Token Rp50.000 Habis Sebelum Tengah Bulan, Padahal Listrik Kos Cuma 1,48 kWh Sehari

Alarm token menyala lagi padahal baru beli Rp50.000. Padahal listrik kamar cuma sekitar 1,48 kWh sehari, dan pemborosannya datang dari kebiasaan kecil yang diulang terus, bukan dari satu alat besar.

Bagikan cerita ini:
Meteran token listrik prabayar rumah dengan angka kWh tersisa sedikit

Alarm token listrik menyala lagi, padahal beli Rp50.000 baru lima hari lalu. Kalau kamu pernah mikir seperti itu, pertanyaan kedua biasanya muncul: sebenarnya berapa sih listrik yang dipakai rumah saya dalam sehari?

Listrik Kos Sehari Cuma 1,48 kWh, Kok Bisa Habis Cepat?

Toto Sukisno, dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta, pernah mengurai kebutuhan listrik kamar kos untuk Kompas.com. Menurutnya, perangkat yang paling sering dipakai anak kos cuma empat: ponsel, laptop, lampu, dan kipas angin.

Alasannya sederhana. Listrik di kamar kos biasanya hanya untuk satu ruang, sementara listrik rumah tangga dipakai untuk dapur, ruang tamu, ruang makan, kamar tidur, teras, garasi, dan balkon. Anak kos juga umumnya memang dituntut hemat agar bisa membiayai hidup sebulan.

Keempat perangkat tadi tidak serakah. Mengisi daya ponsel cuma butuh sekitar 8 watt, atau 0,008 kWh kalau diisi sekali sehari. Laptop 70 watt yang diisi lima kali masing-masing satu jam makan 0,35 kWh sehari.

Lampu kamar 12 watt yang menyala 14 jam makan 0,168 kWh. Kipas angin 60 watt yang menyala 16 jam makan 0,96 kWh. Jumlah semuanya sekitar 1,48 kWh sehari.

Angka itu kecil. Tapi angka itu cuma berlaku kalau empat barang tadi yang dipakai, dan cuma itulah yang menentukan berapa lama token Rp50.000 bertahan.

Satu AC Saja Langsung Mengubah Hitungannya

Toto mencontohkan AC sebagai pengganti kipas angin. AC jauh lebih boros daripada kipas 60 watt. Jadi begitu kamar atau rumah dipasang AC, angka 1,48 kWh sehari itu tidak berlaku lagi.

Kebutuhan listrik sehari yang kecil memang bikin lupa bahwa dirinya bisa membengkak. Tambah satu AC, angkanya langsung berantakan. Tambah satu dispenser air panas yang dinyalakan seharian, angkanya ikut naik.

Di sinilah letak masalahnya. Kebutuhan dasar sehari memang cuma 1,48 kWh, tapi yang terjadi di rumah nyata jarang sesederhana itu. Setiap tambahan kebiasaan punya harganya sendiri.

Penanak nasi dan peralatan dapur di atas meja yang sering menyala seharian
Foto oleh Found GHI di Pexels

Pemborosan Biasanya Bukan Datang dari Satu Alat Besar

Seorang penulis di Mojok.co menceritakan pengalamannya. Ia sadar token listrik makin cepat habis padahal tidak menambah alat elektronik baru. Setelah dicatat, polanya kelihatan jelas.

Pertama, penanak nasi dibiarkan menyala seharian di mode penghangat supaya nasi tetap hangat. Kedua, dispenser air panas dipakai terus untuk bikin teh dan kopi. Ketiga, charger ponsel dan laptop tetap menancap di stopkontak. Keempat, lampu ruang tengah menyala meski semua orang sudah masuk kamar.

Setelah kebiasaan itu diubah, umur token listriknya jadi lebih panjang. Pemborosan ternyata tidak datang dari satu alat besar, tapi dari kebiasaan kecil yang diulang setiap hari.

PLN sendiri sudah menyampaikan hal serupa. Masyarakat disarankan mencabut kabel setelah dipakai, mematikan alat elektronik saat tidak perlu, memakai peralatan hemat energi, dan menghindari colokan bertumpuk. Selain menghemat, kebiasaan ini bikin rumah lebih aman dari korsleting.

Cara paling manjur menemukan pemborosan adalah mencatat kapan beli token dan berapa lama bertahan. Catat di ponsel, lalu pantau lewat aplikasi PLN Mobile. Dari situ pola pemakaian kelihatan tanpa perlu nebak-nebak. Kalau pemakaian naik, langsung evaluasi aktivitas di rumah beberapa hari terakhir.

Mengandalkan ingatan saja tidak cukup. Penulis di Mojok.co baru sadar ada yang salah setelah mencatat, padahal selama ini ia menganggap token listrik pengeluaran biasa yang tidak perlu dipikirkan.

Kalau di Rumah Pakai AC, Ada Rumus Mainnya Sendiri

AC adalah alat yang paling sering disalahkan saat tagihan membengkak. Toto menjelaskan, perhitungan idealnya dimulai sejak merencanakan beli: 500 BTU untuk setiap meter persegi ruangan, dengan asumsi tinggi plafon 2,5 sampai 3 meter.

Jadi AC disesuaikan dengan ukuran ruangan. Memasang AC 2 PK di kamar 3x3 meter hanya bikin listrik terbuang sia-sia. Kebutuhan daya AC sendiri bervariasi berdasarkan besar PK, dari setengah PK, tiga perempat PK, 1 PK, hingga 2 PK.

Pilih juga AC yang sudah memenuhi Standar Kinerja Energi Minimum. Baru setelah itu atur pola operasinya.

Untuk suhu, mulai dari angka tertinggi lalu turunkan sedikit demi sedikit. Suhu idealnya 24 derajat Celsius, dekat dengan suhu sekitar. Semakin dekat dengan suhu sekitar, kompresor bekerja makin ringan dan konsumsi listrik makin kecil.

Satu hal lagi, AC inverter. Toto menyebut AC inverter bisa menghemat listrik 30 sampai 50 persen, bahkan sampai 70 persen. Kompresornya tetap berputar setelah suhu tercapai, tapi dengan putaran lebih kecil, tidak mati dan menyala terus-menerus seperti AC standar.

Tapi ingat, semua tips AC tadi batal kalau ruangnya bocor. Kamar yang ventilasinya terbuka lebar bikin AC bekerja dua kali lebih keras, berapapun suhu yang diset di remote.

Remote AC menunjukkan pengaturan suhu di dinding ruangan
Foto oleh Jakub Zerdzicki di Pexels

Langkah Praktis agar Token Rp50.000 Bertahan Sebulan

Catat tanggal beli token dan nominalnya di ponsel. Setelah satu bulan, kamu tahu sendiri berapa lama token bertahan, dan apakah pola pemborosannya berulang.

Cabut charger ponsel dan laptop setelah selesai. Stopkontak yang penuh tumpukan colokan juga makin boros, apalagi kalau ada colokan yang berdiri tanpa dipakai.

Masak nasi sesuai kebutuhan. Kalau ada sisa, cabut kabel dan hangatkan lagi saat mau makan. Sama dengan dispenser air panas: lebih baik rebus air secukupnya saat perlu.

Buat aturan satu rumah: orang terakhir keluar ruangan mematikan lampu. Aturan ini terlihat konyol, sampai kamu menyadari lampu ruang tengah sering menyala sendirian seharian.

Pakai timer di kipas atau AC saat tidur. Kalau malam tidak terlalu panas, buka jendela lebih awal biar sirkulasi lancar. Buka ventilasi lebih awal juga bikin ruang lebih sejuk tanpa listrik.

Pantau pemakaian lewat PLN Mobile sekali seminggu. Saat pemakaian naik, evaluasi kebiasaan seminggu terakhir. Cara ini lebih akurat daripada sekadar menebak alat mana yang rakus.

Tidak perlu langsung mengubah semuanya. Pilih dua atau tiga kebiasaan paling sering kamu lakukan, dan mulai dari situ. Kebiasaan kecil memang terasa tidak terasa saat dilakukan, tapi bertahun-tahun jumlahnya jadi besar.

Listrik 1,48 kWh sehari memang terdengar kecil. Tapi kebiasaan kecil yang diulang setiap hari jumlahnya jauh lebih besar dari itu. Token Rp50.000 sebenarnya cukup, selama kamu tahu kebiasaan mana yang diam-diam menghabiskannya.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar

Lihat kategori Tips ↗