Nyeri Haid Selalu Disuruh Ditahan, Padahal Itu Cara Rahim Bertanya
Ribuan perempuan menahan nyeri haid karena diajari itu bagian dari menjadi perempuan. Padahal rasa sakit yang sampai melumpuhkan aktivitas sering kali bukan kram biasa, melainkan sinyal endometriosis, miom, atau kista.

Dari kecil banyak perempuan dikasih tahu hal yang sama, kalau haid itu memang harusnya agak sakit dan tahan saja itu bagian dari menjadi perempuan. Yang anehnya, hampir tidak pernah ada yang menjelaskan batasnya. Padahal nyeri yang sampai membuat kamu tidak bisa berdiri, tidak bisa kerja, atau menangis di lantai kamar mandi bukan sekadar kram biasa, dan bukan sesuatu yang harus ditahan bertahun-tahun.
Sebagian besar perempuan tidak tahu kalau nyeri haid punya dua jenis yang asalnya benar-benar berbeda. Membedakan keduanya bisa mengubah jalan hidup seseorang, dari sekadar bertahan menjadi benar-benar ditangani.
Ada Dua Jenis Nyeri Haid dan Asalnya Tidak Sama
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Muhammad Fadli membagi nyeri haid atau dismenore menjadi dua. Pertama, dismenore primer, murni kerja zat prostaglandin yang membuat dinding rahim berkontraksi. Normal, umum, dan biasanya mereda dengan kompres hangat. Kedua, dismenore sekunder, yaitu nyeri yang muncul karena ada penyakit di baliknya, misalnya endometriosis, miom, kista, atau infeksi di area panggul. Nah, yang sering luput dari perhatian adalah jenis kedua ini.
Kuncinya ada pada seberapa kuat dan seberapa mengganggu. Kalau kamu masih bisa jalan, masih bisa kerja, dan nyerinya cuma kram yang berlalu dengan istirahat, itu wilayah normal. Tapi kalau setiap bulan kamu butuh obat pereda nyeri, tidak bisa masuk kerja, atau merasa seperti dihantam dari dalam, itu sudah masuk wilayah lain. Fadli biasanya meminta pasien menilai sakitnya di skala nol sampai sepuluh. Kalau masih di angka tiga ke bawah, kompres hangat cukup. Tapi kalau sampai merasa seperti mau loncat dari gedung, itu bukan ambang batas normal lagi.
Endometriosis Bukan Penyakit Langka, Tapi Diagnosisnya Telat Bertahun
Endometriosis terjadi saat jaringan mirip dinding rahim tumbuh di tempat yang seharusnya tidak ada, lalu memicu peradangan sistemik dalam jangka panjang. Bahasanya memang terdengar berat, tapi kenyataannya cukup umum. Sekitar 10 persen perempuan usia subur diperkirakan mengalaminya, dan dokter Yohanes Iddo Adventa bahkan menyebut angkanya bisa sampai 15 persen.
Justru yang mengerikan adalah waktunya. Rata-rata penyintas butuh enam sampai delapan tahun sejak gejala pertama muncul sampai dapat diagnosis yang tepat. Itu tahun-tahun hilang dari hidup seseorang, dan sayangnya terjadi pada banyak orang.
Gejalanya juga tidak selalu hanya sakit perut. Ada nyeri panggul di luar masa haid, perdarahan yang sangat banyak, nyeri saat buang air, rasa sakit saat berhubungan intim, perut kembung parah, sampai kelelahan yang tak kunjung hilang. Sebagian perempuan tidak merasakan gejala sama sekali dan baru menyadari ada masalah saat kesulitan hamil. Dr Hardi Susanto dari Eka Hospital PIK menambahkan, jaringan ini bisa ditemukan di ovarium, usus, kandung kemih, rongga perut, dan pada kasus tertentu menjalar sampai ke paru-paru atau otak.

Kata Wajar Itu Yang Paling Sering Mengulurkan Waktu
Konsensus Asia-Pasifik tahun 2023 menemukan bahwa keterlambatan diagnosis endometriosis bukan cuma soal akses ke fasilitas kesehatan. Anggapan bahwa nyeri haid itu wajar berperan besar, ditambah tabu membahas menstruasi, rasa tidak nyaman orang tua membawa remaja perempuan ke dokter kandungan, serta kebiasaan minum obat pereda nyeri atau pil KB yang menumpulkan gejala tanpa pernah menyentuh penyebabnya.
Ada cerita Yulisdiyah, pasien endometriosis di Indonesia. Sejak kelas satu SMP haidnya berlangsung dua minggu, memakai pembalut sampai lima tumpuk. Beberapa tahun kemudian didiagnosis endometriosis tahap empat, kondisi paling parah. Lalu ada Titaniaheap, wanita yang haidnya tidak teratur sejak muda, keluar gumpalan darah, dan akhirnya divonis kanker rahim stadium 4 yang menyebar ke paru-paru, hati, limpa, usus, dan kelenjar getah bening. Selama bertahun-tahun dia menyangka itu cuma nyeri haid biasa. Kalau tubuh mengirim sinyal yang sama setiap bulan dan makin keras, sinyal itu tidak seharusnya terus diredam.
Miom dan Kista Bisa Dicek Lewat USG
Selain endometriosis, ada dua gangguan lain yang sering bersembunyi di balik siklus haid yang aneh, yaitu miom dan kista ovarium. Miom adalah pertumbuhan otot dan jaringan di dalam atau pada dinding rahim. Tandanya termasuk perdarahan di luar masa haid, sering buang air kecil karena miom menekan kandung kemih, sembelit, perut membengkak seperti sedang hamil, sampai rasa berat dan nyeri saat berhubungan seksual.
Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di indung telur. Yang kecil sering tanpa gejala, tapi yang besar bisa membuat nyeri tumpul di punggung dan ketidaknyamanan di area panggul. Profesor Yudi Mulyana Hidayat, Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, mengingatkan bahwa nyeri haid yang mengganggu aktivitas harian dan haid lebih dari delapan hari adalah dua alarm yang tak boleh diabaikan. Alarm ketiganya adalah volume darah yang banyak sampai memicu lemas, pucat, dan anemia. Kabar baiknya, mendeteksinya tidak butuh prosedur rumit. Cukup dengan USG. Profesor Yudi menegaskan pemeriksaan dokter dengan USG saja sudah terlihat ada miom, penebalan endometrium, atau kista, lengkap dengan ukurannya.

Mitos Pengobatan yang Justru Mengulur Penanganan
Beberapa hal yang tersebar di sekitar kita sering membuat perempuan menunda periksa. Pertama, anggapan bahwa nyeri haid akan hilang setelah menikah. Fadli menegaskan ini mitos. Yang terjadi sebenarnya adalah selama hamil dan menyusui perempuan tidak haid, sehingga tidak merasakan nyerinya. Penyakitnya tidak hilang, hanya gejalanya yang sedang tidak muncul. Mitos kedua adalah pijat telinga dengan pensil yang sempat viral di TikTok. dr Devia Irine Putri menjelaskan tidak ada bukti ilmiah yang menghubungkan pijatan di telinga dengan nyeri di rahim, dan akupresur untuk nyeri menstruasi justru dilakukan di tangan, bukan telinga. Selain tidak efektif, cara ini berisiko melukai telinga atau memicu infeksi kalau pensil masuk terlalu dalam.
Jamu kunyit asam memang punya tempat, tapi bukan sebagai obat segala. Ketua Umum PDPOTJI dr Inggrid Tania menyarankan kunyit asam boleh diminum mulai satu minggu sebelum menstruasi sampai selesai, asalkan produknya terdaftar BPOM. Tapi dia tegas mengingatkan bahwa jamu bukan pengganti pemeriksaan medis kalau keluhannya berat atau terus-menerus.
Mulai Periksa Sekarang Lebih Murah dari Menahan Bertahun
Membedakan yang wajar dan yang tidak sebenarnya sederhana. Haid normal berlangsung empat sampai delapan hari, dengan siklus 21 sampai 35 hari. Kalau nyerinya masih di skala tiga ke bawah dan bisa diredakan kompres hangat, besar kemungkinan itu dismenore primer. Tapi kalau haid lebih dari delapan hari, volumenya sampai membuat lemas, nyerinya membuat tidak bisa beraktivitas, atau ada perdarahan di luar masa haid, segera ke dokter kandungan. Untuk siklus tidak teratur, setelah lewat satu tahun pertama masih tidak teratur dan mengganggu, itu juga saatnya periksa.
Pemeriksaan pertama biasanya dimulai dengan tanya jawab soal gejala dan riwayat haid, dilanjutkan USG. Diagnosis endometriosis pun kini tidak harus menunggu operasi. Konsensus Asia-Pasifik menekankan diagnosis klinis sebagai titik awal, lewat pemeriksaan gejala, riwayat menstruasi, pemeriksaan ginekologi, dan pencitraan seperti USG transvaginal. Penanganan bisa berupa obat pereda nyeri, terapi hormonal, pil KB, sampai tindakan bedah pada kondisi tertentu. Semakin cepat ditangani, semakin sedikit kerumitan operasi yang dibutuhkan. Menahan nyeri bukan tanda kekuatan, apalagi kalau itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Rahim tidak mengirim sinyal rasa sakit tanpa alasan, dan tugas kita adalah mendengarkannya.
Artikel Terkait
Lihat kategori Kesehatan ↗
Tulangmu Membangkang Diam-Diam, dan Satu-Satunya Pengkhianatan Adalah Sunyimu Sendiri
Kepadatan tulang menurun tanpa gejala sampai patah terjadi. Kunci penundaannya bukan sekadar susu, melainkan kombinasi kalsium, vitamin D, protein, dan kaki yang rajin bergerak.
Jam Tujuh Pagi Bersikeras Kamu Sudah Beristirahat, Tubuhmu Bilang Belum
Bangun lelah padahal tidur sudah tujuh atau delapan jam bukan kesalahan kasur. Sebagian besar kerusakan terjadi jauh sebelum kepala menyentuh bantal.
Delapan Jam Duduk Lalu Salahkan Kasur, Saraf Kejepit yang Akhirnya Bicara
Nyeri punggung jarang benar-benar berasal dari saraf yang kejepit. Sebagian besar kasus cuma otot yang kelelahan, ditambah posisi duduk dan bantal yang tanpa sadar mengkhianati tulang belakangmu setiap hari.
Ruang Diskusi & Komentar