Udara Rumah Lebih Kotor dari Jalan Raya, Tidur dan Paru-paru Anak yang Bayar
Sebagian orang waspada polusi jalanan, padahal US EPA mencatat udara dalam ruangan bisa dua hingga lima kali lebih banyak polutan. Paru-paru anak dan kualitas tidur malam jadi korban pertamanya.

Setiap keluar rumah, sebagian dari kita otomatis pasang masker. Asap kendaraan dan pabrik memang terlihat seperti musuh utama paru-paru. Tapi ruangan yang selama ini dianggap paling aman, nyatanya menyimpan udara yang lebih buruk.
US Environmental Protection Agency mencatat polusi dalam ruangan bisa dua hingga lima kali lebih tinggi dari udara luar. Dalam beberapa kasus, selisihnya jauh lebih besar. Jadi menutup jendela rapat-rapat bukan mengusir polusi, melainkan menimbun polusi buatan sendiri di dalam kamar.
Rumah Rapat Justru Menimbun Polutan Sendiri
Yang membuat udara dalam rumah cepat kotor adalah sumbernya yang banyak dan tak terlihat. Debu dari karpet dan kasur, asap kompor gas, sisa cairan pembersih, kamar mandi lembap, sampai asap rokok semuanya menumpuk di ruangan tertutup.
Partikel paling ditakuti bernama PM2.5, yaitu partikel halus berdiameter kurang dari 2,5 mikron. Ukurannya hanya seperseratus diameter rambut, sehingga lolos dari pertahanan hidung dan masuk jauh ke paru-paru. Sebagian bahkan ikut terserap ke aliran darah.
Indonesia sudah punya standar resminya. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 menetapkan batas aman PM2.5 dalam ruangan sebesar 25 mikrogram per meter kubik. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia jauh lebih ketat, hanya 15 mikrogram per meter kubik.
Dari pengukuran di sejumlah puskesmas Kota Depok, hasilnya kerap melebihi 25 mikrogram per meter kubik. Polusi tertinggi rata-rata terjadi di pagi hari, terutama di puskesmas dekat kawasan industri dan terminal angkutan. Yang mengkhawatirkan, dari 674 puskesmas di Jabodetabek, baru 147 yang punya alat pengukur PM2.5.

Saat Tidur dan Olahraga, Paparan Naik Berkali-kali Lipat
Ada dua momen di mana tubuh paling rentan terhadap udara kamar. Pertama adalah saat tidur. Malam hari kamar tertutup rapat, sementara kita menghirup udara yang sama selama tujuh atau delapan jam tanpa jeda.
Kedua adalah saat olahraga. Saat istirahat, orang dewasa menghirup sekitar enam liter udara per menit. Saat latihan intensitas tinggi, angkanya bisa meroket sampai 90 liter per menit. Artinya, semua partikel dan gas di udara ruangan masuk jauh lebih cepat dan jauh lebih banyak.
Studi terhadap pusat kebugaran di Brasil, Prancis, dan beberapa negara Eropa menemukan kadar karbon dioksida di atas 1.000 ppm. Ambang itu dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif dan kelelahan dini. Gym yang terlihat bersih dan berbau segar belum tentar punya udara yang bersih.
Riset Surabaya dan Data 1,2 Juta Orang Tunjukkan Pola Sama
Tim peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga yang dipimpin Sudarmaji meneliti 54 responden di wilayah kerja Puskesmas Krembangan Selatan, Surabaya. Setengahnya anak penderita pneumonia, setengah lagi bukan.
Hasilnya, lima faktor fisik rumah berhubungan signifikan dengan pneumonia pada anak, yaitu suhu ruangan, kelembapan, kadar PM2.5, pencahayaan alami, dan luas ventilasi. Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam rumah, sehingga udara rumah jadi faktor risiko utama, bukan sekadar latar belakang.
Menariknya, pencahayaan alami juga ikut menentukan. Cahaya matahari membantu menurunkan kelembapan sekaligus menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit. Rumah yang lembap dan gelap, dengan kata lain, ramah bagi kuman, bukan bagi penghuninya.
Untuk orang dewasa, buktinya datang dari data yang jauh lebih besar. Tim Dr. Junxin Li dari Sekolah Keperawatan Universitas Johns Hopkins menganalisis lebih dari 1,2 juta orang dewasa di enam negara. Mereka yang terpapar PM2.5, nitrogen dioksida, dan karbon dioksida lebih tinggi konsisten melaporkan tidur lebih singkat dan berkualitas lebih buruk.
Tinjauan itu menggabungkan 25 studi berkualitas tinggi sejak 2015 dari Tiongkok, India, Amerika Serikat, dan Jerman. Menurunkan PM2.5 sampai setengahnya, dari kadar di jalanan kota yang ramai ke pedoman Organisasi Kesehatan Dunia, memangkas peluang tidur buruk sekitar 10 persen. Bagi banyak orang, artinya tambahan kira-kira satu jam istirahat setiap malam.
Kelompok paling rentan terhadap semua ini cukup jelas. Orang dengan penyakit paru obstruktif kronik dan penyakit jantung, lansia, anak-anak, ibu hamil, hingga bayi baru lahir. Tjandra Yoga Aditama, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, berulang kali mengingatkan kelompok ini butuh perlindungan ekstra.

