Baterai TWS Bertahan 8 Jam Semalaman, Telinga Kamu Ikut Lembur Tanpa Digaji
TWS masa kini sanggup menyala 8 jam penuh, dan telinga kamu menyerap suara itu semua saat otak sudah tertidur. Organ pendengaran cuma tumbuh 12 bulan lalu dipakai seumur hidup tanpa regenerasi.

Baterai TWS masa kini memang komplit. Satu cas penuh sanggup menyala delapan jam, bahkan ada yang sampai dua belas jam. Spesifikasi itu dijual sebagai keunggulan, padahal bagi telinga kamu ini bencana kecil yang berjalan lambat.
Aktivitas paling rawan bukan di siang hari, tapi di malam hari. Banyak orang sengaja memakai earphone sampai tertidur karena merasa musik bikin rileks, padahal yang terjadi sebaliknya.
dr. Mahatma Sotya Bawono, dokter spesialis THT-KLHA, memberi analogi yang pas. Organ telinga manusia cuma tumbuh sampat usia sekitar 12 bulan, lalu dipakai seumur hidup tanpa pernah regenerasi. "Kalau punya motor, kita gas terus, onderdilnya akan rusak sebelum waktunya," ujarnya di kanal YouTube Tirta PengPengPeng, dikutip RRI.
Logikanya sederhana. TWS yang bertahan delapan jam berarti delapan jam suara masuk terus ke telinga. Sementara otak kamu sudah berhenti mendengar karena tertidur.
Telinga Lembur Saat Otak Sudah Absen
dr. Harim, dokter spesialis telinga hidung tenggorok, menyebut kebiasaan dengar musik sampai tidur sebagai hal terburuk untuk organ pendengaran. Alasannya bukan volume, tapi durasi.
Saat kamu tertidur, koklea atau rumah siput tetap menerima energi getaran suara berjam-jam. Otak tidak lagi memproses suara itu. "Sebetulnya mubazir," pungkas dr. Harim kepada detikHealth.
Ini bagian yang paling banyak disalahpahami. Banyak orang fokus pada volume, lalu lupa bahwa paparan suara yang lama juga merusak. dr. Muslim Kasim, spesialis THT-Kepala dan Leher dari RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung, menjelaskan risiko utamanya adalah NIHL atau noise-induced hearing loss.
Yang membuat NIHL berbahaya, kerusakannya tidak langsung terasa. Sel rambut di koklea rusak sedikit demi sedikit, dan sel ini tidak tumbuh lagi.
Tiga Gangguan yang Datangnya Belakangan
Kerusakan sel rambut koklea memunculkan tinitus. Telinga berdenging, berdengung, atau menderu sendiri tanpa sumber suara. Studi yang dikutip dr. Muslim menemukan remaja yang mendengarkan musik lebih dari tiga jam pakai headset lebih sering mengalami tinitus.
Gangguan kedua adalah hiperakusis. Penderita jadi sangat peka terhadap suara tertentu. Suara yang buat orang lain terdengar biasa, bagi mereka terasa keras sampai menyakitkan. "Paparan bising yang lama bisa meningkatkan risiko terkena hiperakusis," kata dr. Muslim kepada IDN Times.
Gangguan ketiga bukan soal saraf, tapi soal liang telinga. Earphone yang dipasang langsung di liang telinga menghalangi aliran udara. Hasilnya, kotoran telinga menumpuk atau yang disebut serumen prop. Telinga berdengung dan susah mendengar.
Liang telinga yang lembap juga jadi tempat ideal bakteri dan jamur. Gesekan earphone dalam waktu lama bisa memicu infeksi. CNN Indonesia mencatat pemakaian earphone saat tidur juga dikaitkan dengan otitis eksterna.
Kebiasaan meminjamkan earphone ke teman memperparah soal ini. dr. Muslim mengingatkan berbagi earphone bisa menyebarkan bakteri dari satu telinga ke telinga lain, dan jadi penyebab infeksi yang sebenarnya mudah dihindari.
Batas Amannya Cuma 60/60

Ada aturan yang diulang semua dokter ini. Aturan 60/60: volume maksimal 60 persen, dan tidak lebih dari 60 menit sehari.
WHO merekomendasikan batas yang sama, satu jam setiap hari dengan volume 60 persen dari maksimal. dr. Bagas Wicaksono, dokter spesialis THT-KL di Kemang Medical Care, memberi alasan kenapa tidur pakai earphone pasti melanggar aturan ini.
"Rata-rata orang tidur sekitar 7-8 jam sehingga melebihi batas penggunaan earphone," jelasnya kepada CNN Indonesia. Artinya, setiap malam kamu memakai earphone tidur, aturan 60/60 terlanggar tujuh sampai delapan kali lipat.
Cara Memutus Kebiasaan Ini Tanpa Drama

Kamu tidak perlu membuang TWS. Coba langkah-langkah kecil berikut ini.
* **Pasang timer.** Aplikasi pemutar musik punya fitur sleep timer. Atur 30 atau 45 menit, lalu musik mati sendiri. Telinga dapat istirahat, otak tetap dapat musik untuk membius diri.
* **Pindah ke speaker kecil.** Letakkan speaker bluetooth di meja samping ranjang. Volume rendah sekali pun tetap terdengar. Telinga tidak terpasang apa-apa sepanjang malam.
** **Gunakan sleep sounds tanpa earphone.** Suara hujan, kipas, atau white noise dari speaker berfungsi sama efektifnya untuk membantu tidur.
* **Turunkan volume ke level bicara.** Kalau kamu terpaksa harus pakai earphone, jaga volume di bawah 60 persen. Kalau masih bisa dengar suara orang ngomong di sebelah, berarti masih terlalu keras.
* **Beri batas pada diri sendiri.** Jadikan 60 menit sebagai patokan keras. Setelah itu, cabut earphone dan biarkan musik mati.
Telinga tidak punya sensor nyeri yang mengingatkan saat sel-selnya mulai rusak. Tinitus dan hiperakusis baru disadari setelah kerusakan terjadi, dan saat itu sudah terlambat untuk dikembalikan.
Organ pendengaran juga tidak bisa diganti seperti layar HP atau baterai. Yang rusak tetap rusak, dan ini alasan paling kuat untuk mulai membatasi diri malam ini juga.
Baterai TWS memang sekarang makin tahan lama. Tapi kemampuan teknologi untuk menyala delapan jam bukan alasan telinga kamu harus ikut lembur delapan jam.
Artikel Terkait
Lihat kategori Kesehatan ↗
Tulangmu Membangkang Diam-Diam, dan Satu-Satunya Pengkhianatan Adalah Sunyimu Sendiri
Kepadatan tulang menurun tanpa gejala sampai patah terjadi. Kunci penundaannya bukan sekadar susu, melainkan kombinasi kalsium, vitamin D, protein, dan kaki yang rajin bergerak.
Jam Tujuh Pagi Bersikeras Kamu Sudah Beristirahat, Tubuhmu Bilang Belum
Bangun lelah padahal tidur sudah tujuh atau delapan jam bukan kesalahan kasur. Sebagian besar kerusakan terjadi jauh sebelum kepala menyentuh bantal.
Delapan Jam Duduk Lalu Salahkan Kasur, Saraf Kejepit yang Akhirnya Bicara
Nyeri punggung jarang benar-benar berasal dari saraf yang kejepit. Sebagian besar kasus cuma otot yang kelelahan, ditambah posisi duduk dan bantal yang tanpa sadar mengkhianati tulang belakangmu setiap hari.
Ruang Diskusi & Komentar