Meraba Hidung Lalu Ketemu Daging, Sebagian Besar Itu Konka dan Tidak Perlu Operasi

Hidung mampet bertahun-tahun sering langsung divonis polip dan dipikirkan biaya operasi. Sebagian besar benjolan di lubang hidung itu konka, anatomi normal yang kebetulan sedang membengkak.

Bagikan cerita ini:
Dokter THT memeriksa bagian dalam hidung pasien menggunakan alat endoskopi

Lima tahun lebih Ria Ricis hidup dengan napas yang tidak pernah benar-benar lega. Baru tahun ini ia membuka suara, dan vonisnya langsung ramai: tulang hidung bengkok, polip, konka, dan sinusitis, semuanya datang sekaligus. Banyak yang langsung percaya hidung pesek itu akar masalahnya, sampai ada yang menyarankan operasi sinus biar mancung. Ternyata pemahaman seperti ini yang paling sering bikin orang buru-buru menyiapkan uang dan menandatangani formulir persetujuan tindakan medis.

Lima Tahun Napas Sumbat, Lalu Divonis Tiga Penyakit Sekaligus

Ria Ricis menceritakan keluhannya di tayangan Intens Investigasi pada akhir April 2026. Sudah lima tahun lebih dia kesulitan bernapas, dengan tulang hidung bengkok, tumbuh polip, dan konka yang membengkak. Ia menjalani tindakan untuk ketiganya, lalu sekalian menambah prosedur estetik menaikkan hidungnya dengan tulang iga. Biayanya tembus ratusan juta rupiah.

Kabar ini cepat menyebar lewat pertanyaan yang sama di media sosial, apakah operasi sinus memang bisa membuat hidung lebih mancung. Dokter spesialis THT dr. Kristiawan Abri Roosadi, Sp.THT-KL, menjawabnya lugas di akun Instagram pribadinya awal Mei 2026. Menurutnya, pembedahan sinus tidak akan otomatis memancungkan hidung karena keduanya hal yang berbeda. Dokter THT melakukan bedah terapeutik untuk menyembuhkan, sementara hidung mancung adalah hasil bedah estetik yang dilakukan dokter kecantikan, bukan dokter THT.

Inilah jebakan pertama. Banyak orang membawa harapan estetik ke klinik THT, atau sebaliknya, menunda pengobatan karena takut hidungnya berubah.

Daging di Lubang Hidung Belum Tentu Polip

Nah, satu istilah yang paling sering disalahpahami adalah konka. Edukator kesehatan dr. Saddam Ismail menjelaskan bahwa meraba lubang hidung dan menemukan daging di dalamnya sebenarnya hal yang normal. Struktur itu bernama konka, bagian anatomi hidung yang mengatur aliran udara sekaligus menghangatkan dan melembapkan udara yang dihirup. Saat sedang pilek, konka bisa membesar sehingga hidung terasa tersumbat.

Bentuknya memang gampang ditukar. Dokter Edo Wira Candra, Sp.THT-KL dari RS EMC Sentul, membedakannya seperti ini. Konka tampak seperti daging bundar berwarna kemerahan, itu struktur normal yang kebetulan sedang bengkak. Sedangkan polip adalah pertumbuhan jaringan baru di rongga hidung, biasanya berwarna keputihan atau bening keruh kekuningan, dan sumbatan yang ditimbulkannya sering hanya di satu sisi hidung serta dirasakan terus-menerus. Singkatnya, polip itu jaringan asing yang tumbuh, sedangkan konka itu bagian diri sendiri yang kebetulan sedang meradang.

Bahasa awamnya, hidung mampet sebelah yang hilang-timbul bisa jadi cuma konka yang sedang berputar. Anthony Cornetta, dokter THT bersertifikat dari NYU Langone, menyebut ini siklus hidung, di mana kedua lubang hidung secara alami bergantian menyumbat. Kalau cuma mampet sebelah setiap malam dan hilang di pagi hari, kemungkinan besar bukan polip. Tapi kalau sumbatan itu menetap di sisi yang sama selama berbulan-bulan, barulah wajar mulai curiga.

Hidung tersumbat berkepanjangan membuat napas tidak plong dan tidur tidak nyenyak
Foto oleh Liza Summer di Pexels

Kapan Daging Itu Benar-Benar Harus Dicemat

Penanggung Jawab Poli THT RSUD Syamrabu Bangkalan, dr. Indah Yuliarini, Sp.THT-KL, memberi patokan praktis. Pilek dan hidung tersumbat yang melebihi tujuh hari patut diwaspadai, terutama bila disertai lebih dari dua gejala lain seperti hidung berair terus-menerus, nyeri di area wajah, dan penurunan indra penciuman. Bila pemeriksaan endoskopi menemukan cairan kental putih kekuningan, disertai polip dan pembengkakan, dokter biasanya akan mempertegas dengan CT-Scan.

Keluhan klasik polip sendiri menurut dr. Muhammad Edy Syahputra, spesialis THT RS Mitra Medika Amplas Medan, adalah hidung tersumbat, pilek-pilek, penciuman berkurang, sampai nyeri di wajah dan kepala. Bentuknya sendiri seperti buah anggur bertangkai, massa jaringan lunak di rongga hidung. Bukan tumor ganas, tapi bisa berbahaya saat komplikasi menyerang.

Komplikasinya tidak main-main. dr. Indah memperingatkan sinusitis yang tak diobati bisa berujung peradangan otak, hilangnya fungsi penciuman, dan komplikasi pada mata. dr. Edy menambahkan polip bisa memicu obstructive sleep apnea, yaitu terhentinya napas saat tidur, yang dalam kasus terburuk berakhir kematian. Sementara dr. Samuel Yeak, pakar THT dari Amandela ENT Head and Neck Centre Singapura, mengingatkan bahwa dalam sejarah sepuluh tahun terakhir tumor polip memang biasanya jinak, tapi lima persennya bisa berubah menjadi kanker, dan infeksi sinus bisa menyebar ke mata atau otak.

Kasus yang paling menggambarkan risiko ini adalah Priyanka Chopra. Dalam memoar Unfinished, ia bercerita bahwa dokter yang mengangkat polip di rongga hidungnya awal 2000-an juga tidak sengaja membedah pangkal hidungnya. Saat perpan dibuka, hidungnya hilang. Ia dijuluki media sebagai Plastik Chopra, depresi, dan gagal main di tiga film, sebelum akhirnya menjalani operasi korektif dan berdamai dengan wajah barunya.

Deteksi Cepat Tanpa Rasa Sakit

Orang sering menunda ke dokter karena membayangkan pemeriksaan yang menyiksa. Kenyataannya, dokter THT kini punya andalan bernama nasoendoskopi, yaitu kamera kecil berbentuk kaku yang dimasukkan lewat lubang hidung. dr. Idama Asido Rohana Simanjuntak, Sp.THT-BKL dari RSUD Genteng, menjelaskan prosedurnya hanya butuh beberapa menit dengan anestesi semprot lokal. Pasien mungkin merasa sedikit tidak nyaman atau kepingin bersin saat alat masuk, tapi tidak ada nyeri berat, dan pemeriksaannya aman.

Hasilnya langsung kelihatan. Pembengkakan jaringan, polip, infeksi, perdarahan, sampai sinusitis bisa dideteksi sekaligus.

Tiga Pilihan Penanganan Sebelum Memutuskan Tindak

Bukan langsung ke kamar operasi begitu dapat vonis. dr. Edo Wira Candra menyusun urutannya. Pertama, obat minum seperti antialergi, oral dekongestan, atau antibiotik bila ada tanda infeksi. Kedua, cuci hidung dengan larutan garam isotonis steril ditambah semprot hidung steroid. Baru kalau cara-cara itu tidak berhasil mengecilkan konka yang membengkak, ada pilihan prosedur endoskopi minimal invasive dengan radiofrekuensi, tanpa sayatan, tanpa jahitan, sering tanpa penamponan, dengan perdarahan minimal dan angka keberhasilan di atas 85 persen. Bisa dengan bius lokal maupun total.

Bukti bahwa urutan ini layak dicoba datang dari Sideng, warga Desa Mampu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Selama tiga puluh tahun ia menderita polip, hanya diberi obat saat berobat, sampai gejalanya hilang lalu muncul lagi. Hidungnya kerap keluar darah tanpa rasa sakit, dan bernapas saat tidur jadi perjuangan. Pada Juli 2025 ia akhirnya dirujuk dan menjalani operasi pengangkatan polip di RS Siloam Makassar, dirawat enam hari, semua kebutuhan medisnya ditanggung JKN yang dikelola BPJS Kesehatan. Sideng hanya perlu rutin kontrol di Poli THT RSUD Lakipadada, dan kini tidurnya kembali nyenyak.

Soal ramuan rumahan seperti daun sirih, dr. Reza Fahlevi mengakui kandungan antibakterinya bisa membantu mencegah infeksi, dan antioksidannya meredakan peradangan, meski penelitiannya masih tahap awal dan uji pada manusia terbatas. Ia justru memperingatkan risiko menempelkan daun sirih langsung ke lubang hidung karena bisa kontaminasi kalau tidak bersih. Untuk mimisan, yang dialami 60 persen orang sekurang-kurangnya sekali seumur hidup menurut Cleveland Clinic, posisi kepala harus ditundukkan, bukan didongakkan, agar gumpalan darah tidak masuk ke saluran napas.

Anatomi rongga hidung menampilkan konka yang berfungsi menghangatkan dan melembapkan udara
Foto oleh Ivan S di Pexels

Cek Sendiri Sebelum Mengambil Keputusan

Tidak perlu panik berlebihan saat jari menyentuh sesuatu di lubang hidung. Konka itu milik semua orang, dan akan tetap ada sehat atau tidak. Yang patut diperhatikan adalah sinyal durasinya, kalau hidung mampet lebih dari tujuh hari, muncul nyeri di wajah, dan penciuman melemah, segeralah ke THT. Sekali lagi, operasi sinus tidak akan memancungkan hidung, tapi membiarkan napas tersumbat bertahun-tahun bisa mengundang komplikasi yang jauh lebih murah dicegah daripada diobati.

Bagikan cerita ini:

Ruang Diskusi & Komentar