Tiga Langkah Kecil yang Bisa Dimulai Besok Pagi
Langkah pertama paling murah, yaitu buka jendela. Sirkulasi adalah senjata utama melawan polusi dalam ruangan. Dalam riset Johns Hopkins, rumah yang membuka jendela atau menyalakan kipas saat memasak menunjukkan peningkatan kualitas tidur yang signifikan.
Langkah kedua, biarkan matahari masuk. Buka tirai di pagi hari dan atur ventilasi agar cahaya alami bisa menerangi ruangan. Penelitian di Surabaya menunjukkan pencahayaan alami yang jelek berhubungan dengan naiknya risiko pneumonia pada anak.
Langkah ketiga, bagi yang punya anggaran lebih, pertimbangkan air purifier. Kementerian Kesehatan juga merekomendasikan alat ini untuk menurunkan kadar polutan dalam ruangan saat polusi luar sedang tinggi. Tapi jika anggaran terbatas, membeli monitor PM2.5 atau karbon dioksida yang murah lebih dulu akan jauh lebih berguna daripada menebak-nebak.
Selain itu, ada aturan dasar yang tak boleh dilanggar. Jangan merokok di dalam rumah, jangan membakar sampah di halaman, dan rutin bersihkan debu dari karpet, kasur, serta saringan kipas angin. Menanam tanaman di halaman juga membantu, walau efeknya kecil dibanding ventilasi.
Bagi yang rutin olahraga di gym atau studio, perhatikan ventilasi dan jam ramai. Pilih sesi yang tidak penuh sesak, atau minta pihak kelola menyalakan kipas saat kelas sedang padat.
Ditutup Rapat Belum Tentur Aman
Paru-paru tidak tahu mana polusi dari luar dan mana dari dalam rumah. Ia hanya menghitung apa yang masuk setiap hari.
Jadi sebelum membeli suplemen atau alat kesehatan mahal, cek dulu jendela kamar. Udara yang lebih bersih bukan kemewahan, melainkan sekadar memberi rumah kesempatan untuk bernapas seperti rumah-rumah masa kecil dulu.
Artikel Terkait
Lihat kategori Kesehatan ↗
Tulangmu Membangkang Diam-Diam, dan Satu-Satunya Pengkhianatan Adalah Sunyimu Sendiri
Kepadatan tulang menurun tanpa gejala sampai patah terjadi. Kunci penundaannya bukan sekadar susu, melainkan kombinasi kalsium, vitamin D, protein, dan kaki yang rajin bergerak.
Jam Tujuh Pagi Bersikeras Kamu Sudah Beristirahat, Tubuhmu Bilang Belum
Bangun lelah padahal tidur sudah tujuh atau delapan jam bukan kesalahan kasur. Sebagian besar kerusakan terjadi jauh sebelum kepala menyentuh bantal.
Delapan Jam Duduk Lalu Salahkan Kasur, Saraf Kejepit yang Akhirnya Bicara
Nyeri punggung jarang benar-benar berasal dari saraf yang kejepit. Sebagian besar kasus cuma otot yang kelelahan, ditambah posisi duduk dan bantal yang tanpa sadar mengkhianati tulang belakangmu setiap hari.
Ruang Diskusi & Komentar