Kipas Angin Salah Sasaran, Yang Bikin Sendi Meraung Ada di Gelas dan Mangkok
Video remaja 17 tahun kena asam urat sempat viral dan kipas angin disalahkan. Dokter spesialis penyakit dalam justru menunjuk kebiasaan ngemil kaldu dan minuman manis harian.

Video singkat di media sosial suka bikin geleng kepala. Ceritanya, seorang remaja berusia 17 tahun sudah divonis kena asam urat, dan yang disalahkan adalah kipas angin yang semalaman diarahkan ke tubuhnya. Nahasnya, narasi itu cepat sekali menyebar, sampai banyak orang percaya bahwa angin dingin dari kipas bisa mengubah sendi jadi sumber derita.
Dokter spesialis penyakit dalam dr Rudy Kurniawan, SpPD, mematahkan klaim itu mentah-mentah. Dikontak detikHealth, dia menyebut anggapan tersebut sebagai mitos murni. Menurutnya, tidak ada hubungan sama sekali antara kipas angin atau AC yang menyala semalaman dengan penumpukan kristal asam urat di sendi.
Mitos Angin Dingin yang Sudah Terlanjur Mendarah Daging
Keyakinan soal kipas angin ini sebetulnya wajar saja muncul. Asam urat memang identik dengan rasa nyeri yang menyerang mendadak, sering kali tengah malam, dan area yang sakit terasa hangat sampai bengkak. Karena serangannya tak terduga, manusia suka mencari kambing hitam yang paling dekat dengan tempat tidur.
Sayang, kambing hitamnya keliru. dr Rudy menegaskan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah penumpukan asam urat atau uric acid di dalam tubuh, lalu senyawa itu mengkristal di sendi. Sendi jempol kaki memang lokasi paling favorit, tapi lutut, pergelangan kaki, telapak kaki, tangan, sampai siku juga bisa kena.
Anak muda mulai berdesakan di klinik reumatologi
Dulu, asam urat dianggap penyakitnya orang berusia 40 ke atas. Sekarang, rumah sakit seperti Tan Tock Seng di Singapura mencatat pria di usia 20-an dan 30-an yang berobat jadi semakin banyak. Bahkan remaja 17 tahun seperti di video viral itu bukan lagi kasus aneh.
Dr Chia melihat dampaknya tidak cuma soal nyeri. Serangan asam urat pada usia muda mengganggu waktu belajar, membatasi ikut serta dalam aktivitas fisik, dan menyebabkan absen dari pekerjaan. Biaya yang dikeluarkan pun semakin besar, padahal penyakitnya sebetulnya bisa dicegah sejak awal.
dr Rudy merinci pemicunya: pola makan tinggi purin dari jeroan, seafood tertentu, dan daging merah, lalu konsumsi minuman manis tinggi fruktosa seperti bubble tea, soda, dan teh manis. Ditambah obesitas, minim aktivitas fisik, jarang minum air putih, kebiasaan begadang, dan stres. Faktor keluarga juga ikut main, begitu juga gangguan metabolik atau masalah ginjal sejak kecil.
Ada satu kelompok yang luput dari radar, yaitu anak gym yang mengonsumsi suplemen protein tinggi tanpa pengawasan dokter. Niatnya membangun otot, tetapi beban ginjalnya ikut naik. Bagi mereka yang punya bakat genetik, tambahan ini bisa jadi pemicu yang tidak terduga.

Es Teh Manis dan Mie Instan Bawa Purin Berlebih ke Dalam Darah
Bagi anak muda di Indonesia, daftar di atas terdengar seperti menu harian, bukan peringatan. dr Susanti Helena, Health Management Specialist Kompas Gramedia, ikut membenarkan pola itu. Dia menyoroti dua kebiasaan yang dianggap sepele tetapi sebetulnya berbahaya.
Pertama, makanan berkuah kaldu. Bakso, seblak ceker, atau mie instan dengan kaldu pekat adalah makanan yang lumayan tinggi kadar asam uratnya. Kedua, minuman manis, baik kemasan maupun bikinan pinggir jalan. Menurut dr Susanti, asam urat naik ketika yang masuk banyak, yang keluar sedikit, atau kombinasi keduanya.
Fruktosa bekerja lain dari gula biasa
Minuman manis di sini bukan cuma soal kalori. Dr Faith Chia Li-ann, konsultan senior di Departemen Reumatologi, Alergi, dan Imunologi Tan Tock Seng, menjelaskan bahwa fruktosa dimetabolisme tubuh dengan cara berbeda. Saat dipecah, senyawa kimia yang menjadi prekursor asam urat ikut dilepaskan.
Artinya, gelas es teh manis yang kamu pikir hanya penyegar tengah hari sebetulnya menyumbang bahan baku kristal di sendimu. Fruktosa juga dikaitkan dengan kenaikan berat badan, dan obesitas berkorelasi langsung dengan kadar asam urat yang tinggi. Dua masalah, satu gelas.
Yang masuk banyak, yang keluar sedikit
Mekanismenya sederhana saja. Asam urat adalah produk limbah dari penguraian purin. Kalau asupan purin terus naik sementara ginjal kewalahan membuangnya, konsentrasi di darah ikut naik. Lama-lama jenuh, lalu mengendap sebagai kristal kecil yang tajam di sendi. Begitu kristal itu bergerak, serangan nyerinya bikin susah jalan.

Sinyal Tubuh yang Sering Diabaikan Karena Merasa Masih Muda
Nyeri mendadak di jempol kaki, sendi bengkak, atau rasa tidak nyaman saat berjalan adalah alarm pertama. Banyak anak muda menunda cek karena merasa masih muda, padahal seperti diam-diam disebut dalam kasus yang dilaporkan Kompas.com, ada pasien yang kerusakan ginjalnya sudah cukup parah saat pertama kali berobat.
Kalau sudah kena, langkah pertamanya bukan menggosok dengan minyak panas. dr Rudy menyarankan kompres hangat di area sendi yang sakit sekaligus menghindari paparan dingin langsung. Pada saat yang sama, minum air putih yang cukup, karena air membantu ginjal mengeluarkan asam urat lebih lancar.
Langkah kecil yang bisa dimulai hari ini
Tidak perlu langsung mengubah seluruh hidup dalam semalam. Mulai dengan membatasi minuman manis jadi sesekali saja, bukan tiap makan. Kurangi kuah kaldu pekat dari jeroan, dan ganti sebagian daging merah dengan sumber protein lain. Tambahkan jalan kaki atau aktivitas ringan supaya metabolisme tidak terlalu lambat.
Cek kadar asam urat lewat tes darah juga tidak ada ruginya, apalagi kalau ada anggota keluarga yang punya riwayat serupa. Seperti kata dr Rudy, gaya hidup modern dan pola makan berperan besar. Berarti, putusannya ada di tangan kita sendiri, bukan di tombol kipas angin.
Cara membaca hasilnya juga gampang. Angka asam urat normal dewasa berkisar 3,5 sampai 7,2 mg per desiliter untuk pria, dan 2,6 sampai 6,0 untuk wanita. Melebihi angka itu, dokter akan melihat gejala dulu sebelum memutuskan apakah perlu obat penurun asam urat atau cukup perubahan pola makan saja.
Jadi, kalau malam ini jempol kaki tiba-tiba terasa seperti ditusuk-tusuk, jangan buru-buru menyalakan mode menyalahkan angin. Coba ingat-ingat lagi, hari ini berapa gelas minuman manis yang masuk dan berapa banyak air putih yang diminum. Jawabannya biasanya ada di sana, bukan di kipas.
Artikel Terkait
Lihat kategori Kesehatan ↗
Tulangmu Membangkang Diam-Diam, dan Satu-Satunya Pengkhianatan Adalah Sunyimu Sendiri
Kepadatan tulang menurun tanpa gejala sampai patah terjadi. Kunci penundaannya bukan sekadar susu, melainkan kombinasi kalsium, vitamin D, protein, dan kaki yang rajin bergerak.
Jam Tujuh Pagi Bersikeras Kamu Sudah Beristirahat, Tubuhmu Bilang Belum
Bangun lelah padahal tidur sudah tujuh atau delapan jam bukan kesalahan kasur. Sebagian besar kerusakan terjadi jauh sebelum kepala menyentuh bantal.
Delapan Jam Duduk Lalu Salahkan Kasur, Saraf Kejepit yang Akhirnya Bicara
Nyeri punggung jarang benar-benar berasal dari saraf yang kejepit. Sebagian besar kasus cuma otot yang kelelahan, ditambah posisi duduk dan bantal yang tanpa sadar mengkhianati tulang belakangmu setiap hari.
Ruang Diskusi & Komentar