Kesemutan Malam Selalu Disangka Kurang Darah, Padahal Pergelangan Tangan Sudah Lelah

Tangan kesemutan tengah malam hingga membangunkan tidur biasanya disangka tanda kurang darah, padahal tekanan pada saraf di pergelangan tangan jauh lebih sering jadi biangnya.

Bagikan cerita ini:
Tangan memegang pergelangan yang terasa kesemutan dan kebas

Jari-jari terasa seperti ditusuk-nusuk jarum kecil tepat saat Anda baru setengah sadar tengah malam. Tangan terasa bengkah, kaku, dan tidak bisa digerakkan dengan nyaman. Pertama yang terlintas pasti soal kurang darah, dan hampir semua orang langsung mencari tablet penambah darah atau menenggak jus sayuran hijau. Sayangnya, sebagian besar tebakan itu meleset.

Kesemutan malam adalah keluhan yang sangat umum, tetapi jarang dipahami dengan benar. Bukan kurang darah, bukan pula sekadar 'salah posisi' yang akan hilang sendirinya. Dokter spesialis neurologi dr. Puspasari, Sp.N, menegaskan satu hal yang sering dilupakan, bahwa kesemutan adalah gejala, bukan diagnosis. Ada banyak pintu yang bisa menuju keluhan yang sama.

Setiap Kesemutan Punya Sumber Sarafnya Sendiri

Keluhan kesemutan bukan satu penyakit tunggal, melainkan sinyal bahwa ada bagian dari sistem saraf yang sedang ditekan, terganggu, atau rusak. dr. Puspasari menjelaskan, saraf tepi adalah jaringan yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh tubuh, membawa sensasi sentuhan, panas, dingin, sekaligus memerintahkan otot untuk bergerak. Begitu ada tekanan atau cedera di jalur ini, penghantaran sinyal jadi terganggu, dan otak menerjemahkannya sebagai kesemutan. Karena itu, lokasi kesemutan adalah petunjuk pertama yang cukup kuat. Dokter akan menilai pola keluhan, kekuatan otot, refleks, sampai bagian tangan atau lengan yang mengalami gangguan rasa, dan kadang merekomendasikan pemeriksaan EMG serta Nerve Conduction Study untuk melihat seberapa baik sinyal listrik mengalir di saraf dan otot Anda.

Mitos Kurang Darah dan Kebingungan Vitamin B12

Mitos kurang darah memang tidak muncul dari ruang hampa. Kekurangan vitamin B12 bisa memicu kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki karena vitamin ini berperan menjaga fungsi saraf. dr. Kunal Sood, dilansir RRI, menambahkan bahwa pasien kekurangan B12 juga sering mengeluhkan lidah yang terasa lebih halus dan nyeri, kelelahan yang tidak biasa, sulit konsentrasi, sampai gangguan keseimbangan yang membuat seseorang mudah tersandung.

Namun, kesemutan tidak otomatis berarti tubuh kekurangan vitamin. Guru Besar Farmasi UGM Zullies Ikawati menjelaskan bahwa vitamin B kompleks, terdiri dari B1, B6, dan B12, memang disebut vitamin neurotropik karena membantu metabolisme saraf. B1 mengubah makanan jadi energi untuk sel saraf dan otak, B6 membentuk neurotransmitter dan mielin selubung pelindung saraf, sementara B12 mendukung produksi sel darah merah. Kekurangan B12 memang bisa memicu kesemutan di tangan dan kaki, tetapi kesimpulan ini harus diverifikasi lewat tes darah, bukan ditebak sendiri di apotek. Justru yang paling sering luput, keluhan yang sama muncul dari tekanan mekanik di pergelangan tangan.

Tangan mengetik di meja kerja, posisi pergelangan yang sering memicu tekanan pada saraf
Foto oleh Huy Phan di Pexels

Carpal Tunnel Syndrome, Biang Kesemutan Malam

Tangan manusia punya kanal yang terbentuk dari deretan tulang pergelangan dan beratap ligamen transversal. Di dalam kanal ini terdapat tendon fleksor serta saraf yang mengatur fungsi gerak dan rasa pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Hand and Microsurgery RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Oryza Satria, Sp.OT (K), menjelaskan bahwa tekanan berlebih pada kanal inilah yang disebut carpal tunnel syndrome.

Tekanan bisa datang dari dalam kanal karena perubahan keseimbangan cairan, misalnya pada ibu hamil, wanita menopause, pengguna kontrasepsi oral, hingga penderita obesitas, gagal ginjal, dan hipotiroid. Tekanan juga bisa datang dari luar, seperti memakai sarung tangan terlalu sempit atau kebiasaan menekuk dan mengangkat pergelangan tangan secara berulang dalam waktu lama, termasuk mengetik dan menggunakan mouse.

Tiga Tahap Kesemutan yang Sering Tidak Disadari

Gejala carpal tunnel syndrome tidak muncul sekaligus. Pada tahap awal, penderita sering terbangun di malam hari karena pergelangan terasa kebas, kesemutan, tersayat, atau seperti terbakar, padahal tidak ada pembengkakan sama sekali. Sensasi ini biasanya hilang setelah tangan dikibarkan atau digoyangkan.

Pada tahap kedua, rasa kebas dan kesemutan muncul pada siang hari, terutama saat melakukan aktivitas yang melibatkan pergelangan tangan. Kekuatan tangan mulai berkurang, sehingga benda yang sedang dipegang bisa tiba-tiba terjatuh. Bila dibiarkan, penderita akan mengalami kebas yang menetap dan ibu jari menjadi lemah akibat menipisnya jaringan otot, dan hasil penanganan menjadi jauh lebih sulit diprediksi.

Leher, Postur Duduk, dan Saraf kejepit

Kesemutan di tangan tidak selalu bersumber dari pergelangan. dr. Puspasari mengingatkan adanya radikulopati servikal, yaitu gangguan saraf di area leher yang bisa memunculkan nyeri menjalar dari leher ke bahu, lengan, hingga jari-jari tangan. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan tulang belakang, penyempitan jalur saraf, atau gangguan bantalan tulang atau diskus, dan tidak selalu disertai nyeri leher yang berat.

Kebiasaan modern memperparah masalah ini. Dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang Eka Hospital, Syafrudin, menjelaskan bahwa duduk dalam waktu lama memendekkan otot fleksor pinggul dan memicu degenerasi prematur akibat kompresi pada cakram tulang belakang. Posisi duduk justru memberi tekanan pada tulang belakang yang lebih besar dibandingkan saat berdiri. Bila posturnya buruk, risiko hernia nukleus pulposus atau saraf kejepit meningkat, dan saraf yang terjepit akan menyebabkan nyeri seperti terbakar, melemahkan otot, serta membuat beberapa bagian tubuh mati rasa atau kesemutan. Kondisi serupa juga dialami mereka yang berlama-lama berjongkok saat berkebun, di mana kaki menahan beban tubuh terlalu lama sehingga aliran darah ke kaki terhambat, lalu memicu keluhan kram, kebas, dan kesemutan.

Seseorang menggosok dan mengibaskan tangan untuk meredakan kesemutan
Foto oleh Kindel Media di Pexels

Kapan Kesemutan Harus Mulai Dikhawatirkan

Kesemutan yang muncul sesekali setelah tangan tertindih saat tidur biasanya membaik begitu posisi tubuh diubah. Tetapi ada garis batas yang jelas. Menurut dr. Puspasari dan dr. Margareth Aryani Santoso dari Bethsaida Hospital, pemeriksaan medis sangat disarankan bila kesemutan terjadi berulang, makin sering, membangunkan Anda di malam hari, tidak kunjung membaik, atau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ada beberapa sinyal yang harus diperlakukan lebih serius. Spesialis bedah saraf Siloam Hospital dr. Thomas Tommy, SpBS, mengingatkan bahwa kesemutan yang disertai kelemahan pada satu sisi tangan lalu membaik lagi patut segera diperiksa, karena bisa menjadi tanda awal stroke. Profesor dr. Yuda Turana, SpS, menambahkan bahwa kesemutan pada sebelah badan sering dikira hal biasa, padahal bisa menjadi pertanda masalah di otak. Bagi penyandang diabetes, kewaspadaan harus lebih tinggi karena sekitar 50 persen orang dengan diabetes mengalami neuropati perifer. Dokter Wismandari Wisnu menjelaskan, kesemutan biasa selalu didahului posisi tertentu seperti duduk bersila dan hilang dalam beberapa menit, sementara neuropati diabetik muncul tiba-tiba tanpa sebab jelas dan berlangsung jauh lebih lama.

Yang Bisa Dilakukan Mulai Malam Ini

Sebelum masuk ke pengobatan, ada beberapa langkah praktis yang bisa dipikirkan. Perbaiki postur duduk dengan menempatkan layar kerja pada jarak 45 hingga 70 sentimeter dari mata, menjaga posisi tubuh tegak 90 derajat, dan menggunakan kursi ergonomis yang menyangga punggung serta leher. Syafrudin juga menyarankan untuk berdiri dan berjalan beberapa menit setiap dua jam sekali, atau melakukan peregangan ringan di kursi saat otot mulai terasa pegal. Bagi ibu hamil, kesemutan di tangan dan jari sangat umum terjadi, terutama setelah bangun tidur di pagi hari. Menurut Sarah Prager, asisten profesor Obstetri dan Ginekologi University of Washington, pembengkakan yang menekan saraf di pergelangan tangan menjadi penyebab utamanya. Studi melaporkan frekuensi carpal tunnel syndrome pada ibu hamil mencapai 31 hingga 62 persen, dan sensasi ini biasanya akan hilang setelah melahirkan.

Intinya, kesemutan bukan masalah tunggal dan tidak ada satu obat yang cocok untuk semua kasus. Memahami pola keluhan, memperbaiki kebiasaan harian, dan segera memeriksa diri saat gejala makin sering adalah langkah yang jauh lebih masuk akal daripada langsung menyimpulkan kurang darah.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar