tidak menopang beban, atau pindahkan posisi motor secara berkala. Tekanan angin wajib dicek minimal sebulan sekali selama motor disimpan, karena ban kehilangan tekanan sedikit demi sedikit.

Tekanan angin ban diperiksa dengan pompa di pom bensin, kebiasaan murah yang menentukan luas tapak ban menyentuh aspal.
Foto oleh Srattha Nualsate di Pexels

Besi Payung Bikin Lubang yang Tidak Bisa Ditambal Sempurna

Ranjau paku di jalanan sekarang makin kreatif bentuknya. Ada yang besinya dibuat miring, ada yang memakai potongan besi payung. Bentuk yang seperti huruf V inilah yang bikin ban tubeless tetap kempis meski sudah ditambal.

Dodiyanto, Senior Brand Executive dan Product Development PT Gajah Tunggal, menjelaskan bahwa saat ban tubeless kena paku biasa, udara keluar dari lubang sedikit-sedikit. Besi payung membuat udara keluar dengan mudah, jadi walau memakai ban tubeless, ban tetap cepat kempis.

Bagian dalamnya juga harus diperiksa. Ban tubeless terdiri dari beberapa lapisan, dan lapisan paling dalam disebut inner liner, pengganti ban dalam. Saat kena besi payung, lapisan ini bisa sobek dan tidak bisa diselesaikan dengan tambal model tusuk.

Menurut Dodiyanto, tukang tambal sebenarnya tidak tahu kondisi kerusakan aslinya dari luar. Tambal tusuk berisiko tidak menutup lubang sempurna, sehingga masih terjadi bocor halus dan ban akhirnya kempis juga. Solusinya adalah membuka ban untuk melihat kerusakan dari dalam.

Tukang tambal ban membuka velg untuk memeriksa lapisan dalam ban tubeless, karena kerusakan dari dalam tidak terlihat dari luar.
Foto oleh Andrea Piacquadio di Pexels

Tekanan Angin adalah Pengatur Suhu Paling Murah

Saat musim kemarau, permukaan aspal bisa terik sampai suhunya meningkat signifikan di siang hari. Ban yang terus bekerja dalam kondisi panas dengan tekanan tidak sesuai berpotensi aus lebih cepat, dan dalam kondisi tertentu temperatur berlebih meningkatkan risiko kerusakan.

Wahyu Prasetyo, seorang mekanik, mengingatkan pemilik motor matic untuk tidak hanya melihat kondisi alur. Tekanan angin dan kondisi permukaan karet juga harus diperiksa. Kalau tekanan angin kurang, bidang ban yang bersentuhan dengan aspal makin besar. Gesekan bertambah, dan ban lebih cepat panas.

Perjalanan jauh atau melaju dalam kecepatan tinggi ikut menaikkan suhu ban. Kombinasi aspal panas, kecepatan tinggi, dan tekanan angin yang kurang adalah resep paling cepat untuk memperpendek usia ban, tanpa satu pun tanda yang bisa dilihat dari luar.

Lima Belas Menit Sebelum Membeli Ban Pengganti

Cek empat angka tanggal produksi di dinding ban sebelum membayar, karena ban yang lama disimpan di toko tetap menua walau belum pernah dipakai.

Pastikan ukuran sesuai standar pabrikan. Pabrikan memperbolehkan naik atau turun satu tahap dari ukuran bawaan, misalnya dari 80/90-17 ke 90/80-17. Lebih dari itu, kenyamanan dan keselamatan jadi taruhan.

Periksa tekanan angin minimal sebulan sekali, walau motor cuma duduk di garasi. Tekanan rendah mempercepat flat spot sekaligus merusak struktur ban.

Kalau ban sudah kena paku atau benda tajam di area yang sama lebih dari sekali, jangan andalkan tambal tusuk. Buka velg dan periksa inner liner, karena kerusakan dari dalam tidak terlihat dari luar.

Alur tebal cuma menjelaskan satu hal: masih banyak karet di permukaan. Sisanya, mulai dari umur karet, tekanan angin, sampai kondisi lapisan dalam, hanya bisa dibaca dengan memeriksa, bukan dengan melihat.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