Jempol Kaki Menjerit Tengah Malam, dan Yang Disalahkan Selalu Terasi

Nyeri asam urat kini menyerang usia 20-an, dan biangnya bukan cuma jeroan. Fruktosa dari minuman manis sama liciknya, dan pantang ketat justru bikin serangan makin sering.

Bagikan cerita ini:
Ilustrasi nyeri sendi pangkal jempol kaki akibat asam urat

Jempol kaki kamu menyerang pada jam dua pagi. Tidak ada posisi nyaman, tidak ada bantal yang bisa menyelamatkan, dan selimut yang menyentuh ujung kaki terasa seperti air panas yang dituang ke luka. Orang-orang menyebutnya asam urat, dan julukan lamanya adalah penyakit raja, karena dulu hanya para bangsawan kaya yang mampu makan daging setiap hari.

Ceritanya berubah total hari ini. Bukan bangsawan yang diserang, melainkan anak usia 20-an yang jatahnya minuman manis kemasan dan kerja duduk delapan jam. Data global menyebut 5,21 juta kaum muda usia 15 sampai 39 tahun sudah hidup dengan penyakit ini dalam tiga dekade terakhir, dan laki-laki tiga kali lebih berisiko daripada perempuan.

Nyeri Itu Datang Tengah Malam, dan Bukan Karena Kamu Salah Tidur

Mekanismenya seperti kerak yang menumpuk di keran dapur, hanya saja yang mengendap adalah kristal asam urat. Saat kadarnya di darah melebihi 6 mg/dL untuk perempuan dan 7 mg/dL untuk laki-laki, ginjal nggak lagi bisa membuangnya lewat urine. Sisanya menjelma jadi kristal tajam menyerupai jarum yang bersarang di jaringan sendi, dan respons tubuh terhadap benda asing itu adalah peradangan yang menyebabkan rasa sakit berdenyut.

Dokter Oryzafira Gayatri dari RS UNS Surakarta mengingatkan bahwa serangan ini biasa muncul tiba-tiba di malam hari atau saat bangun pagi. Sendi yang kena akan bengkak, memerah, terasa hangat, dan sangat nyeri walau cuma tersentuh halus. Pangkal ibu jari kaki adalah spot paling sering, tapi lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, sampai bahu dan pinggul juga bisa kena.

Ada empat tahap penyakit ini yang patut kamu ketahui. Tahap pertama kadar asam urat sudah tinggi tapi belum ada gejala sama sekali. Tahap kedua adalah serangan akut dengan nyeri hebat. Tahap ketiga gejala mereda tapi risiko kambuh tetap tinggi. Tahap keempat adalah fase paling berat, di mana benjolan asam urat atau tophi bisa terbentuk di kulit sampai ke sendi.

Ilustrasi organ ginjal yang berperan membuang asam urat lewat urine
Foto oleh Mustafa ezz di Pexels

Jeroan Memang Biangnya, Tapi Soda dan Boba Ikut Bergabung

Purin memang jadi kata kunci utama, dan zat ini banyak ditemukan di daging merah, jeroan, makanan laut, sampai kerang. Tapi kalau kamu cuma fokus ke jeroan, kamu melewatkan biang lain yang sama bahayanya, yaitu minuman manis. Fruktosa yang bikin soda, minuman energi, jus kemasan, dan boba terasa nikmat itu adalah bahan bakar langsung untuk produksi asam urat.

Fruktosa, Gula Buah yang Ngerti Jalan Pintas ke Hati

Profesor Antonius Suwanto, Guru Besar FMIPA IPB University, membeberkan jalur singkat yang sering tidak disadari. Glukosa dipakai berbagai sel tubuh sebagai sumber energi, sementara fruktosa sebagian besar dimetabolisme di hati lewat jalur khusus yang membuatnya langsung berubah jadi lemak. Proses itu butuh energi besar dari senyawa ATP, dan saat ATP dipakai berlebihan, tubuh menghasilkan senyawa turunan yang akhirnya dikonversikan menjadi asam urat.

Profesor ini juga menambahkan peringatan yang jarang dibahas, yaitu bahwa asam urat bukan cuma soal nyeri sendi. Senyawa ini bisa mengurangi ketersediaan nitric oxide yang menjaga kelenturan pembuluh darah. Akibatnya pembuluh darah jadi lebih kaku dan tekanan darah ikut naik, jadi jangan kaget kalau asam urat dan hipertensi sering datang bersamaan.

Menariknya, kemampuan tubuh mengubah fruktosa jadi lemak adalah warisan evolusi yang dulunya menyelamatkan nyawa. Dulu buah cuma ada musiman, dan cadangan lemak adalah asuransi saat makanan sulit didapat. Sekarang fruktosa ada di mana-mana setiap hari, dan mekanisme bertahan hidup yang dulu sangat berguna justru berbalik menjadi ancaman kesehatan.

Pantang Ketat Justru Bikin Serangan Makin Sering Kambuh

Banyak orang yang divonis asam urat lalu langsung ekstrem, yaitu membuang semua daging, ikan, kacang, jamur, dan sayuran dari piringnya. Mereka makan tahu rebus setiap hari, merasa sudah sangat sehat, tapi serangan tetap kambuh. Kasus seperti Tuan Nguyen Van T. di Hanoi jadi contoh nyata, di mana dietnya sudah sangat ketat tapi ia tetap minum bir setiap hari.

Dokter Le Thi Huong Giang dari Rumah Sakit 19-8 Vietnam menegaskan bahwa masalahnya bukan pada pantangnya, tapi pada area fokusnya. Penyakit ini bukan hanya tentang makan terlalu banyak purin. Faktor genetik, fungsi ginjal, berat badan, obat-obatan, dan kondisi medis penyerta sama berpengaruhnya.

Ginjal Lemah dan Warisan dari Ayah

Tubuh kamu sendiri memproduksi purin secara alami, jadi nggak mungkin menghindarinya 100 persen. American College of Rheumatology mencatat bahwa perubahan pola makan biasanya hanya menurunkan kadar asam urat secara moderat, dan menyalahkan pasien atas sendirinya tidak adil. Lembaga NICE Inggris bahkan menyatakan belum cukup bukti bahwa satu jenis diet saja bisa mencegah serangan.

Alih-alih cuma nanya apakah makanan ini mengandung purin, pertanyaan yang lebih tepat adalah jenis, jumlah, dan frekuensinya. Dr. Giang menjelaskan dengan tajam, ada orang yang sangat takut makan daging sapi tapi tetap minum bir tiap akhir pekan. Ada yang menghindari tahu, tapi minum soda setiap hari. Yang satu dihindari, yang lain justru disambut tiap hari.

Selain itu, protein yang terlalu sedikit juga berbahaya. Untuk orang dewasa paruh baya, lansia, atau yang sedang menurunkan berat badan, kekurangan protein bisa memicu kekurangan nutrisi dan kehilangan massa otot. Jadi jangan buru-buru membuang semua sumber protein cuma karena kata purin.

Ilustrasi pola makan sehat dengan sayur, buah, dan air putih untuk menjaga kadar asam urat
Foto oleh cottonbro studio di Pexels

Cara Menjeret Asam Urat Tanpa Harus Makan Tahu Rebus Sepanjang Hari

Kabar baiknya, kamu nggak harus makan tahu rebus sepanjang hidup. Daging merah dan makanan laut masih boleh dalam jumlah terbatas karena proteinnya kaya, asal diolah dengan direbus untuk mengurangi kadar purinnya. Pilihan yang lebih ramah adalah ayam tanpa kulit dan susu rendah lemak, plus sayuran minimal 350 gram atau 3 sampai 4 mangkuk kecil per hari.

Air putih adalah senjata yang paling sering dilupakan. Minum 7 sampai 8 gelas per hari membantu ginjal membuang kelebihan asam urat lewat urine, dan teh serta kopi masih boleh asal tanpa pemanis buatan. Olahraga juga wajib, dengan rekomendasi WHO berupa latihan aerobik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu, ditambah latihan kekuatan dua kali atau lebih per pekan.

Yang tak kalah penting adalah jangan meremehkan rasa sakit yang datang mendadak. Kalau tidak ditangani dengan baik, asam urat bisa berujung pada kerusakan sendi permanen, batu ginjal, sampai penyakit ginjal kronis. Semakin dini dikenali dan ditangani, semakin besar peluang mencegah kekambuhan dan komplikasi yang bisa menurunkan kualitas hidup.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar