Asam Urat Sudah Pindah Kasta, dan Pemuda Usia Sekarang Jadi Sasaran Barunya

Selama ini asam urat dianggap penyakit lansia, tapi 5,21 juta orang usia 15-39 tahun sudah terjangkit dalam tiga dekade terakhir, dan sebagian besar tak sadar.

Bagikan cerita ini:
Ilustrasi asam urat menyerang sendi pangkal jempol kaki

Anggapan lama soal asam urat berbunyi begini: penyakit orang tua, penyakit pemakan jeroan, penyakit pengidap kolesterol tinggi. Anggapan itu perlu dibuang. Riset global dalam tiga dekade terakhir mencatat 5,21 juta orang usia 15-39 tahun sudah pernah mengalami penyakit ini, dirangkum The Conversation dan ditulis oleh Yulius Dony dari Departemen Patologi Klinik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Jumlah itu cuma puncak gunung es. Belum ada studi nasional yang menghitung total penderita di Indonesia, tetapi laporan yang ada memperkirakan asam urat menyerang 32 persen orang di bawah usia 34 tahun. Nyaris satu dari tiga orang muda di Indonesia pernah mengidapnya atau sedang mengidapnya.

Penyakit Ini Tidak Lagi Milik Lansia

Asam urat adalah produk akhir dari pemecahan purin. Purin diproduksi sel tubuh, dan datang dari makanan seperti daging merah, jeroan, kerang, ikan teri, udang, sampai cumi. Kalau kadarnya melebihi 6 mg/dL pada perempuan atau 7 mg/dL pada laki-laki, ginjal tidak lagi mampu membuang sisanya lewat urine. Sisanya menjelma kristal tajam menyerupai jarum di jaringan sendi, dan sistem kekebalan tubuh menyerang kristal itu. Nyeri hebat, bengkak, dan sendi terasa hangat adalah hasilnya.

Dokter RS Universitas Sebelas Maret, dr. Oryzafira Gayatri, menjelaskan serangan biasanya muncul tiba-tiba pada malam hari atau saat bangun tidur. Sendi pangkal ibu jari kaki adalah target paling sering, meski lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku, bahu, pinggul, hingga tulang belakang bisa ikut diserang.

Ilustrasi sendi lutut pemuda yang terkena serangan asam urat
Foto oleh Towfiqu barbhuiya di Pexels

Pemuda Sekarang Membeli Asam Urat dengan Uang Mereka Sendiri

Sebenarnya pemuda usia sekarang tidak dijahili oleh nasib. Mereka membeli penyakit ini dengan pilihan konsumsi sendiri. Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat sekitar 48 persen pemuda usia 15-34 tahun mengonsumsi daging olahan berpengawet dan minuman manis lebih dari sekali per pekan. Hasil Cek Kesehatan Gratis 2025 menemukan nyaris sembilan juta orang dewasa usia 18-59 tahun mengalami obesitas sentral.

Perut buncit bukan sekadar masalah penampilan. Berat badan berlebihan memperberat kerja ginjal dalam menyaring purin. Alhasil asam urat menumpuk di darah dan memicu peradangan. Laki-laki berisiko tiga kali lebih tinggi dibanding perempuan, dan kombinasi makanan ultraproses serta minuman tinggi fruktosa membuat risiko berlipat ganda.

Fruktosa adalah biang yang paling sering luput dari pantauan. Prof. Antonius Suwanto, Guru Besar FMIPA IPB University, menjelaskan dalam IPB Podcast bahwa fruktosa diolah di hati melalui jalur khusus, membutuhkan energi dalam bentuk adenosin trifosfat, dan proses pembakaran ini menghasilkan senyawa turunan yang dikonversi menjadi asam urat. Fruktosa juga menurunkan ketersediaan nitric oxide, sehingga pembuluh darah makin kaku dan tekanan darah ikut naik.

Biar pun demikian, buah tetap layak dimakan. Yang menjadi masalah adalah jumlah dan sumbernya. Minuman bersoda, minuman energi, sirup, dan jus kemasan yang dimaniskan jauh lebih berbahaya dari semangka atau pepaya. Studi yang dirangkum detikHealth menemukan pria yang minum dua porsi minuman manis setiap hari memiliki risiko 85 persen lebih tinggi terkena asam urat dibanding yang hanya minum satu porsi dalam sebulan.

Mitos Sehat yang Justru Mengundang Serangan

Penderita asam urat sering berpindah ke sayuran dengan asumsi semuanya aman. Tidak. CNBC Indonesia merangkum beberapa sayuran dengan kandungan purin tinggi yang justru harus dibatasi, seperti bayam dengan sekitar 57 gram purin per 100 gram, asparagus dan kembang kol yang berkisar 23 gram per 100 gram, jamur, buncis yang juga mengandung fruktosa, dan kacang polong dengan kandungan sedang 50 sampai 150 miligram per 100 gram.

Yang juga sering diabaikan adalah alkohol dan dehidrasi. Bir mengandung purin tertinggi di antara minuman beralkohol, dan alkohol membuat ginjal lebih sibuk membuang alkohol daripada asam urat. Dehidrasi ringan saja memperlambat aktivitas ginjal. Inilah sebabnya serangan asam urat sering muncul setelah seharian lupa minum.

Lalu ada misinformasi yang menyebar lebih cepat dari edukasi medis. Riset dari University of Auckland dan University of Waikato, dipimpin Samuela Ofanoa dan dimuat di jurnal Rheumatology Advances in Practice pada 10 Oktober 2025, menganalisis 116 video TikTok bertema gout dari 200 hasil pencarian. Hasilnya, 426,6 juta tayangan terkumpul dari ratusan video, dan mayoritas justru dibuat oleh penderita atau keluarganya, bukan tenaga medis. Suplemen herbal dan obat rumahan tanpa bukti klinis mendominasi, sementara allopurinol, obat penurun asam urat jangka panjang yang direkomendasikan panduan reumatologi, hanya muncul di dua dari 116 video.

Asam Urat Tidak Berhenti di Sendi

Bagi sebagian orang, asam urat terdengar seperti penyakit yang berhenti di sendi. Tidak. Kompas merangkum penelitian yang dipimpin Austin Stack, profesor kedokteran dari University of Limerick, terhadap lebih dari 15.000 orang selama 10 tahun. Hasilnya, penderita gout memiliki risiko kematian 42 persen lebih tinggi dibanding orang tanpa gout, dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular meningkat hingga 58 persen.

CNBC Indonesia mengutip Harvard Health Publishing yang menjelaskan kaitan asam urat dan jantung cukup kompleks dan belum sepenuhnya dipahami, tetapi punya penjelasan yang masuk akal. Kedua penyakit memiliki faktor risiko yang sama. Dr. Robert Shmerling, editor senior Harvard Health Publishing dan mantan kepala klinis Divisi Reumatologi Beth Israel Deaconess Medical Center, menyebut sebagian besar penderita gout setidaknya memiliki satu dari tiga kondisi, yakni obesitas, diabetes, atau tekanan darah tinggi.

Jangka panjang, asam urat yang tidak ditangani bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen, keterbatasan gerak, pembentukan tophi, osteoporosis, batu ginjal, hingga penyakit ginjal kronis. Tingkat kerusakan tergantung pada konsistensi pengobatan, bukan pada usia saat pertama kali terkena.

Kendalikan Sebelum Kristal Mengunci Sendi

Asam urat memang belum bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi bisa dikendalikan. Langkah pertama adalah diagnosis yang menyeluruh. dr. Oryzafira menekankan bahwa kadar asam urat tinggi tidak selalu berarti gout, dan ada pasien yang mengalami serangan meski kadar asam uratnya normal saat diperiksa. Karena itu pemeriksaan laboratorium harus dibarengi wawancara medis dan pemeriksaan fisik, bukan sekadar membaca angka di struk lab.

Kedua, perbaiki asupan. Daging dan makanan laut masih boleh dimakan dalam jumlah terbatas, tetapi direbus dulu untuk mengurangi purinnya. Sayur dan buah tetap penting, tetapi pilih yang rendah purin seperti wortel, timun, atau labu siam. Batasi minuman manis, soda, sirup, dan alkohol. Yang ketiga adalah hidrasi, karena air membantu ginjal mengencerkan dan membuang kelebihan asam urat melalui urine. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China merekomendasikan 2.000 sampai 3.000 mililiter air per hari untuk penderita asam urat dan hiperurisemia.

Ilustrasi hidrasi cukup air putih untuk membantu ginjal membuang asam urat
Foto oleh Andrew Patrick Photo di Pexels

Yang keempat adalah gerak. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan latihan aerobik intensitas sedang seperti berjalan, bersepeda, atau berenang, minimal 150 menit per minggu. Push-up atau sit-up dua kali atau lebih per pekan juga bisa menjadi alternatif.

Terakhir, konsistensi obat. Untuk serangan akut, dokter biasanya memberikan obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen atau naproxen, ditambah colchicine atau kortikosteroid. Untuk kasus serangan berulang, batu ginjal, atau penumpukan tophi, dokter bisa memberikan allopurinol atau febuxostat. Austin Stack menyebut target pengobatan umumnya adalah menurunkan kadar asam urat hingga di bawah 6 mg/dL. Obat-obatan ini tidak boleh dihentikan sendiri hanya karena sendi sudah tidak nyeri.

Intinya sederhana. Asam urat tidak lagi menjadi penyakit yang menunggu kita menua. Ia sudah datang lebih awal, dan kali ini membawa kristal, tophi, dan penyakit jantung dalam satu paket. Kalau punya rencana menua dengan sendi yang masih bisa diajak jalan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membatasi minuman manis, minum air yang cukup, dan periksa kadar asam urat di laboratorium.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar