Sebutan Artisan di Gelas Milk Tea Bikin Jatah Gula Harian Lenyap Sekali Teguk

Satu gelas milk tea kekinian bisa menyumbang seluruh jatah gula harian kamu. Sebutan artisan di labelnya justru membuat banyak orang lupa pada angka sebanyak itu.

Bagikan cerita ini:
Gelas minuman susu teh kekinian berlabel artisan di atas meja

Secangkir milk tea artisan seharga tiga puluhan ribu rupiah terasa seperti hadiah sehabis hari yang panjang. Labelnya menjanjikan ramuan buatan tangan, biji kopi pilihan, dan susu segar. Yang jarang masuk ke percakapan adalah satu hal lain yang juga hadir di gelas itu, yaitu seluruh jatah gula harian kamu dalam sekali teguk.

Ketua Klaster Family and Community Empowerment Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Dr. Widyatuti, S.Kp., M.Kes., Sp.Kom, mengingatkan bahwa label artisan pada minuman kekinian kerap menyesatkan. Menurutnya, istilah tersebut sering disalahartikan sebagai produk yang pasti alami atau lebih sehat, padahal konsumsi gula harian yang melebihi batas anjuran tetap membawa dampak buruk bagi metabolisme tubuh.

Kementerian Kesehatan RI memberi angka yang lebih mudah diingat. Konsumsi gula kita perlu dibatasi maksimal 50 gram atau setara empat sendok makan setiap hari, dan batas itu mencakup gula dari makanan maupun minuman dalam keseharian. Jadi, satu gelas minuman manis bisa langsung menghabiskan kuota penuh tanpa kamu sempat makan apa pun.

Berapa Banyak Sih Sebenarnya Gula dalam Satu Gelas

Sebutan artisan sebenarnya merujuk pada cara pembuatan, bukan pada komposisi. Minuman tetap bisa digemari justru karena rasa manisnya, dan rasa itu dibangun dari sirup, gula cair, karamel, atau perpaduan ketiganya. Kamu bisa membatalkan kuota empat sendok makan itu sebelum jam makan siang.

WHO memang memakai batas yang sedikit berbeda. Organisasi Kesehatan Dunia ini merekomendasikan konsumsi gula tambahan, atau free sugars, kurang dari 10 persen dari total energi harian, dan idealnya hanya 5 persen. Madu, sirup, dan jus buah termasuk dalam golongan ini, jadi label alami tidak otomatis berarti bebas risiko.

Sendok dan gelas gula pasir putih di atas meja, representasi jatah gula harian
Foto oleh Towfiqu barbhuiya di Pexels

Yang menarik, masalahnya bukan hanya pada minuman. RRI melaporkan fenomena jajanan berkedok buah, yaitu makanan yang terlihat sehat karena mengandung buah, tetapi sebenarnya dirakit dari saus, krim, cokelat, gula cair, dan pemanis lain yang meningkatkan kandungan gula serta kalori dalam satu porsi. Logikanya sama dengan milk tea artisan, yaitu kesan sehat di bagian luar dan gula di bagian dalam.

Kasus yang dilaporkan PDGI Palembang memberi gambaran dampak nyatanya. Ketua PDGI Sri Hananto Seno menyebut indeks DMF-T di kota itu mencapai 5,3, lebih tinggi dari angka nasional 4,6, dan salah satu pemicunya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan dari tepung yang mudah terfermentasi di dalam gigi. Angka nasional saja berarti rata-rata 460 gigi rusak per seribu penduduk.

Kenapa Tubuh Kita Tetap Mau Lagi Besok

Gula tambahan tidak membuat kita langsung jatuh sakit, dan itulah letak masalahnya. Rasa manis memang memberi sinyal hadiah yang cepat di otak, sementara dampaknya baru muncul jangka panjang. Tidak ada alarm yang berbunyi saat kuota harian terlewati.

Perbedaan Gula Alami dan Gula Tambahan

ANTARA menjelaskan bahwa stop gula tidak berarti tubuh harus benar-benar bebas dari semua jenis gula. Buah, sayuran, dan susu secara alami mengandung gula, sedangkan yang lebih perlu dibatasi adalah gula tambahan seperti gula yang ditambahkan ke minuman dan makanan. Membedakan dua jenis ini jauh lebih realistis daripada mencoba membuang gula sepenuhnya.

Berapa Sih Batas yang Masuk Akal

Angka 50 gram per hari dari Kemenkes RI itu patut diingat karena mudah dihitung. Kamu tinggal membaginya menjadi empat sendok makan, lalu memperkirakan berapa sendok yang masuk dari tiap makanan dan minuman sepanjang hari. Milk tea satu gelas saja bisa memakai seluruhnya.

Bandingkan dengan susu kotak cokelat yang sering dianggap pilihan anak yang sehat. Banyak produk serupa justru mengandung gula tambahan dalam jumlah besar, dan labelnya menonjolkan kata susu atau cokelat alami. Efeknya sama, yaitu kita merasa memilih yang sehat sementara kuota harian menyusut lebih cepat dari perkiraan.

Cara Menikmati Tanpa Menghabiskan Kuota

Kamu tidak perlu berhenti minum milk tea sama sekali. Beberapa penyesuaian kecil sudah mempan untuk memotong asupan gula secara signifikan.

Baca Label dan Tanya Komposisi

Pilih ukuran kecil, minta setengah porsi gula, atau tanyakan sirup mana saja yang dipakai. Konteks.co.id mencatat bahwa Popularitas artisan milk tea sering membuat masyarakat lupa akan kandungan kalori dan gula di dalamnya, jadi bertanya adalah langkah pertama yang paling logis.

Tangan memegang gelas minuman kemasan sambil memeriksa labelnya
Foto oleh BASTIAN WARDANA di Pexels

Ganti dengan Bahan yang Lebih Baik

Menambahkan buah utuh ke air putih, memilih susu tanpa gula tambahan, atau membuat versi rumahan dengan kontrol penuh adalah alternatif yang lebih masuk akal. ANTARA juga mencatat bahwa mengurangi gula bisa dimulai dari hal sederhana seperti berhenti minum minuman manis, mengurangi camilan, sampai tidak lagi menambahkan gula ke kopi atau teh.

Kesimpulan

Sebutan artisan di gelas milk tea adalah contoh sempurna bahwa persepsi sehat dan kandungan sehat adalah dua hal yang bisa sangat berbeda. Satu gelas bisa menyumbang seluruh jatah gula harian, sementara labelnya membuat kita merasa sudah memilih yang lebih baik. Mulai hari ini, anggap angka 50 gram itu sebagai uang jajan harian yang harus dibagi-bagi, bukan ditransfer sekaligus ke satu gelas.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar